Kembalikan Emas Kopi Tombo, Upaya Tumbuhkan Ekonomi dan Menjaga Lingkungan

Rabu, 12 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 21 kali Ekonomi
Kembalikan Emas Kopi Tombo, Upaya Tumbuhkan Ekonomi dan Menjaga Lingkungan
BPI Batang gelar Bimtek Budidaya Kopi Arabika bagi para petani Desa Tombo di Pondok Sidawung, Kabupaten Batang.
Batang - Jauh sebelum kopi menjadi bagian dari tren gaya hidup seperti sekarang, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, telah lebih dulu mengenal komoditas ini. Sejak masa Belanda, Tombo dikenal memiliki kekayaan kopi yang bahkan pernah dipasarkan hingga ke pasar internasional. Kopi menjadi salah satu kekuatan pertanian masyarakat dan bagian dari identitas desa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Batang - Jauh sebelum kopi menjadi bagian dari tren gaya hidup seperti sekarang, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, telah lebih dulu mengenal komoditas ini. Sejak masa Belanda, Tombo dikenal memiliki kekayaan kopi yang bahkan pernah dipasarkan hingga ke pasar internasional. Kopi menjadi salah satu kekuatan pertanian masyarakat dan bagian dari identitas desa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, perjalanan kopi Tombo tidak selalu berada di masa kejayaannya. Persaingan pasar yang semakin ketat dan berbagai tantangan dalam pengelolaan komoditas membuat kopi perlahan tergeser oleh tanaman lain, termasuk karet dan teh. Seiring waktu, kejayaan kopi Tombo pun tidak lagi sekuat masa sebelumnya.

Kini, semangat untuk kembali menguatkan potensi “emas” dari Tombo itu mulai tumbuh. Masyarakat, termasuk generasi muda desa, mulai melihat kopi bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai peluang ekonomi yang masih memiliki masa depan.

Di saat yang sama, pengembangan kopi juga dipandang dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga fungsi lingkungan, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kopi Arabika bagi para petani Desa Tombo di Pondok Sidawung, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026).

Salah satu peserta Tarmujo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program DAS Lestari, yang mendorong pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Para petani mendapatkan pengetahuan praktis mengenai budidaya kopi Arabika, mulai dari teknik penanaman hingga pengelolaan hama dan penyakit tanaman. Burohim dan Anang dari Petani Kopi Surjo hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung di lahan petani,” jelasnya.

Antusiasme terlihat selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, terutama mengenai hama dan penyakit tanaman yang menjadi salah satu tantangan dalam menjaga pertumbuhan dan produktivitas kopi. Bagi para petani, pengetahuan tersebut bukan sekadar materi pelatihan. Apa yang dipelajari akan dibawa kembali ke kebun dan menjadi bekal dalam merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

“Pelatihan tersebut juga memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tahapan budidaya kopi. Untuk pelatihan hari ini, mulai dari penanaman sampai dengan pengetahuan dan penanganan hama dan penyakitnya sudah cukup jelas. Ke depan akan saya terapkan dan saya pahami dalam pengelolaan tanaman kopi,” terangnya.

Kepala Desa Tombo Mustajab melihat antusiasme para petani sebagai modal penting untuk kembali memperkuat pengembangan kopi di desanya. Alhamdulillah, petani sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak pertanyaan yang disampaikan, dan mudah-mudahan pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung keberhasilan pengembangan kopi Arabika di Desa Tombo. Kami berharap dari tahap awal hingga pelaksanaan nantinya dapat berjalan baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Penguatan budidaya tersebut kemudian dilanjutkan dengan dukungan bibit. Sebanyak 5.400 bibit kopi Arabika disiapkan untuk mendukung penanaman di lahan petani. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah (CDK IV) terhadap 27 bidang tanah, bibit tersebut direncanakan disalurkan kepada 13 petani untuk ditanam menjelang musim hujan,” tuturnya.

Proses tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemerintah Desa Tombo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), CDK Wilayah IV, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Bagi BPI, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit. Pengetahuan dan kemampuan petani perlu diperkuat agar masyarakat mampu mengelola potensi tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager Stakeholder Relation PT BPI Aryamir H. Sulasmoro mengatakan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.

