Waspadai Carrier Tanpa Gejala, Dinkes dan POPTI Batang Gencarkan Screening Pranikah

Selasa, 11 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 130 kali Kesehatan
Waspadai Carrier Tanpa Gejala, Dinkes dan POPTI Batang Gencarkan Screening Pranikah
Dinkes Batang menggelar Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan PKG di Aula Dinkes Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Ancaman penyakit genetik thalassemia di Kabupaten Batang terus mendapat perhatian serius. Guna menekan angka penderita baru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang merangkul Perhimpunan Orang Tua Penyandang Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang untuk mengintegrasikan screening thalassemia ke dalam program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di 21 Puskesmas.

Batang - Ancaman penyakit genetik thalassemia di Kabupaten Batang terus mendapat perhatian serius. Guna menekan angka penderita baru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang merangkul Perhimpunan Orang Tua Penyandang Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang untuk mengintegrasikan screening thalassemia ke dalam program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di 21 Puskesmas.

Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan PKG di Aula Dinkes Batang, Kabupaten Batang, Selasa (11/8/2026). Melalui kerja sama ini, layanan PKG di tingkat Puskemas tidak lagi sebatas pemeriksaan umum, melainkan difokuskan pula pada deteksi dini kelainan darah tersebut.

Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menegaskan, pentingnya perluasan fungsi PKG untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Harapan kami, kegiatan PKG ini bisa dikolaborasikan dengan screening thalassemia. Karena thalassemia masih menjadi masalah di Indonesia, bahkan di Kabupaten Batang juga masih cukup banyak penderitanya.

“Deteksi dini ini dilakukan melalui prosedur tes darah sederhana, mencakup pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan complete blood count (CBC). Demi kelancaran program di lapangan, Ida menginstruksikan para petugas teknis di seluruh Puskesmas untuk memberikan dukungan penuh,” jelasnya.

Mohon bantuan dari teman-teman semua, programmer PTM Keswa di Puskesmas untuk meluangkan waktu melakukan pengambilan darah untuk screening thalassemia.

Pentingnya Pemeriksaan Pranikah dan Penghentian Stigma

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang menyerang sistem pembentukan hemoglobin. Jika pasangan suami istri sama-sama membawa sifat (carrier), risiko melahirkan anak dengan thalassemia mayor akan sangat tinggi. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan sejak usia remaja hingga fase menjelang pernikahan menjadi krusial.

“Screening kesehatan pranikah itu penting. Kalau diketahui sejak awal, sejak anak-anak maupun remaja, harapannya kita bisa berkontribusi dalam upaya pencegahan bertambahnya kasus thalassemia di Kabupaten Batang,” terangnya.

Di samping deteksi medis, Ida menyoroti pentingnya penerimaan sosial bagi para penderita. Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan pandangan miring terhadap para penyandang thalassemia.

“Penderita thalassemia itu tidak butuh dikasihani dalam arti pandangan negatif, tetapi butuh dukungan positif dari kita semua. Butuh dukungan, butuh diterima,” tegasnya.

Bahaya Latent Pembawa Sifat (Carrier)

Dukungan medis atas langkah Dinkes ini disampaikan oleh dokter spesialis anak RSUD Batang sekaligus pembina POPTI Batang Tan Evi Susanti. Ia memaparkan bahwa kelainan pada hemoglobin menyebabkan sel darah merah penderita menjadi rapuh dan mudah rusak, yang berujung pada anemia kronis.

“Bahwa banyak orang tidak sadar dirinya merupakan pembawa sifat (carrier atau thalassemia minor) karena tidak menunjukkan gejala klinis yang berat. Pembawa sifat atau carrier bisa saja tidak menunjukkan kondisi seperti penderita thalassemia mayor. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui status seseorang,” ungkapnya.

Pada tingkat thalassemia mayor, pasien harus bergantung pada prosedur transfusi darah seumur hidup yang dilakukan rutin setiap dua hingga empat minggu. Dampaknya tidak main-main, mulai dari anemia berat, wajah pucat, pembesaran organ hati dan limpa, hingga gangguan tumbuh kembang.

