Batang - Kebiasaan malas gerak atau mager yang rawan dialami generasi z, masih menjadi perhatian kalangan pendidik maupun medis karena dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi fisik serta mental remaja. Menyikapi hal tersebut, Puskesmas Batang 1 melakukan cek kebugaran tubuh atau rockport bagi ratusan siswa, untuk mengetahui sejauh mana kesehatan di era serba digital ini.
Batang - Kebiasaan malas gerak atau mager yang rawan dialami generasi z, masih menjadi perhatian kalangan pendidik maupun medis karena dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi fisik serta mental remaja. Menyikapi hal tersebut, Puskesmas Batang 1 melakukan cek kebugaran tubuh atau rockport bagi ratusan siswa, untuk mengetahui sejauh mana kesehatan di era serba digital ini.
Tenaga Medis Puskesmas Batang 1 Susanto mengoptimalkan metode rockport untuk mengukur kapasitas jantung dan paru-paru. Metode tersebut sangat tepat digunakan untuk mengetahui kondisi kebugaran tubuh, terlebih generasi z yang terbiasa dengan minimnya aktivitas fisik.
“Ini diilhami dari pengamatan kami, banyaknya generasi z yang sekarang lebih sering berdiam diri dan asyik dengan bermain gawai yang sebetulnya kurang baik untuk kesehatan tubuh. Rockport ini dilakukan dengan berlari sejauh satu kilometer atau setara dengan tiga kali putaran lapangan Dracik,” katanya, saat ditemui di SMK Negeri 1 Batang, Kabupaten Batang, Jumat (31/7/2026).
Hal ini penting untuk membandingkan kondisi kedua organ tubuh tersebut, sebelum dan sesudah beraktivitas fisik. Kita supaya tahu denyut jantung, nadi dan napas untuk mengukur kesehatan paru-paru.
“Dari hasil pemeriksaan beberapa hari, belum ditemukan remaja yang terindikasi penyakit tidak menular (PTM). Justru yang sering dialami banyaknya yang mengalami karang gigi, diakibatkan pola menjaga kesehatan yang kurang tepat dan konsumsi manis berlebihan. Contohnya pola sikat gigi seringnya dilakukan saat mandi, padahal yang disarankan adalah waktu setelah sarapan dan sebelum tidur,” jelasnya.
Selain cek kebugaran tubuh, layanan yang diberikan berupa cek tekanan darah, cek gula darah dan cek kesehatan mata. Pemeriksaan intens dilakukan di sejumlah SMA/SMK di Kota Batang agar hasil optimal dan dapat dilakukan langkah penanganan sesegera mungkin.
Penanggungjawab Kesehatan SMK Negeri 1 Batang Hendis Wiyantoro memastikan dari hasil pemeriksaan beberapa hari, belum ditemukan siswa yang terindikasi PTM. Hanya saja, ditemukan sejumlah siswa yang mengalami karang gigi dan mata minus yang sudah lama diderita.
“Bagi mereka yang terindikasi kedua hal tersebut dirujuk ke fasyankes terdekat untuk diperiksa. Perbedaannya jelas antara sebelum diperiksa dan setelah mendapat penanganan, tentu berpengaruh pada prestasi, misalnya mata minus, penglihatan jadi lebih jelas dan mudah memahami materi pelajaran,” terangnya.
Salah satu siswi, Dini kelas X jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, merasa beruntung mengikuti prosedur pemeriksaan dan cek kebugaran tubuh karena mambantu mengetahui kondisi kesehatan. Hal ini berdampak positif bagi kalangan generasi z yang seringkali malas beraktivitas fisik, sehingga kegiatan fisik yang diinisiasi Puskemas bermanfaat untuk mengukur daya tahan tubuh.
“Tadi sudah cek mata, gigi, telinga dan mulut Alhamdulillah baik semua. Ini barusan lari tiga kali putaran, wah mantap dan ini bagus banget buat kami yang sering mager dan nggak suka olahraga, nah kalau dicek kan bisa tahu kekurangan dan bisa dievaluasi,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)