Nyadran Alas Pandawa, Bukti Gotong Royong dan Komunikasi Warga Menjaga Tradisi

Kamis, 23 Juli 2026 Jumadi Dibaca 293 kali Seni dan Budaya
Nyadran Alas Pandawa, Bukti Gotong Royong dan Komunikasi Warga Menjaga Tradisi
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo (kanan), menghadiri Nyadran Alas Pandawa di Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.
Batang Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali terlihat dalam tradisi Nyadran Alas Pandawa yang digelar masyarakat Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi antarwarga.

Batang – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali terlihat dalam tradisi Nyadran Alas Pandawa yang digelar masyarakat Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi antarwarga.

Kepala Desa Kreyo Suryoto mengatakan, Nyadran Alas Pandawa bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

“Melalui Nyadran Alas Pandawa, kami ingin mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan, menghormati warisan leluhur, serta melestarikan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” katanya saat ditemui di Desa Kreyo Kecamatan Wonotunggal, Kabupan Batang, Kamis (23/7/2026).

Ia juga menceritakan, asal usul Alas Pandawa sendiri dahulu kala ada putri raja yang sembunyi di hutan dengan para pengawalnya dari kejaran tentara Belanda, semalam suntuk beliau sembunyi sambil bertapa /semedi berdoa supaya para tentara pergi. Setelah pagi tentara belanda sudah pergi kearah Selatan sambil memberi nama hutan tersebut alas siji (Wonotunggal).

“Sampai sekarang orang jahat kalau ke Alas Pandawa selalu apes. konon putri raja dulu disitu membawa banyak pengawal yaitu tentara kraton yang tidak berani kembali ke kraton karena gusti ayu putri meninggal disitu, para tentara itu katanya sampai muksa. dan menurut cerita sampai sekarang tentara tersebut masih berjaga, dan masih merekrut / menerima tentara baru. Katanya kalau ada warga yang bertulang kuning didesa tersebut biasanya meninggal sebelum menikah, karena dijadikan tantara,” jelasnya.

Surryoto juga menyampaikan, selain doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan keselamatan masyarakat, kegiatan juga menjadi ruang komunikasi antarwarga. Berbagai persoalan lingkungan maupun pembangunan desa dapat dibahas secara santai dalam suasana penuh kekeluargaan, sehingga memperkuat sinergi dalam membangun Desa Kreyo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Bambang Suryantoro Soedibyo mengapresiasi masyarakat Desa Kreyo yang terus menjaga tradisi budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

“Tradisi seperti Nyadran Alas Pandawa memiliki nilai sosial yang sangat tinggi. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang menjadi modal utama dalam pembangunan desa,” terangnya.

Masyarakat yang hadir berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin dikenal masyarakat luas. Mereka juga mengajak generasi muda untuk ikut terlibat secara aktif agar nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan tetap lestari.

“Melalui Nyadran Alas Pandawa, Desa Kreyo menunjukkan bahwa tradisi bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga menjadi perekat sosial yang memperkuat komunikasi, gotong royong, dan keharmonisan masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi fondasi dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Kabupaten Batang yang berbudaya dan berdaya saing,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Waliyatul Nikmah/Jumadi)

Berita Lainnya

Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Puskesmas Ajak Siswa SMAN 1 Bandar Melek Penyakit
Batang - SMA Negeri 1 Bandar bersama Puskesmas Bandar 1 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini diikuti oleh siswa dan para guru, dengan tujuan memastikan kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit tidak menular.
06 Okt 2026 Jumadi 128
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 154
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Narasi Hoaks Beredar di Medsos, Dinkes Batang Pastikan Biaya Berobat Balita di Reban Diganti
Batang - Keluarga Muhammad Raeza Afkarian (3), bocah asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, akhirnya meluruskan simpang siur informasi yang viral di media sosial terkait dugaan penanganan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
06 Okt 2026 Jumadi 172
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 165
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Evaluasi Kinerja, Pemkab Batang Amankan Gaji 2.752 PPPK Paruh Waktu Lewat APBD
Batang - Roda keberuntungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Batang resmi berputar per 1 Oktober 2026. Dari total 2.824 pegawai yang diangkat pada 2025 lalu, kini tersisa 2.752 orang yang masuk dalam usulan perpanjangan kontrak. Sebanyak 72 posisi resmi tereliminasi dari daftar. Penyusutan jumlah ini bukan semata-mata karena sanksi atau hasil evaluasi kinerja yang buruk.
06 Okt 2026 Jumadi 123
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
DPRD CUP Batang Digelar, Upaya PBSI Percepat Kaderisasi Atlet Muda
Batang  - Atlet bulu tangkis di eks-Karesidenan Pekalongan kembali mendapat panggung untuk unjuk kebolehan dengan berkompetisi di ajang Kejuaraan DPRD Cup 2026, yang diinisiasi oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Batang. Potensi atlet terus dioptimalkan oleh PBSI Batang dengan memberikan ruang bagi pebulu tangkis pra dini hingga remaja, mengingat kesempatan yang masih terbuka lebar nantinya untuk mengikuti ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
05 Okt 2026 Jumadi 195