“Tak hanya itu, prosedur transfusi yang berulang memicu penumpukan zat besi berbahaya di dalam tubuh, sehingga pasien wajib menjalani terapi kelasi besi untuk mencegah komplikasi organ,” pungkasnya.

Mengingat beratnya penanganan medis tersebut, edukasi mengenai screening darah sebelum menikah kini menjadi prioritas utama kolaborasi Dinkes dan POPTI, yang juga gencar disosialisasikan hingga ke sekolah-sekolah tingkat SMA di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

TK Pucuk Mekar Bawang Raih Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang TK Pucuk Mekar Bawang Raih Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang
TK Pucuk Mekar Bawang Raih Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang
Batang - TK Pucuk Mekar Kecamatan Bawang ditetapkan sebagai Juara PAUD Teladan Kabupaten Batang 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Batang Faelasufa Faiz Kurniawan dalam acara Gebyar PAUD di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1282026).
12 Ags 2026 Jumadi 10
Mahasiswa KKNT IDBU-36 Kenalkan Pemantauan Berbasis Sensor DHT pada SIJALU Mahasiswa KKNT IDBU-36 Kenalkan Pemantauan Berbasis Sensor DHT pada SIJALU
Mahasiswa KKNT IDBU-36 Kenalkan Pemantauan Berbasis Sensor DHT pada SIJALU
Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IDBU-36 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberikan pendampingan kepada Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang dalam mengoptimalkan penggunaan Mesin Pengering Jagung Kluwih (SIJALU) berbasis sensor DHT untuk mendukung proses pengeringan jagung yang lebih terkontrol.
12 Ags 2026 Jumadi 43
Kembalikan Emas Kopi Tombo, Upaya Tumbuhkan Ekonomi dan Menjaga Lingkungan Kembalikan Emas Kopi Tombo, Upaya Tumbuhkan Ekonomi dan Menjaga Lingkungan
Kembalikan Emas Kopi Tombo, Upaya Tumbuhkan Ekonomi dan Menjaga Lingkungan
Batang - Jauh sebelum kopi menjadi bagian dari tren gaya hidup seperti sekarang, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, telah lebih dulu mengenal komoditas ini. Sejak masa Belanda, Tombo dikenal memiliki kekayaan kopi yang bahkan pernah dipasarkan hingga ke pasar internasional. Kopi menjadi salah satu kekuatan pertanian masyarakat dan bagian dari identitas desa yang diwariskan dari generasi ke generasi.
12 Ags 2026 Jumadi 10
Gebyar PAUD Batang, Jadi Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi Gebyar PAUD Batang, Jadi Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi
Gebyar PAUD Batang, Jadi Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang menggelar Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2026 di Gedung Guru Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1282026). Kegiatan yang mengusung tema "Sayangi Anak, Tumbuhkan Potensi, Bangun Masa Depan Bersama Bunda PAUD Kabupaten Batang" tersebut menjadi wadah bagi anak-anak PAUD untuk berekspresi, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi melalui kegiatan yang menyenangkan.
12 Ags 2026 Jumadi 12
Mahasiswa Undip, Latih Petani Sulap Limbah Jagung jadi Pakan Alternatif Mahasiswa Undip, Latih Petani Sulap Limbah Jagung jadi Pakan Alternatif
Mahasiswa Undip, Latih Petani Sulap Limbah Jagung jadi Pakan Alternatif
Batang - Limbah jagung pascapanen maupun tanaman yang terpaksa gagal panen akibat penyakit, kerap kali hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk di ladang oleh para petani. Padahal, jika dikelola dengan teknik yang tepat, limbah tersebut menyimpan potensi besar untuk disulap menjadi pakan ternak alternatif bernilai gizi tinggi.
11 Ags 2026 Jumadi 76
Semarak HUT Ke-81 RI, Pemkab Batang Gelar Lomba Bakiak dan Tarik Tambang Semarak HUT Ke-81 RI, Pemkab Batang Gelar Lomba Bakiak dan Tarik Tambang
Semarak HUT Ke-81 RI, Pemkab Batang Gelar Lomba Bakiak dan Tarik Tambang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar lomba bakiak dan tarik tambang dalam rangka Memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1182026), diikuti 34 tim yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang se-Kabupaten Batang.
11 Ags 2026 Jumadi 146