“Dukungan terhadap masyarakat tidak hanya berupa penyediaan bibit, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan kemampuan petani dapat terus berkembang. Melalui kegiatan ini, kami berharap petani memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan kopi Arabika sekaligus mengelola lahan secara berkelanjutan,” ujar dia.

Dengan demikian, proses pengembangan tidak berhenti ketika kegiatan pelatihan selesai. Pengetahuan akan diteruskan ke kebun, bibit akan ditanam dan dirawat, sementara proses pendampingan diharapkan dapat membantu petani menghadapi tantangan selama tanaman tumbuh.

“Karena bagi masyarakat Tombo, “emas” kopi bukan hanya tentang buah yang dipanen. Ia adalah tentang nilai ekonomi yang tumbuh di tangan petani, pengetahuan yang diwariskan kepada generasi berikutnya, dan lahan yang tetap terjaga untuk kehidupan di masa depan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Mahasiswa KKN-T Undip Kembangkan Website SIJALU untuk GAPOKTAN Kluwih Mahasiswa KKN-T Undip Kembangkan Website SIJALU untuk GAPOKTAN Kluwih
Mahasiswa KKN-T Undip Kembangkan Website SIJALU untuk GAPOKTAN Kluwih
Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU-036 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengembangkan laman Sistem Informasi Jagung Kluwih (SIJALU) untuk membantu Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, memantau proses pengeringan dan mengelola data hasil panen jagung.
12 Ags 2026 Jumadi 18
Mahasiswa KKNT IDBU-36 Kenalkan Pemantauan Berbasis Sensor DHT pada SIJALU Mahasiswa KKNT IDBU-36 Kenalkan Pemantauan Berbasis Sensor DHT pada SIJALU
Mahasiswa KKNT IDBU-36 Kenalkan Pemantauan Berbasis Sensor DHT pada SIJALU
Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU-36 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberikan pendampingan kepada Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang dalam mengoptimalkan penggunaan Mesin Pengering Jagung Kluwih (SIJALU) berbasis sensor DHT untuk mendukung proses pengeringan jagung yang lebih terkontrol.
12 Ags 2026 Jumadi 50
Gebyar PAUD Batang, Jadi Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi Gebyar PAUD Batang, Jadi Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi
Gebyar PAUD Batang, Jadi Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang menggelar Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2026 di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1282026). Kegiatan yang mengusung tema "Sayangi Anak, Tumbuhkan Potensi, Bangun Masa Depan Bersama Bunda PAUD Kabupaten Batang" tersebut menjadi wadah bagi anak-anak PAUD untuk berekspresi, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi melalui kegiatan yang menyenangkan.
12 Ags 2026 Jumadi 22
TK Pucuk Mekar Bawang Raih Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang TK Pucuk Mekar Bawang Raih Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang
TK Pucuk Mekar Bawang Raih Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang
Batang - TK Pucuk Mekar Kecamatan Bawang ditetapkan sebagai Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Kurniawan dalam acara Gebyar PAUD di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1282026).
12 Ags 2026 Jumadi 18
Mahasiswa Undip, Latih Petani Sulap Limbah Jagung jadi Pakan Alternatif Mahasiswa Undip, Latih Petani Sulap Limbah Jagung jadi Pakan Alternatif
Mahasiswa Undip, Latih Petani Sulap Limbah Jagung jadi Pakan Alternatif
Batang - Limbah jagung pascapanen maupun tanaman yang terpaksa gagal panen akibat penyakit, kerap kali hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk di ladang oleh para petani. Padahal, jika dikelola dengan teknik yang tepat, limbah tersebut menyimpan potensi besar untuk disulap menjadi pakan ternak alternatif bernilai gizi tinggi.
11 Ags 2026 Jumadi 76
Semarak HUT Ke-81 RI, Pemkab Batang Gelar Lomba Bakiak dan Tarik Tambang Semarak HUT Ke-81 RI, Pemkab Batang Gelar Lomba Bakiak dan Tarik Tambang
Semarak HUT Ke-81 RI, Pemkab Batang Gelar Lomba Bakiak dan Tarik Tambang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar lomba bakiak dan tarik tambang dalam rangka Memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1182026), diikuti 34 tim yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang se-Kabupaten Batang.
11 Ags 2026 Jumadi 151