Mahasiswa Kkn Undip Petakan Persebaran Lokasi Umkm Ikan Asap Guna Optimalisasi Pemasaran

Senin, 17 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 85 kali IKM UKM UMKM
Mahasiswa Kkn Undip Petakan Persebaran Lokasi Umkm Ikan Asap Guna Optimalisasi Pemasaran
Mahasiswa Kkn Undip Petakan Persebaran Lokasi Umkm Ikan Asap Guna Optimalisasi Pemasaran
Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program kerja multidisiplin 2 berupa pemetaan persebaran lokasi UMKM ikan asap serta sosialisasi digitalisasi UMKM. Program ini merupakan bagian dari tema besar multidisiplin 2 mengenai penguatan daya saing UMKM berbasis inovasi, standardisasi, dan digitalisasi.

Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program kerja multidisiplin 2 berupa pemetaan persebaran lokasi UMKM ikan asap serta sosialisasi digitalisasi UMKM. Program ini merupakan bagian dari tema besar multidisiplin 2 mengenai penguatan daya saing UMKM berbasis inovasi, standardisasi, dan digitalisasi.

Mahasiswa Undip Semarang Fakhri Rizqullah Anwar mengatakan, kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan aksesibilitas pemasaran UMKM ikan asap di Desa Jrakahpayung yang belum terpetakan secara spasial, sehingga konsumen maupun pihak luar mengalami kesulitan untuk mengetahui titik-titik lokasi usaha secara pasti.

“Padahal, terdapat lebih dari 10 pelaku usaha ikan asap di Desa Jrakahpayung yang menjadi salah satu potensi ekonomi unggulan desa. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya optimalisasi aksesibilitas dan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi pemetaan digital,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026).

Menyasar pelaku UMKM ikan asap di Desa Jrakahpayung, program ini bertujuan menghadirkan informasi persebaran lokasi usaha yang mudah diakses oleh konsumen maupun tamu yang berkunjung ke desa, sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk lebih akrab dengan pemanfaatan platform digital dalam mendukung pemasaran produk.

“Program ini juga sejalan dengan SDGs Desa Poin 8 tentang Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, serta Poin 9 tentang Inovasi dan Infrastruktur Desa sesuai Kebutuhan. Melalui survei lapangan secara langsung untuk memetakan titik koordinat lokasi UMKM ikan asap menggunakan GPS. Data primer tersebut dipadukan dengan data sekunder berupa Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan citra penginderaan jauh, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan (GIS) untuk menghasilkan peta persebaran yang informatif,” jelasnya.

Hasil pemetaan tersebut disusun dalam bentuk peta persebaran lokasi UMKM ikan asap yang dipasang di mading Balai Desa Jrakahpayung, sehingga memudahkan tamu maupun pihak luar yang berkunjung untuk mengetahui sebaran lokasi UMKM ikan asap di desa.

Selain pembuatan peta, Fakhri Rizqullah Anwar juga memberikan materi sosialisasi digitalisasi UMKM kepada para pelaku usaha ikan asap. Materi tersebut mencakup pemanfaatan peta persebaran titik lokasi UMKM yang dipajang di balai desa, serta pencantuman titik lokasi usaha pada Google Maps, guna mendorong pelaku UMKM untuk lebih siap mengikuti perkembangan pemasaran digital saat ini.

“Dampak yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya aksesibilitas dan jangkauan pemasaran UMKM ikan asap Desa Jrakahpayung, baik melalui informasi visual di balai desa maupun melalui pencantuman lokasi usaha secara digital. Program ini juga diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam mengembangkan usahanya,” terangnya.

Fakhri Rizqullah berharap, peta persebaran lokasi UMKM ikan asap ini dapat menjadi salah satu media informasi yang memudahkan konsumen maupun tamu desa dalam menemukan lokasi usaha. Selain itu, melalui sosialisasi digitalisasi, kami ingin mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional, tetapi juga mulai memanfaatkan platform digital seperti Google Maps agar jangkauan pasarnya semakin luas.

Salah satu pelaku UMKM ikan asap Desa Jrakahpayung Bidin menyampaikan apresiasinya. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan adik-adik mahasiswa KKN.

“Sekarang usaha ikan asap kami jadi lebih dikenal karena sudah ada peta lokasinya, dan kami juga jadi tahu cara memasukkan lokasi usaha ke Google Maps,” tuturnya.

Pelaku UMKM ikan asap Sugiati menyampaikan, terima kasih banyak untuk bantuannya. Semoga dengan adanya peta dan sosialisasi digitalisasi ini, usaha ikan asap kami bisa semakin dikenal banyak orang dan pemasarannya semakin luas.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro turut mendorong optimalisasi potensi ekonomi lokal Desa Jrakahpayung melalui pendekatan keilmuan geospasial yang dipadukan dengan penguatan literasi digital pelaku UMKM. (MC Batang, Jateng/Fakhri Rizqullah/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 95
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 118
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 138
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 137
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 90
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 167