Batang - Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang hingga saat ini masih dioptimalkan oleh BPS Batang, ternyata tak hanya menyasar pelaku UMKM maupun perusahaan besar. Terbukti, para petugas sensus pun secara telaten mendampingi para tenaga administrasi pada lingkup Disdikbud jenjang SD dan SMP untuk mendata karakteristik sekolah seperti pendapatan serta pengeluaran sekolah.
Batang - Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), yang hingga saat ini masih dioptimalkan oleh BPS Batang, ternyata tak hanya menyasar pelaku UMKM maupun perusahaan besar. Terbukti, para petugas sensus pun secara telaten mendampingi para tenaga administrasi pada lingkup Disdikbud jenjang SD dan SMP untuk mendata karakteristik sekolah seperti pendapatan serta pengeluaran sekolah.
Kepala BPS Batang Heni Djumadi menyasar SD dan SMP yang bernaung di bawah Disdikbud, dengan mengoptimalkan media Ngisi Bareng (Ngibar), yang disentralkan di salah satu sekolah dasar. Meskipun tajuk utamanya Sensus Ekonomi, namun lembaga pendidikan pun tak luput dari pendataan para petugas, hal ini karena di dalamnya ada aktivitas pengelolaan Dana BOS.
“Dari BOS itu kan pendapatan dan akan dikeluarkan lagi, sehingga ketemu lah berapa rasio pendapatan dan pengeluaran usaha di tiap sektor. Itu jadi salah satu komponen pertumbuhan ekonomi, semuanya akan jadi satu kesatuan jaringan, dari sektor UMKM, pendidikan termasuk sektor kesehatan,” katanya, saat ditemui di Kantornya, Selasa (11/8/2026).
Dalam waktu dekat, para petugas Sensus Ekonomi 2026 juga akan melakukan Nyacah Bareng (Nyabar), untuk mengetahui data pelaku usaha di pusat konsentrasi perekonomian kota. Di sisi lain, masyarakat khususnya pelaku UMKM online diharapkan kooperatif dalam memberikan data, karena akan bermanfaat bagi kemajuan usahanya.
“Contohnya dengan pelaku usaha online terdata selama proses Sensus Ekonomi 2026, apabila ke depan pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan kemudahan akses, tentu manfaatnya dirasakan langsung,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Batang Hartono berterima kasih dengan kehadiran BPS membantu para petugas teknis melakukan Ngibar. Pengisian data secara bersama-sama, tentunya membantu agar data yang didapat lebih akurat.
“Datanya terkait dari mana saja pemasukan sekolah, maupun pengeluarannya untuk apa saja. Misalnya, perolehan Dana BOS dalam satu tahun, perolehan gaji dan lainnya, sesuai data sebenarnya,” terangnya.
Kemanfaatan Sensus Ekonomi bagi dunia pendidikan, secara khusus nantinya diketahui sejauh mana kualitas sarana prasarana maupun pemasukan dan pengeluaran di suatu sekolah.
“Semoga manfaatnya tahun-tahun ke depan bisa meningkatkan kualitas sarana prasarana, untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)