Kick Off Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor di Batang

Selasa, 21 Juli 2026 Jumadi Dibaca 137 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kick Off Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor di Batang
Bapperida Batang resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial Kabupaten Batang melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial Kabupaten Batang melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan dokumen strategis yang akan menjadi acuan pengembangan kawasan perhutanan sosial secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan visi pembangunan kawasan.

Dalam paparannya, narasumber Direktur SUPD I Ir. Edison Siagian menjelaskan, bahwa pendekatan Integrated Area Development (IAD) merupakan strategi pembangunan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan dalam satu kawasan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Masterplan ini harus menjadi dokumen hidup yang lahir dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, proses penyusunannya harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar setiap program yang dirancang benar-benar menjawab potensi sekaligus tantangan di tingkat tapak,” ungkapnya.

Direktur PUPUK Surabaya Herri P menegaskan, bahwa penyusunan Masterplan IAD merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membangun tata kelola perhutanan sosial yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“PUPUK meyakini bahwa pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui pendekatan Integrated Area Development, seluruh potensi desa, kelompok perhutanan sosial, pemerintah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta dipertemukan dalam satu arah pembangunan yang sama. Masterplan ini diharapkan menjadi peta jalan yang mampu memperkuat kelembagaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki potensi besar dalam pengembangan agroforestri, hasil hutan bukan kayu (HHBK), serta berbagai usaha berbasis masyarakat yang perlu diperkuat melalui perencanaan kawasan yang terintegrasi.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai potensi komoditas unggulan, penguatan kelembagaan KTH dan KUPS, pengembangan usaha masyarakat, akses pasar, hingga pentingnya sinergi antarprogram lintas sektor.

Perwakilan KUPS Ganesa Mulia 3 Aida menyampaikan, apresiasi atas pelibatan kelompok masyarakat dalam proses penyusunan masterplan.

“Kami merasa senang karena kelompok perempuan diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan potensi yang kami miliki. Harapan kami, masterplan ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program-program yang mendukung pengembangan usaha KUPS, peningkatan kapasitas anggota, serta membuka akses pasar bagi produk-produk kami,” ujar dia.

Melalui kegiatan Kick Off ini, seluruh peserta berkomitmen mendukung penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Kabupaten Batang sebagai pedoman pembangunan kawasan yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dokumen ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan perhutanan sosial yang lebih inklusif, memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperluas kolaborasi multipihak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Kabupaten Batang merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan berbasis masyarakat yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat perhutanan sosial dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan
Bupati Batang Minta, Lulusan PKL dan SUSBALAN GP Ansor Jadi Pemimpin Daerah Masa Depan
Batang - Bupati Batang M Faiz Kurniawan berharap peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (SUSBALAN) PW GP Ansor Jawa Tengah mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerahnya masing-masing. Bahkan, ia optimistis dari proses kaderisasi tersebut akan lahir pemimpin-pemimpin daerah, termasuk calon Bupati Batang di masa mendatang.
07 Ags 2026 Jumadi 63
Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Bupati Siapkan Batang Night Carnival, Hadirkan Konsep Baru Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan konsep baru dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu agenda utama yang akan digelar tahun ini adalah Batang Night Carnival, sebuah parade malam yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
07 Ags 2026 Jumadi 391
Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang
Hari Pertama Dinas, Kapolresta Sowan Bupati Batang
Batang - Mengawali hari pertama bertugas sebagai Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono langsung bergerak cepat memperkuat sinergi dengan sowan dan bersilaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Batang dan Kejaksaan Negeri Batang. Kapolresta baru tersebut menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), mendukung penegakan hukum, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Batang.
07 Ags 2026 Jumadi 102
Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon
Jamin Pasokan Air, Perumda Batang Imbau Warga Bikin Tandon
Batang - Maraknya pembangunan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto turut mendongkrak kebutuhan pasokan air bersih di Kabupaten Batang. Menanggapi lonjakan pemukiman baru tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Sendang Kamulyan memastikan ketersediaan pasokan air hingga saat ini masih memadai.
06 Ags 2026 Jumadi 143
Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD
Batang Sejahtera, Dekatkan Layanan Kesejahteraan Sosial Lewat Pembentukan UPTD
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, meluncurkan program Batang Sejahtera (Bangun Tatanan kelembagaan UPTD Pelayanan Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Batang di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (682026).
06 Ags 2026 Jumadi 106
Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan
Bupati Batang Resmikan Reban Expo 2026 Targetkan Rp300 Juta Pendapatan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan Reban Expo 2026 bertajuk "UMKM Berkarya dan KWT Berdaya" di halaman Kantor Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (682026). Kegiatan yang berlangsung hingga 8 Agustus 2026 tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Kelompok Wanita Tani (KWT).
06 Ags 2026 Jumadi 192