Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui program pendampingan dan pemetaan potensi Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui program pendampingan dan pemetaan potensi Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Program pendampingan tersebut melibatkan PT Vertikal Inti Kreasindo dan Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah (FKD Jawa Tengah). Pendampingan dilakukan selama kurang lebih 60 hari dengan fokus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah Aris Widianto mengatakan, pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi wisata yang dimiliki Desa Bawang, mulai dari wisata religi, UMKM, wisata alam, hingga potensi masyarakat.
“Tujuan kami adalah menjadi desa wisata unggulan di Kabupaten Batang melalui program pemberdayaan paket wisata. Fokus kami adalah bagaimana semua unsur masyarakat bisa tergabung dalam satu program desa wisata,” katanya saat ditemui di Rumah UMKM Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Kamis (13/8/2026).
Menurut Aris, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar keberadaan desa wisata dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.
“UMKM menjadi salah satu potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di Desa Bawang. Produk makanan olahan hingga kerajinan warga dapat dikemas menjadi bagian dari paket wisata sekaligus menjadi oleh-oleh khas desa,” jelasnya.
Kalau saya lihat, produk paling penting untuk mengemas desa wisata selain wisata alam adalah UMKM. Keterlibatan penuh masyarakat, mulai dari pengrajin hingga masyarakat yang memiliki produksi pangan, menjadi daya tarik yang luar biasa.
“Dengan konsep tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati objek wisata, tetapi juga dapat mengenal produk dan aktivitas masyarakat setempat. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pemasaran produknya. Selain UMKM, pendampingan juga menyasar generasi muda Desa Bawang,” terangnya.
Aris juga mengatakan, anak muda perlu memiliki kepedulian terhadap potensi yang ada di lingkungan mereka sendiri. Sebab, berdasarkan hasil pemetaan awal, masih terdapat sejumlah potensi yang belum diketahui atau belum disadari oleh masyarakat setempat.
“Harapannya anak-anak muda bisa memiliki awareness atau kepedulian tinggi terhadap pengembangan desanya. Ketika kami berkeliling tadi, ditemukan banyak potensi yang teman-teman sendiri tidak menyadarinya,” harapnya.
Karena itu, generasi muda didorong untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi desa agar memiliki nilai tambah. Teman-teman muda hendaknya terus berinovasi, terus belajar, atau mencari ilmu sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan potensi desanya menjadi desa wisata unggulan.
“Selama program pendampingan, tim akan melakukan pemetaan potensi sekaligus memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dan pengelola desa wisata. Program tersebut berlangsung sekitar 60 hari. Namun, pendampingan dan pemantauan diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar dia.
Menurut Aris, keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur dari tersusunnya paket wisata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelolanya hingga produk dan jasa yang ditawarkan benar-benar dapat dipasarkan.
“Harapannya hasil akhirnya adalah pemberdayaan masyarakat dan sektor ekonomi yang bertambah baik, baik anak-anak muda, ibu-ibu, maupun masyarakat yang bisa bergabung,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, masyarakat, dan generasi muda, Desa Wisata Bawang diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Batang. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)