Potensi Desa Wisata Bawang di Batang Dipetakan, UMKM hingga Wisata Religi Jadi Andalan

Kamis, 13 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 28 kali IKM UKM UMKM
Potensi Desa Wisata Bawang di Batang Dipetakan, UMKM hingga Wisata Religi Jadi Andalan
Disparpora Batang mendorong pengembangan potensi pariwisata di Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui program pendampingan dan pemetaan potensi Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui program pendampingan dan pemetaan potensi Desa Wisata Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Program pendampingan tersebut melibatkan PT Vertikal Inti Kreasindo dan Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah (FKD Jawa Tengah). Pendampingan dilakukan selama kurang lebih 60 hari dengan fokus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah Aris Widianto mengatakan, pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi wisata yang dimiliki Desa Bawang, mulai dari wisata religi, UMKM, wisata alam, hingga potensi masyarakat.

“Tujuan kami adalah menjadi desa wisata unggulan di Kabupaten Batang melalui program pemberdayaan paket wisata. Fokus kami adalah bagaimana semua unsur masyarakat bisa tergabung dalam satu program desa wisata,” katanya saat ditemui di Rumah UMKM Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Kamis (13/8/2026).

Menurut Aris, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar keberadaan desa wisata dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.

“UMKM menjadi salah satu potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di Desa Bawang. Produk makanan olahan hingga kerajinan warga dapat dikemas menjadi bagian dari paket wisata sekaligus menjadi oleh-oleh khas desa,” jelasnya.

Kalau saya lihat, produk paling penting untuk mengemas desa wisata selain wisata alam adalah UMKM. Keterlibatan penuh masyarakat, mulai dari pengrajin hingga masyarakat yang memiliki produksi pangan, menjadi daya tarik yang luar biasa.

“Dengan konsep tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati objek wisata, tetapi juga dapat mengenal produk dan aktivitas masyarakat setempat. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pemasaran produknya. Selain UMKM, pendampingan juga menyasar generasi muda Desa Bawang,” terangnya.

Aris juga mengatakan, anak muda perlu memiliki kepedulian terhadap potensi yang ada di lingkungan mereka sendiri. Sebab, berdasarkan hasil pemetaan awal, masih terdapat sejumlah potensi yang belum diketahui atau belum disadari oleh masyarakat setempat.

“Harapannya anak-anak muda bisa memiliki awareness atau kepedulian tinggi terhadap pengembangan desanya. Ketika kami berkeliling tadi, ditemukan banyak potensi yang teman-teman sendiri tidak menyadarinya,” harapnya.

Karena itu, generasi muda didorong untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi desa agar memiliki nilai tambah. Teman-teman muda hendaknya terus berinovasi, terus belajar, atau mencari ilmu sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan potensi desanya menjadi desa wisata unggulan.

“Selama program pendampingan, tim akan melakukan pemetaan potensi sekaligus memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM dan pengelola desa wisata. Program tersebut berlangsung sekitar 60 hari. Namun, pendampingan dan pemantauan diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar dia.

Menurut Aris, keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur dari tersusunnya paket wisata, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelolanya hingga produk dan jasa yang ditawarkan benar-benar dapat dipasarkan.

“Harapannya hasil akhirnya adalah pemberdayaan masyarakat dan sektor ekonomi yang bertambah baik, baik anak-anak muda, ibu-ibu, maupun masyarakat yang bisa bergabung,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, masyarakat, dan generasi muda, Desa Wisata Bawang diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Batang. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Batang Perluas Perlindungan bagi Pelaku UMKM dan KWT BPJS Ketenagakerjaan Batang Perluas Perlindungan bagi Pelaku UMKM dan KWT
BPJS Ketenagakerjaan Batang Perluas Perlindungan bagi Pelaku UMKM dan KWT
Batang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batang terus memperluas edukasi dan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Wanita Tani (KWT).
13 Ags 2026 Jumadi 97
Mahasiswa KKN Undip Petakan Kualitas Air Tanah di Desa Kedungsegog Mahasiswa KKN Undip Petakan Kualitas Air Tanah di Desa Kedungsegog
Mahasiswa KKN Undip Petakan Kualitas Air Tanah di Desa Kedungsegog
Batang - Air minum dan air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia yang dapat diperoleh dari sumur gali atau awam dimengerti sebagi air tanah. Pada daerah yang dekat dengan pesisir, air tanah dapat tercemar oleh intrusi air asin yang berasal dari lautan, menyebabkan kualitas air tanah yang memburuk. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Reguler Universitas Diponegoro Semarang melakukan pemetaan Kualitas Air Tanah (KAT) yang dilaksanakan di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Kamis (1382026).
13 Ags 2026 Jumadi 69
Ketua DPRD Batang Minta, Paskibraka Disiplin dan Kekompakan Jadi Kunci Ketua DPRD Batang Minta, Paskibraka Disiplin dan Kekompakan Jadi Kunci
Ketua DPRD Batang Minta, Paskibraka Disiplin dan Kekompakan Jadi Kunci
Batang - Ketua DPRD Batang Suudi memberikan motivasi kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tengah menjalani pemusatan latihan di halaman Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1382026).
13 Ags 2026 Jumadi 60
Hampir 70 Persen Anggaran Perubahan APBD Batang 2026 Dialokasikan untuk Infrastruktur Jalan Hampir 70 Persen Anggaran Perubahan APBD Batang 2026 Dialokasikan untuk Infrastruktur Jalan
Hampir 70 Persen Anggaran Perubahan APBD Batang 2026 Dialokasikan untuk Infrastruktur Jalan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama DPRD menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026. Persetujuan bersama tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna di Ruang Paripurna Kabupaten Batang, Kamis (1382026).
13 Ags 2026 Jumadi 51
Pemkab Batang Dorong Penganekaragaman Pangan Lewat Lomba Masak Non-Beras dan Non-Terigu Pemkab Batang Dorong Penganekaragaman Pangan Lewat Lomba Masak Non-Beras dan Non-Terigu
Pemkab Batang Dorong Penganekaragaman Pangan Lewat Lomba Masak Non-Beras dan Non-Terigu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) menggelar lomba kreasi olahan pangan lokal berbahan non-beras dan non-terigu di halaman Kantor PKK Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1382026).
13 Ags 2026 Jumadi 95
Dishub Batang Kencangkan Pengawasan, Wanti-wanti Jukir Jangan 'Nilap' Setoran Dishub Batang Kencangkan Pengawasan, Wanti-wanti Jukir Jangan 'Nilap' Setoran
Dishub Batang Kencangkan Pengawasan, Wanti-wanti Jukir Jangan 'Nilap' Setoran
Batang - Waktu terus berjalan, tetapi pundi-pundi retribusi parkir Kabupaten Batang masih menyisakan celah. Memasuki triwulan ketiga 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang harus memutar otak demi mengejar defisit setoran yang belum menyentuh ritme ideal.
13 Ags 2026 Jumadi 77