Antisipasi Dampak Kemarau Panjang, Dispaperta Batang Siagakan Pompa Air di 50 Desa

Senin, 20 Juli 2026 Jumadi Dibaca 155 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Antisipasi Dampak Kemarau Panjang, Dispaperta Batang Siagakan Pompa Air di 50 Desa
Sejumlah petani mananam padi di persawahan Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan akibat musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiagakan puluhan unit pompa air di 50 desa untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan akibat musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiagakan puluhan unit pompa air di 50 desa untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dini agar produktivitas sektor pertanian tetap terjaga, terutama menjelang Musim Tanam (MT) ketiga dan kemungkinan memasuki MT keempat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispaperta Batang Rini Diana Anggriani mengatakan, hingga Juni 2026 kondisi pertanaman padi masih relatif aman. Luas tanam padi tercatat mencapai 4.390 hektare dan belum terdapat laporan kekeringan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

“Berbagai upaya preventif yang telah dilakukan pemerintah, seperti rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pembangunan sarana konservasi air, memberikan dampak positif dalam menjaga pasokan air di lahan pertanian. Tahun ini cukup banyak penanganan irigasi yang dilakukan. Harapannya dapat menjadi langkah menghadapi dampak El Nino maupun musim kemarau panjang, dan saat ini sudah banyak wilayah yang tertangani melalui program tersebut,” katanya saat ditemui di Kantor Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Senin (20/7/2026).

Ia juga mengimbau, para petani untuk tidak memaksakan masa tanam apabila ketersediaan air irigasi belum mencukupi. Selain itu, petani diminta aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan apabila mulai mengalami kendala pasokan air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Sementara itu, Sekretaris Dispaperta Batang Syam Manohara mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait potensi musim kemarau yang lebih panjang.

“Kami sudah mempersiapkan berbagai langkah menghadapi musim tanam ketiga bahkan kemungkinan musim tanam keempat, terutama untuk mengantisipasi potensi kekeringan di sejumlah wilayah,” jealsnya.

Syam menjelaskan, strategi utama yang disiapkan adalah optimalisasi pemanfaatan pompa air yang telah ditempatkan di 50 desa rawan kekeringan. Secara data, di 50 desa kami sudah memiliki pompa untuk mendukung pengairan sawah pada musim tanam berikutnya. Ini menjadi salah satu langkah kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Selain pompa yang berada di desa-desa, Dispaperta juga menyiapkan sejumlah pompa cadangan yang disimpan di gudang dinas untuk digunakan apabila terjadi kondisi darurat. Sebagian pompa saat ini masih digunakan di wilayah Celapar. Selain itu, kami juga memiliki pompa cadangan di gudang yang siap didistribusikan sewaktu-waktu apabila ada wilayah yang mengalami kekurangan air,” terangnya.

Dispaperta memetakan tujuh kecamatan sebagai wilayah yang memiliki potensi lebih tinggi terdampak kekeringan, yaitu Kecamatan Pecalungan, Reban, Tersono, Bawang, Wonotunggal, Bandar, dan Blado. Wilayah tersebut didominasi kawasan perbukitan dan lahan tadah hujan yang lebih rentan mengalami penurunan ketersediaan air saat musim kemarau.

Syam juga menyebutkan, selain penyediaan sarana pengairan, Dispaperta juga melakukan penyesuaian dalam penyaluran bantuan benih dari APBD. Bantuan benih tidak akan didistribusikan ke lahan yang belum memiliki kecukupan air agar benih tidak mengalami gagal tanam.

“Pada musim kemarau seperti sekarang, pendistribusian benih akan menyesuaikan kondisi lapangan. Jika lahan masih kering, penyaluran dilakukan setelah turun hujan atau setelah kebutuhan air dapat dipenuhi melalui pompa pengairan,” imbuhnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan kondisi pertanaman hingga saat ini masih dalam kategori aman dan terus dipantau secara intensif.

“Melalui kesiapsiagaan sarana pengairan, koordinasi dengan penyuluh pertanian, serta penguatan infrastruktur irigasi, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Batang tetap mampu menjaga produktivitas meskipun menghadapi ancaman musim kemarau panjang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Kick Off Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor di Batang Kick Off Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor di Batang
Kick Off Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor di Batang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial Kabupaten Batang melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).
21 Jul 2026 Jumadi 45
PPPK Paruh Waktu Batang Perkuat Disiplin dan Kinerja ASN di Era Digital PPPK Paruh Waktu Batang Perkuat Disiplin dan Kinerja ASN di Era Digital
PPPK Paruh Waktu Batang Perkuat Disiplin dan Kinerja ASN di Era Digital
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong penguatan budaya kerja aparatur melalui peningkatan disiplin dan profesionalisme. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mengikuti Sosialisasi Membangun Disiplin dan Kinerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang dilaksanakan secara daring di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).
21 Jul 2026 Jumadi 72
Kebijakan Bupati Batang Kurangi Sampah Plastik, Rapat Pemkab Kini Tanpa Air Minum Kemasan Kebijakan Bupati Batang Kurangi Sampah Plastik, Rapat Pemkab Kini Tanpa Air Minum Kemasan
Kebijakan Bupati Batang Kurangi Sampah Plastik, Rapat Pemkab Kini Tanpa Air Minum Kemasan
Batang - Suasana rapat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang kini tampak berbeda. Botol air minum dalam kemasan yang selama ini menjadi pelengkap konsumsi rapat mulai tidak lagi terlihat. Sebagai gantinya, seluruh peserta rapat dibiasakan membawa botol minum pribadi atau tumbler.
21 Jul 2026 Jumadi 77
Terindikasi Mata Minus, Dinkes Batang Berikan Penanganan dan Fasilitas Gratis Terindikasi Mata Minus, Dinkes Batang Berikan Penanganan dan Fasilitas Gratis
Terindikasi Mata Minus, Dinkes Batang Berikan Penanganan dan Fasilitas Gratis
Batang - Dibalik kebiasaan menatap layar gawai setiap hari, ada ancaman sunyi yang pelan-pelan mengintai kesehatan mata para generasi muda di Kabupaten Batang. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar sepanjang tahun mempertegas fenomena tersebut. sebanyak 1.300 pelajar terdeteksi mengalami gangguan tajam penglihatan alias mata minus.
21 Jul 2026 Jumadi 87
BPBD Batang Gandeng RAPI Edukasi Perangkat Desa Optimalkan Pemanfaatan HT BPBD Batang Gandeng RAPI Edukasi Perangkat Desa Optimalkan Pemanfaatan HT
BPBD Batang Gandeng RAPI Edukasi Perangkat Desa Optimalkan Pemanfaatan HT
Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menggandeng organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menggelar pelatihan pemanfaatan radio komunikasi atau Handy Talky (HT), bagi unsur perangkat desa. Pelatihan tersebut sebagai optimalisasi pemanfaatan perangkat komunikasi untuk menunjang kemudahan akses informasi terutama di wilayah yang tak tersentuh sinyal atau jaringan.
21 Jul 2026 Jumadi 65
Pemkab Batang Targetkan Predikat A SAKIP, Dorong Transformasi Digital yang Terintegrasi Pemkab Batang Targetkan Predikat A SAKIP, Dorong Transformasi Digital yang Terintegrasi
Pemkab Batang Targetkan Predikat A SAKIP, Dorong Transformasi Digital yang Terintegrasi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat akuntabilitas kinerja pemerintahan dengan menargetkan peningkatan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari nilai B menuju BB bahkan A dalam dua tahun ke depan. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Evaluasi Pencapaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang digelar di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).
21 Jul 2026 Jumadi 51