Kembalikan Emas Kopi Tombo, Upaya Tumbuhkan Ekonomi dan Menjaga Lingkungan

Rabu, 12 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 229 kali Ekonomi
Kembalikan Emas Kopi Tombo, Upaya Tumbuhkan Ekonomi dan Menjaga Lingkungan
BPI Batang gelar Bimtek Budidaya Kopi Arabika bagi para petani Desa Tombo di Pondok Sidawung, Kabupaten Batang.
Batang - Jauh sebelum kopi menjadi bagian dari tren gaya hidup seperti sekarang, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, telah lebih dulu mengenal komoditas ini. Sejak masa Belanda, Tombo dikenal memiliki kekayaan kopi yang bahkan pernah dipasarkan hingga ke pasar internasional. Kopi menjadi salah satu kekuatan pertanian masyarakat dan bagian dari identitas desa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Batang - Jauh sebelum kopi menjadi bagian dari tren gaya hidup seperti sekarang, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, telah lebih dulu mengenal komoditas ini. Sejak masa Belanda, Tombo dikenal memiliki kekayaan kopi yang bahkan pernah dipasarkan hingga ke pasar internasional. Kopi menjadi salah satu kekuatan pertanian masyarakat dan bagian dari identitas desa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, perjalanan kopi Tombo tidak selalu berada di masa kejayaannya. Persaingan pasar yang semakin ketat dan berbagai tantangan dalam pengelolaan komoditas membuat kopi perlahan tergeser oleh tanaman lain, termasuk karet dan teh. Seiring waktu, kejayaan kopi Tombo pun tidak lagi sekuat masa sebelumnya.

Kini, semangat untuk kembali menguatkan potensi “emas” dari Tombo itu mulai tumbuh. Masyarakat, termasuk generasi muda desa, mulai melihat kopi bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai peluang ekonomi yang masih memiliki masa depan.

Di saat yang sama, pengembangan kopi juga dipandang dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga fungsi lingkungan, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kopi Arabika bagi para petani Desa Tombo di Pondok Sidawung, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026).

Salah satu peserta Tarmujo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program DAS Lestari, yang mendorong pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Para petani mendapatkan pengetahuan praktis mengenai budidaya kopi Arabika, mulai dari teknik penanaman hingga pengelolaan hama dan penyakit tanaman. Burohim dan Anang dari Petani Kopi Surjo hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung di lahan petani,” jelasnya.

Antusiasme terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, terutama mengenai hama dan penyakit tanaman yang menjadi salah satu tantangan dalam menjaga pertumbuhan dan produktivitas kopi. Bagi para petani, pengetahuan tersebut bukan sekadar materi pelatihan. Apa yang dipelajari akan dibawa kembali ke kebun dan menjadi bekal dalam merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

“Pelatihan tersebut juga memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tahapan budidaya kopi. Untuk pelatihan hari ini, mulai dari penanaman sampai dengan pengetahuan dan penanganan hama dan penyakitnya sudah cukup jelas. Ke depan akan saya terapkan dan saya pahami dalam pengelolaan tanaman kopi,” terangnya.

Kepala Desa Tombo Mustajab melihat antusiasme para petani sebagai modal penting untuk kembali memperkuat pengembangan kopi di desanya. Alhamdulillah, petani sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak pertanyaan yang disampaikan, dan mudah-mudahan pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung keberhasilan pengembangan kopi Arabika di Desa Tombo. Kami berharap dari tahap awal hingga pelaksanaan nantinya dapat berjalan baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Penguatan budidaya tersebut kemudian dilanjutkan dengan dukungan bibit. Sebanyak 5.400 bibit kopi Arabika disiapkan untuk mendukung penanaman di lahan petani. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah (CDK IV) terhadap 27 bidang tanah, bibit tersebut direncanakan disalurkan kepada 13 petani untuk ditanam menjelang musim hujan,” tuturnya.

Proses tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemerintah Desa Tombo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), CDK Wilayah IV, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Bagi BPI, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit. Pengetahuan dan kemampuan petani perlu diperkuat agar masyarakat mampu mengelola potensi tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager Stakeholder Relation PT BPI Aryamir H. Sulasmoro mengatakan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.

“Dukungan terhadap masyarakat tidak hanya berupa penyediaan bibit, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan kemampuan petani dapat terus berkembang. Melalui kegiatan ini, kami berharap petani memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan kopi Arabika sekaligus mengelola lahan secara berkelanjutan,” ujar dia.

Dengan demikian, proses pengembangan tidak berhenti ketika kegiatan pelatihan selesai. Pengetahuan akan diteruskan ke kebun, bibit akan ditanam dan dirawat, sementara proses pendampingan diharapkan dapat membantu petani menghadapi tantangan selama tanaman tumbuh.

“Karena bagi masyarakat Tombo, “emas” kopi bukan hanya tentang buah yang dipanen. Ia adalah tentang nilai ekonomi yang tumbuh di tangan petani, pengetahuan yang diwariskan kepada generasi berikutnya, dan lahan yang tetap terjaga untuk kehidupan di masa depan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 104
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 127
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 150
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 147
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 103
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 177