Batang - Sejak dilantik tahun 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto terus menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai alat penting untuk menjaga kedaulatan negara, salah satunya pada acara panen raya jagung serentak kuartal II dan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Batang - Sejak dilantik tahun 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto terus menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai alat penting untuk menjaga kedaulatan negara, salah satunya pada acara panen raya jagung serentak kuartal II dan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dengan Koperasi Merah Putih, MBG, Desa Nelayan ditopang oleh kemampuan pertanian kita, ditopang oleh perikanan kita, produksi pangan kita aman. Aman karbohidrat, aman protein, aman ternak. Jagung strategis untuk pakan ternak. Jadi kedaulatan kita terjaga dan diamankan.
Mahasiswa program studi Sastra Inggris di Universitas Diponegoro Semarang Ahmad Shafi Maulana mengatakan, di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, untuk mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo, maka Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Telur Asin Nusantara didirikan oleh Lufni dan Ainun pada tahun 2025 lalu. Sesuai namanya, BUMDes tersebut berfokus pada pengolahan telur bebek mentah menjadi telur asin siap makan.
“Dalam rangka membuat brand Telur Asin Nusantara lebih kompetitif dan siap bersaing di pasar yang lebih luas, kami menginisiasi proyek rebranding kemasan telur asin yang dicanangkan oleh Permata Sarifazia Subakti dari program studi Psikologi, Wulandari Rama Putri dari program studi Gizi, Verlyta Eka Novelasari dari program studi Hukum, dan Ahmad Shafi Maulana dari Program Studi Sastra Inggris,” katanya saat ditemui di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026).
Sebagai mahasiswa Sastra Inggris, Ahmad Shafi Maulana bertugas menambahkan terjemahan bahasa Inggris sehingga kemasan baru hasil rebranding menjadi bilingual Indonesia-Inggris.
“Maksudnya dijadikan bilingual adalah, kalau suatu hari nanti Pak Lufni dan Bu Ainun mau menjual di area turis atau bahkan mengekspor ke luar negeri, nggak usah repot-repot cari translator lagi,” jelasnya.
Shafi juga menyebutkan bahwa, dari pengalamannya produk kalau ada bahasa Inggrisnya seperti ini kesannya dia siap ekspor, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut dan juga jadi ada sedikit rasa bangganya ketika membeli.
“Program kerja rebranding kemasan Telur Asin Nusantara ini merupakan salah satu program kerja multidisiplin KKN UNDIP dengan tema “Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM di Desa Kedungsegog,” ujar dia.
Program ini juga bertujuan memenuhi empat dari tujuh belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digalangkan PBB, yaitu SDGs 2 (tanpa kelaparan), 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), dan 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur). (MC Batang, Jateng/Ahmad Shafi/Jumadi)