Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736/Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan, rasa optimisnya terhadap keberhasilan penggalangan dana tahun ini. Beliau meyakini bahwa perolehan Bulan Dana PMI 2026 dapat melampaui capaian tahun 2025 lalu.
“Dengan kebersamaan, sinergi, dan dukungan penuh dari semua pihak, saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa perolehan Bulan Dana PMI tahun 2026 ini dapat melampaui capaian tahun lalu. Sehingga, PMI nantinya dapat lebih maksimal dalam membantu pemerintah melayani masyarakat,” katanya saat ditemui di Kantornya, Sabtu (22/8/2026).
Suyono juga memberikan apresiasi tinggi atas transparansi tata kelola keuangan PMI Kabupaten Batang yang secara konsisten mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik.
Sementara itu, Ketua PMI Batang Achmad Taufiq menjelaskan, bahwa target pengumpulan dana tahun 2026 ditetapkan sama dengan target tahun lalu, yakni sebesar Rp1.776.143.000,00 dengan harapan realisasinya dapat menembus lebih dari 100 persen. Pada tahun 2025, perolehan dana berhasil menyentuh angka Rp1.703.081.754,00 atau sekitar 97 persen dari target.
Achmad Taufiq menegaskan bahwa seluruh hasil penggalangan dana ini akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan.
Rencana Alokasi Penggunaan Dana PMI Batang 2026:
“Bantuan Bencana Alam: Penanganan kebencanaan seperti tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran. PMI mengalokasikan anggaran perubahan sebesar Rp472,5 juta akibat lonjakan kejadian bencana di pertengahan tahun,” jelasnya.
Program RTLH: Pengentasan kemiskinan melalui rehabilitasi Rumah Unfit/Warga Rentan Sosial sebanyak 30 unit rumah (2 rumah per kecamatan dengan bantuan Rp17,5 juta per unit).
“Pelayanan Kesehatan & Sosial: Bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas, operasional Pertolongan Pertama (PP), pengantaran pasien rentan sosial, serta penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Pembinaan Relawan Muda: Pembinaan karakter kemanusiaan bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah se-Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)