Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program Multidisiplin 1 berupa edukasi pengelolaan air limbah produksi telur asin di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (1582026).
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program Multidisiplin 1 berupa edukasi pengelolaan air limbah produksi telur asin di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (15/8/2026).
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap potensi pencemaran lingkungan yang berasal dari aktivitas produksi UMKM. Air limbah hasil produksi telur asin berpotensi masuk ke saluran drainase dan bermuara ke wilayah pesisir apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan air limbah serta menjaga kualitas lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa KKN Moch. Afifulloh Astra Nawa menyampaikan, materi mengenai dampak air limbah terhadap kualitas perairan, pentingnya pengelolaan limbah, serta upaya pencegahan pencemaran lingkungan. Penyampaian materi juga dilanjutkan dengan diskusi bersama pihak BUMDes mengenai kondisi dan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari proses produksi telur asin.
Direktur BUMDes Lufni menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan mahasiswa KKN dapat menambah pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta mendorong pengelolaan yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Sebagai tindak lanjut kegiatan edukasi, mahasiswa KKN melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi air limbah hasil produksi telur asin pada Rabu (22/7/2026). Pengecekan dilakukan melalui pengukuran pH, pemeriksaan kadar garam, serta penyaringan sedimen pada air limbah,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, kondisi air limbah secara umum masih tergolong aman berdasarkan parameter yang diamati. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperoleh gambaran kondisi limbah sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan limbah produksi.
“Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 – Clean Water and Sanitation melalui upaya menjaga kualitas air dan mencegah pencemaran akibat pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik. Program ini juga sejalan dengan SDG 12 – Responsible Consumption and Production, karena mendorong pelaku UMKM untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi,” terangnya.
Selain itu, kegiatan memiliki keterkaitan dengan SDG 14 – Life Below Water. Pengelolaan limbah produksi sejak dari sumbernya dapat membantu mengurangi potensi masuknya bahan pencemar melalui saluran drainase menuju wilayah pesisir dan perairan. Dengan demikian, upaya sederhana di tingkat UMKM dapat turut berkontribusi terhadap perlindungan ekosistem perairan.
“Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi air limbah produksi telur asin. Kolaborasi bersama BUMDes dan pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari kegiatan produksi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap pengelolaan air limbah dapat terus diperhatikan oleh pelaku UMKM sehingga kegiatan produksi telur asin tetap berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Desa Kedungsegog yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Afifulloh Astra/Jumadi)