Potensi Desa Wisata Bawang di Batang Dipetakan, UMKM hingga Wisata Religi Jadi Andalan

Kamis, 13 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 270 kali IKM UKM UMKM
Potensi Desa Wisata Bawang di Batang Dipetakan, UMKM hingga Wisata Religi Jadi Andalan
Disparpora Batang mendorong pengembangan potensi pariwisata di Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui program pendampingan dan pemetaan potensi Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui program pendampingan dan pemetaan potensi Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Program pendampingan tersebut melibatkan PT Vertikal Inti Kreasindo dan Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah (FKD Jawa Tengah). Pendampingan dilakukan selama kurang lebih 60 hari dengan fokus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah Aris Widianto mengatakan, pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi wisata yang dimiliki Desa Bawang, mulai dari wisata religi, UMKM, wisata alam, hingga potensi masyarakat.

“Tujuan kami adalah menjadi desa wisata unggulan di Kabupaten Batang melalui program pemberdayaan paket wisata. Fokus kami adalah bagaimana semua unsur masyarakat bisa tergabung dalam satu program desa wisata,” katanya saat ditemui di Rumah UMKM Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Kamis (13/8/2026).

Menurut Aris, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar keberadaan desa wisata dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.

“UMKM menjadi salah satu potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di Desa Bawang. Produk makanan olahan hingga kerajinan warga dapat dikemas menjadi bagian dari paket wisata sekaligus menjadi oleh-oleh khas desa,” jelasnya.

Kalau saya lihat, produk paling penting untuk mengemas desa wisata selain wisata alam adalah UMKM. Keterlibatan penuh masyarakat, mulai dari pengrajin hingga masyarakat yang memiliki produksi pangan, menjadi daya tarik yang luar biasa.

“Dengan konsep tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati objek wisata, tetapi juga dapat mengenal produk dan aktivitas masyarakat setempat. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pemasaran produknya. Selain UMKM, pendampingan juga menyasar generasi muda Desa Bawang,” terangnya.

Aris juga mengatakan, anak muda perlu memiliki kepedulian terhadap potensi yang ada di lingkungan mereka sendiri. Sebab, berdasarkan hasil pemetaan awal, masih terdapat sejumlah potensi yang belum diketahui atau belum disadari oleh masyarakat setempat.

“Harapannya anak-anak muda bisa memiliki awareness atau kepedulian tinggi terhadap pengembangan desanya. Ketika kami berkeliling tadi, ditemukan banyak potensi yang teman-teman sendiri tidak menyadarinya,” harapnya.

Karena itu, generasi muda didorong untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi desa agar memiliki nilai tambah. Teman-teman muda hendaknya terus berinovasi, terus belajar, atau mencari ilmu sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan potensi desanya menjadi desa wisata unggulan.

“Selama program pendampingan, tim akan melakukan pemetaan potensi sekaligus memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dan pengelola desa wisata. Program tersebut berlangsung sekitar 60 hari. Namun, pendampingan dan pemantauan diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar dia.

Menurut Aris, keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur dari tersusunnya paket wisata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelolanya hingga produk dan jasa yang ditawarkan benar-benar dapat dipasarkan.

“Harapannya hasil akhirnya adalah pemberdayaan masyarakat dan sektor ekonomi yang bertambah baik, baik anak-anak muda, ibu-ibu, maupun masyarakat yang bisa bergabung,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, masyarakat, dan generasi muda, Desa Wisata Bawang diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Batang. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 95
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 118
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 138
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 136
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 90
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 167