Nyadran Alas Pandawa, Bukti Gotong Royong dan Komunikasi Warga Menjaga Tradisi

Kamis, 23 Juli 2026 Jumadi Dibaca 26 kali Seni dan Budaya
Nyadran Alas Pandawa, Bukti Gotong Royong dan Komunikasi Warga Menjaga Tradisi
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo (kanan), menghadiri Nyadran Alas Pandawa di Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.
Batang Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali terlihat dalam tradisi Nyadran Alas Pandawa yang digelar masyarakat Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi antarwarga.

Batang – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali terlihat dalam tradisi Nyadran Alas Pandawa yang digelar masyarakat Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi antarwarga.

Kepala Desa Kreyo Suryoto mengatakan, Nyadran Alas Pandawa bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

“Melalui Nyadran Alas Pandawa, kami ingin mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan, menghormati warisan leluhur, serta melestarikan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” katanya saat ditemui di Desa Kreyo Kecamatan Wonotunggal, Kabupan Batang, Kamis (23/7/2026).

Ia juga menceritakan, asal usul Alas Pandawa sendiri dahulu kala ada putri raja yang sembunyi di hutan dengan para pengawalnya dari kejaran tentara Belanda, semalam suntuk beliau sembunyi sambil bertapa /semedi berdoa supaya para tentara pergi. Setelah pagi tentara belanda sudah pergi kearah Selatan sambil memberi nama hutan tersebut alas siji (Wonotunggal).

“Sampai sekarang orang jahat kalau ke Alas Pandawa selalu apes. konon putri raja dulu disitu membawa banyak pengawal yaitu tentara kraton yang tidak berani kembali ke kraton karena gusti ayu putri meninggal disitu, para tentara itu katanya sampai muksa. dan menurut cerita sampai sekarang tentara tersebut masih berjaga, dan masih merekrut / menerima tentara baru. Katanya kalau ada warga yang bertulang kuning didesa tersebut biasanya meninggal sebelum menikah, karena dijadikan tantara,” jelasnya.

Surryoto juga menyampaikan, selain doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan keselamatan masyarakat, kegiatan juga menjadi ruang komunikasi antarwarga. Berbagai persoalan lingkungan maupun pembangunan desa dapat dibahas secara santai dalam suasana penuh kekeluargaan, sehingga memperkuat sinergi dalam membangun Desa Kreyo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Bambang Suryantoro Soedibyo mengapresiasi masyarakat Desa Kreyo yang terus menjaga tradisi budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

“Tradisi seperti Nyadran Alas Pandawa memiliki nilai sosial yang sangat tinggi. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang menjadi modal utama dalam pembangunan desa,” terangnya.

Masyarakat yang hadir berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin dikenal masyarakat luas. Mereka juga mengajak generasi muda untuk ikut terlibat secara aktif agar nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan tetap lestari.

“Melalui Nyadran Alas Pandawa, Desa Kreyo menunjukkan bahwa tradisi bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga menjadi perekat sosial yang memperkuat komunikasi, gotong royong, dan keharmonisan masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi fondasi dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Kabupaten Batang yang berbudaya dan berdaya saing,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Waliyatul Nikmah/Jumadi)

Berita Lainnya

Peringati HAN, Pemkab Batang Ajak Masyarakat Kembalikan Kehangatan Rumah Peringati HAN, Pemkab Batang Ajak Masyarakat Kembalikan Kehangatan Rumah
Peringati HAN, Pemkab Batang Ajak Masyarakat Kembalikan Kehangatan Rumah
Batang - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap tanggal 23 Juli kerap diwarnai seremonial meriah. Namun di Kabupaten Batang, momen ini menjadi penanda alarm penting di tengah gempuran layar gawai dan ruang digital yang makin riuh, keberadaan fisik orang tua di rumah sering kali tak sejalan dengan hadirnya jiwa dan perhatian mereka.
23 Jul 2026 Jumadi 48
Fondasi Generasi Emas, Program MBG Batang Adalah Investasi Masa Depan Fondasi Generasi Emas, Program MBG Batang Adalah Investasi Masa Depan
Fondasi Generasi Emas, Program MBG Batang Adalah Investasi Masa Depan
Batang - Di balik sepiring hidangan hangat yang tersaji untuk anak-anak sekolah, ada asa besar yang sedang disemai. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sering kali disalahartikan hanya sebagai bagi-bagi makanan cuma-cuma. Padahal, bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang Benny Abidin, program ini adalah resep jangka panjang untuk mencetak manusia-manusia unggul Indonesia.
23 Jul 2026 Jumadi 111
Lahan Diratakan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Masuki Readiness Criteria Lahan Diratakan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Masuki Readiness Criteria
Lahan Diratakan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Masuki Readiness Criteria
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah. Hingga saat ini, pemenuhan dokumen Readiness Criteria sebagai syarat pembangunan telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
22 Jul 2026 Jumadi 361
BPJS Ketenagakerjaan Batang Sosialisasikan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Pendamping PKH BPJS Ketenagakerjaan Batang Sosialisasikan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Pendamping PKH
BPJS Ketenagakerjaan Batang Sosialisasikan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Pendamping PKH
Batang - Dinas Sosial Batang mengandeng BPJS Ketenagakerjaan melakukan kegiatan sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Batang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pendamping mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, baik bagi diri sendiri maupun bagi para pekerja rentan yang mereka dampingi di masyarakat.
22 Jul 2026 Jumadi 154
Kepengurusan Baru Dikukuhkan, APPSI Batang Siap Jaga Kestabilan Harga Kepengurusan Baru Dikukuhkan, APPSI Batang Siap Jaga Kestabilan Harga
Kepengurusan Baru Dikukuhkan, APPSI Batang Siap Jaga Kestabilan Harga
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mengharapkan para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mampu menjalankan fungsi dalam menjaga ketersediaan bahan pangan maupun harga yang tetap stabil. Hal ini penting, mengingat peran APPSI adalah kepanjangan tangan dari dinas terkait, dalam memastikan harga jual bahan pangan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan.
22 Jul 2026 Jumadi 108
Pemkab Batang dan Bapenda Jateng Perkuat Sinergi, Permudah Layanan Pajak Kendaraan Bermotor Pemkab Batang dan Bapenda Jateng Perkuat Sinergi, Permudah Layanan Pajak Kendaraan Bermotor
Pemkab Batang dan Bapenda Jateng Perkuat Sinergi, Permudah Layanan Pajak Kendaraan Bermotor
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui peningkatan kemudahan layanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bapenda Provinsi Jawa Tengah dan Bupati Batang di Ruang Abirawa Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).
21 Jul 2026 Jumadi 229