Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan Program Multidisiplin 1 berupa pengembangan Dashboard Monitoring Keuangan UMKM Telur Asin di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (1682026). Program ini dilakukan sebagai upaya membantu pengelola UMKM dalam menyusun dan memantau pencatatan keuangan usaha secara lebih teratur dan mudah dipahami.
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan Program Multidisiplin 1 berupa pengembangan Dashboard Monitoring Keuangan UMKM Telur Asin di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (16/8/2026). Program ini dilakukan sebagai upaya membantu pengelola UMKM dalam menyusun dan memantau pencatatan keuangan usaha secara lebih teratur dan mudah dipahami.
Program ini diawali dengan observasi dan wawancara bersama Direktur BUMDes Desa Kedungsegog untuk mengetahui kondisi pencatatan yang selama ini dilakukan. Dari hasil wawancara diketahui bahwa pencatatan usaha masih sederhana dan hanya mencakup pemasukan serta pengeluaran. Sementara itu, data operasional seperti jumlah telur yang dihasilkan, telur yang diolah menjadi telur asin, telur yang dijual mentah, serta stok telur belum tercatat secara rutin.
Mahasiswa Program Studi S-1 Statistika, Fakultas Sains dan Matematika Undip Semarang Karina Cahya Asih, menyusun format pencatatan keuangan menggunakan Microsoft Excel dan mengembangkan Dashboard Monitoring Keuangan UMKM Telur Asin. Dashboard tersebut dibuat berdasarkan data yang sudah tersedia agar dapat digunakan sesuai dengan kondisi pencatatan yang dilakukan oleh pengelola.
“Pembuatan dashboard ini tidak hanya bertujuan membuat tampilan data menjadi lebih menarik. Dashboard ini juga membantu pengelola melihat catatan keuangan usaha dengan lebih mudah. Data yang sebelumnya masih berupa catatan pemasukan dan pengeluaran saya susun kembali agar lebih mudah dipantau. Harapannya, dashboard ini bisa membantu pengelola melihat kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas,” jelasnya.
Setelah dashboard selesai dibuat, hasilnya kemudian diperkenalkan kepada pengelola UMKM Telur Asin. Karina juga mempresentasikan tampilan dashboard sekaligus menjelaskan cara memasukkan dan memperbarui data yang digunakan. Selain itu, buku panduan penggunaan dashboard juga diberikan agar pengelola memiliki panduan yang dapat digunakan kembali ketika melakukan pencatatan.
Direktur BUMDes Lufni memberikan tanggapan positif terhadap dashboard yang dibuat. Menurutnya, penyajian data dalam bentuk dashboard membuat informasi terlihat lebih menarik dan informatif. Informasi yang dapat ditampilkan dalam dashboard masih menyesuaikan dengan data yang tersedia. Belum adanya pencatatan jumlah telur membuat informasi mengenai produksi dan stok belum dapat ditampilkan dalam dashboard.
“Sebagai pengembangan ke depan, pengelola disarankan untuk mulai mencatat jumlah telur secara lebih rutin, mulai dari telur yang dihasilkan, dijual mentah, diolah menjadi telur asin, dijual sebagai telur asin, hingga stok yang tersedia. Pencatatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran usaha yang lebih lengkap dan menjadi bahan pengembangan dashboard selanjutnya,” terangnya.
Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Melalui pencatatan dan pemantauan usaha yang lebih teratur, program ini diharapkan dapat membantu pengelola dalam memahami kondisi keuangan usaha dan mendukung pengembangan kegiatan ekonomi BUMDes secara berkelanjutan.
“Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip tidak hanya membuat dashboard sebagai media visualisasi, tetapi juga memberikan cara sederhana bagi pengelola untuk melihat dan memantau kondisi keuangan usahanya. Dengan adanya pencatatan yang terus dilakukan dan dikembangkan, Dashboard Monitoring Keuangan UMKM Telur Asin diharapkan dapat tetap digunakan dan memberikan manfaat bagi pengelola setelah kegiatan KKN selesai,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Karina/Jumadi)