Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini

Kamis, 09 Juli 2026 Jumadi Dibaca 151 kali Pendidikan dan Latihan
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang Bambang Suryantoro Sudibyo, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan seluruh sekolah yang masih mendapatkan murid baru.

“Untuk tahun ini SD tidak ada yang di-merge karena semua menerima sekolah walaupun ada yang jumlahnya sedikit. Yang jelas kalau di desa itu hanya ada satu SD, tidak boleh dihilangkan. Satu desa harus ada satu SD,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (9/7/2026).

Bambang menjelaskan, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah. Jarak antar-dukuh di Kabupaten Batang sering kali menjadi tantangan berat bagi anak-anak usia sekolah dasar jika sekolah mereka harus digabung dengan desa lain.

“Pertimbangan kami misalnya di-merge walaupun satu desa, kalau dukuhnya berlainan, kan kasihan. Dukuh A dengan dukuh B jaraknya katakan 8 km aja lah, untuk anak SD kan juga kasihan sih, Mas. Walaupun cuma segitu, yang penting Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan seperti itu,” jelasnya.

Bagi Disdikbud Batang, mendapatkan 10 siswa baru dalam satu kelas sudah menjadi pencapaian yang patut disyukuri di tengah dinamika demografi saat ini. Ya kan menerima 10 itu kan sudah baik lah.

Saat ditanya mengenai beban biaya operasional yang membengkak akibat jumlah siswa yang sedikit, Bambang menepis kekhawatiran tersebut. Ia menegaskan bahwa anggaran tidak menjadi kendala karena skema pembiayaan sudah disesuaikan secara proporsional.

“Tidak, karena pembiayaannya pun sesuai dengan jumlah siswa. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu kan menyesuaikan jumlah siswa, ya. Saat ini, jumlah SD Negeri di Kabupaten Batang tercatat sebanyak 454 sekolah. Angka ini berkurang satu dibanding tahun lalu yang mencapai 455 sekolah, akibat adanya kebijakan merger satu sekolah di wilayah Kecamatan Blado,” terangnya.

Berbeda dengan tahun lalu di mana ada sekolah yang benar-benar kosong tanpa murid, tahun ini seluruh sekolah dipastikan memiliki aktivitas pembelajaran. Pihak dinas juga melihat adanya fenomena unik di mana tren peminat sekolah negeri bersifat fluktuatif. Sekolah yang dulunya sepi peminat, bisa saja kembali ramai di tahun-tahun berikutnya.

“Ini, seperti contoh SD dulu tidak dapat murid, sekarang malah dapat murid. Kita enggak tahu, makanya kalau dihilangkan, kita enggak tahu nanti perkembangan pertumbuhan anak juga kita tidak tahu juga sih ya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, selama sekolah tersebut masih dipercaya oleh masyarakat untuk menitipkan anak-anak mereka, pemerintah akan terus mempertahankannya.

“Kalau bisa ya jangan sampai ada yang yang di merger kalau memang masih terima murid. Intinya itu aja,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 211
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 179
Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang
Bawa Misi Zero Talasemia, POPTI Batang Sasar Remaja Saat MPLS di SMAN 2 Batang
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Batang hari itu terasa berbeda. Di antara deretan materi adaptasi sekolah, terselip sebuah edukasi krusial yang bakal menentukan masa depan generasi penerus: pengenalan tentang penyakit kelainan darah genetik, talasemia. Bagi sebagian besar pelajar, istilah ini terdengar asing. Namun, lewat pendekatan yang interaktif, suasana kelas justru hidup dengan rentetan pertanyaan dari para siswa yang penasaran.
16 Jul 2026 Jumadi 60
Cegah Thalasemia, POPTI Batang Sosialisasi di Momen MPLS Cegah Thalasemia, POPTI Batang Sosialisasi di Momen MPLS
Cegah Thalasemia, POPTI Batang Sosialisasi di Momen MPLS
Batang - Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Batang kembali menggencarkan sosialisasi pencegahan Thalasemia, menyasar para peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sosialisasi dilakukan secara intensif kepada pelajar SMA yang sering kali mulai tertarik lawan jenis, agar di masa depan dapat menemukan pasangan hidup yang tepat, sekaligus sebagai upaya mewujudkan Batang Zero Thalasemia.
16 Jul 2026 Jumadi 81
Kukuhkan Polres Batang jadi Polresta, Kapolda Jateng Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik Kukuhkan Polres Batang jadi Polresta, Kapolda Jateng Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Kukuhkan Polres Batang jadi Polresta, Kapolda Jateng Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Batang Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo resmi mengukuhkan status Polres Batang menjadi Polresta Batang melalui upacara resmi di halaman Polresta Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1672026).
16 Jul 2026 Jumadi 104