Kick Off Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor di Batang

Selasa, 21 Juli 2026 Jumadi Dibaca 44 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Kick Off Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor di Batang
Bapperida Batang resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial Kabupaten Batang melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial Kabupaten Batang melalui kegiatan Kick Off yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan dokumen strategis yang akan menjadi acuan pengembangan kawasan perhutanan sosial secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan visi pembangunan kawasan.

Dalam paparannya, narasumber Direktur SUPD I Ir. Edison Siagian menjelaskan, bahwa pendekatan Integrated Area Development (IAD) merupakan strategi pembangunan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan dalam satu kawasan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Masterplan ini harus menjadi dokumen hidup yang lahir dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, proses penyusunannya harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar setiap program yang dirancang benar-benar menjawab potensi sekaligus tantangan di tingkat tapak,” ungkapnya.

Direktur PUPUK Surabaya Herri P menegaskan, bahwa penyusunan Masterplan IAD merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membangun tata kelola perhutanan sosial yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“PUPUK meyakini bahwa pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui pendekatan Integrated Area Development, seluruh potensi desa, kelompok perhutanan sosial, pemerintah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta dipertemukan dalam satu arah pembangunan yang sama. Masterplan ini diharapkan menjadi peta jalan yang mampu memperkuat kelembagaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki potensi besar dalam pengembangan agroforestri, hasil hutan bukan kayu (HHBK), serta berbagai usaha berbasis masyarakat yang perlu diperkuat melalui perencanaan kawasan yang terintegrasi.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai potensi komoditas unggulan, penguatan kelembagaan KTH dan KUPS, pengembangan usaha masyarakat, akses pasar, hingga pentingnya sinergi antarprogram lintas sektor.

Perwakilan KUPS Ganesa Mulia 3 Aida menyampaikan, apresiasi atas pelibatan kelompok masyarakat dalam proses penyusunan masterplan.

“Kami merasa senang karena kelompok perempuan diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan potensi yang kami miliki. Harapan kami, masterplan ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program-program yang mendukung pengembangan usaha KUPS, peningkatan kapasitas anggota, serta membuka akses pasar bagi produk-produk kami,” ujar dia.

Melalui kegiatan Kick Off ini, seluruh peserta berkomitmen mendukung penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Kabupaten Batang sebagai pedoman pembangunan kawasan yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dokumen ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan perhutanan sosial yang lebih inklusif, memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperluas kolaborasi multipihak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Kabupaten Batang merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan berbasis masyarakat yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat perhutanan sosial dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

BPBD Batang Gandeng RAPI Edukasi Perangkat Desa Optimalkan Pemanfaatan HT BPBD Batang Gandeng RAPI Edukasi Perangkat Desa Optimalkan Pemanfaatan HT
BPBD Batang Gandeng RAPI Edukasi Perangkat Desa Optimalkan Pemanfaatan HT
Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menggandeng organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menggelar pelatihan pemanfaatan radio komunikasi atau Handy Talky (HT), bagi unsur perangkat desa. Pelatihan tersebut sebagai optimalisasi pemanfaatan perangkat komunikasi untuk menunjang kemudahan akses informasi terutama di wilayah yang tak tersentuh sinyal atau jaringan.
21 Jul 2026 Jumadi 65
PPPK Paruh Waktu Batang Perkuat Disiplin dan Kinerja ASN di Era Digital PPPK Paruh Waktu Batang Perkuat Disiplin dan Kinerja ASN di Era Digital
PPPK Paruh Waktu Batang Perkuat Disiplin dan Kinerja ASN di Era Digital
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong penguatan budaya kerja aparatur melalui peningkatan disiplin dan profesionalisme. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan mengikuti Sosialisasi Membangun Disiplin dan Kinerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang dilaksanakan secara daring di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).
21 Jul 2026 Jumadi 72
Kebijakan Bupati Batang Kurangi Sampah Plastik, Rapat Pemkab Kini Tanpa Air Minum Kemasan Kebijakan Bupati Batang Kurangi Sampah Plastik, Rapat Pemkab Kini Tanpa Air Minum Kemasan
Kebijakan Bupati Batang Kurangi Sampah Plastik, Rapat Pemkab Kini Tanpa Air Minum Kemasan
Batang - Suasana rapat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang kini tampak berbeda. Botol air minum dalam kemasan yang selama ini menjadi pelengkap konsumsi rapat mulai tidak lagi terlihat. Sebagai gantinya, seluruh peserta rapat dibiasakan membawa botol minum pribadi atau tumbler.
21 Jul 2026 Jumadi 77
Terindikasi Mata Minus, Dinkes Batang Berikan Penanganan dan Fasilitas Gratis Terindikasi Mata Minus, Dinkes Batang Berikan Penanganan dan Fasilitas Gratis
Terindikasi Mata Minus, Dinkes Batang Berikan Penanganan dan Fasilitas Gratis
Batang - Dibalik kebiasaan menatap layar gawai setiap hari, ada ancaman sunyi yang pelan-pelan mengintai kesehatan mata para generasi muda di Kabupaten Batang. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar sepanjang tahun mempertegas fenomena tersebut. sebanyak 1.300 pelajar terdeteksi mengalami gangguan tajam penglihatan alias mata minus.
21 Jul 2026 Jumadi 87
Pemkab Batang dan Bapenda Jateng Perkuat Sinergi, Permudah Layanan Pajak Kendaraan Bermotor Pemkab Batang dan Bapenda Jateng Perkuat Sinergi, Permudah Layanan Pajak Kendaraan Bermotor
Pemkab Batang dan Bapenda Jateng Perkuat Sinergi, Permudah Layanan Pajak Kendaraan Bermotor
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui peningkatan kemudahan layanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bapenda Provinsi Jawa Tengah dan Bupati Batang di Ruang Abirawa Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).
21 Jul 2026 Jumadi 51
Pemkab Batang Targetkan Predikat A SAKIP, Dorong Transformasi Digital yang Terintegrasi Pemkab Batang Targetkan Predikat A SAKIP, Dorong Transformasi Digital yang Terintegrasi
Pemkab Batang Targetkan Predikat A SAKIP, Dorong Transformasi Digital yang Terintegrasi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat akuntabilitas kinerja pemerintahan dengan menargetkan peningkatan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari nilai B menuju BB bahkan A dalam dua tahun ke depan. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Evaluasi Pencapaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang digelar di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2172026).
21 Jul 2026 Jumadi 51