Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program kerja multidisiplin 2 berupa pemetaan persebaran lokasi UMKM ikan asap serta sosialisasi digitalisasi UMKM. Program ini merupakan bagian dari tema besar multidisiplin 2 mengenai penguatan daya saing UMKM berbasis inovasi, standardisasi, dan digitalisasi.
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program kerja multidisiplin 2 berupa pemetaan persebaran lokasi UMKM ikan asap serta sosialisasi digitalisasi UMKM. Program ini merupakan bagian dari tema besar multidisiplin 2 mengenai penguatan daya saing UMKM berbasis inovasi, standardisasi, dan digitalisasi.
Mahasiswa Undip Semarang Fakhri Rizqullah Anwar mengatakan, kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan aksesibilitas pemasaran UMKM ikan asap di Desa Jrakahpayung yang belum terpetakan secara spasial, sehingga konsumen maupun pihak luar mengalami kesulitan untuk mengetahui titik-titik lokasi usaha secara pasti.
“Padahal, terdapat lebih dari 10 pelaku usaha ikan asap di Desa Jrakahpayung yang menjadi salah satu potensi ekonomi unggulan desa. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya optimalisasi aksesibilitas dan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi pemetaan digital,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026).
Menyasar pelaku UMKM ikan asap di Desa Jrakahpayung, program ini bertujuan menghadirkan informasi persebaran lokasi usaha yang mudah diakses oleh konsumen maupun tamu yang berkunjung ke desa, sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk lebih akrab dengan pemanfaatan platform digital dalam mendukung pemasaran produk.
“Program ini juga sejalan dengan SDGs Desa Poin 8 tentang Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, serta Poin 9 tentang Inovasi dan Infrastruktur Desa sesuai Kebutuhan. Melalui survei lapangan secara langsung untuk memetakan titik koordinat lokasi UMKM ikan asap menggunakan GPS. Data primer tersebut dipadukan dengan data sekunder berupa Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan citra penginderaan jauh, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan (GIS) untuk menghasilkan peta persebaran yang informatif,” jelasnya.
Hasil pemetaan tersebut disusun dalam bentuk peta persebaran lokasi UMKM ikan asap yang dipasang di mading Balai Desa Jrakahpayung, sehingga memudahkan tamu maupun pihak luar yang berkunjung untuk mengetahui sebaran lokasi UMKM ikan asap di desa.
Selain pembuatan peta, Fakhri Rizqullah Anwar juga memberikan materi sosialisasi digitalisasi UMKM kepada para pelaku usaha ikan asap. Materi tersebut mencakup pemanfaatan peta persebaran titik lokasi UMKM yang dipajang di balai desa, serta pencantuman titik lokasi usaha pada Google Maps, guna mendorong pelaku UMKM untuk lebih siap mengikuti perkembangan pemasaran digital saat ini.
“Dampak yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya aksesibilitas dan jangkauan pemasaran UMKM ikan asap Desa Jrakahpayung, baik melalui informasi visual di balai desa maupun melalui pencantuman lokasi usaha secara digital. Program ini juga diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam mengembangkan usahanya,” terangnya.
Fakhri Rizqullah berharap, peta persebaran lokasi UMKM ikan asap ini dapat menjadi salah satu media informasi yang memudahkan konsumen maupun tamu desa dalam menemukan lokasi usaha. Selain itu, melalui sosialisasi digitalisasi, kami ingin mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional, tetapi juga mulai memanfaatkan platform digital seperti Google Maps agar jangkauan pasarnya semakin luas.
Salah satu pelaku UMKM ikan asap Desa Jrakahpayung Bidin menyampaikan apresiasinya. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan adik-adik mahasiswa KKN.
“Sekarang usaha ikan asap kami jadi lebih dikenal karena sudah ada peta lokasinya, dan kami juga jadi tahu cara memasukkan lokasi usaha ke Google Maps,” tuturnya.
Pelaku UMKM ikan asap Sugiati menyampaikan, terima kasih banyak untuk bantuannya. Semoga dengan adanya peta dan sosialisasi digitalisasi ini, usaha ikan asap kami bisa semakin dikenal banyak orang dan pemasarannya semakin luas.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro turut mendorong optimalisasi potensi ekonomi lokal Desa Jrakahpayung melalui pendekatan keilmuan geospasial yang dipadukan dengan penguatan literasi digital pelaku UMKM. (MC Batang, Jateng/Fakhri Rizqullah/Jumadi)