Harga Ayam di Pasar Batang Tembus Rp42 Ribu

Rabu, 18 Februari 2026 Jumadi Dibaca 725 kali Stabilisasi Harga Bahan Pangan
Harga Ayam di Pasar Batang Tembus Rp42 Ribu
Salah satu Pedagang ayam Pasar Batang, Kabupaten Batang, mengeluhkan sepi karena harganya naik.
Batang - Langkah kaki di lorong Pasar Batang belakangan ini terasa lebih berat bagi para pedagang ayam. Di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Tahun Baru Imlek, suasana pasar yang biasanya riuh dengan transaksi justru terasa lesu. Penyebabnya klasik namun menyesakkan: harga daging ayam yang mulai merangkak naik.

Batang - Langkah kaki di lorong Pasar Batang belakangan ini terasa lebih berat bagi para pedagang ayam. Di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Tahun Baru Imlek, suasana pasar yang biasanya riuh dengan transaksi justru terasa lesu. Penyebabnya klasik namun menyesakkan: harga daging ayam yang mulai merangkak naik.

Bagi para pedagang, momen menjelang hari besar keagamaan biasanya menjadi ladang rezeki. Namun kali ini, kenaikan harga justru menjadi ganjalan bagi daya beli masyarakat.

Salah satu pedagang ayam potong Murindayah (57) mengungkapkan, bahwa harga ayam potong kini telah menyentuh angka Rp42 ribu per kilogram, melampaui harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu.

“Sudah naik sekitar semingguan ini. Sekarang Rp42 ribu sekilo. Sebelumnya Rp38 sampai Rp40 ribu,” katanya saat ditemui di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Rabu (18/2/2026).

Kekhawatiran Murindayah bukan tanpa alasan. Meski kenaikan harga menjelang hari besar adalah pola tahunan, sepinya pembeli kali ini terasa berbeda.

“Biasanya kalau mau puasa mulai ramai, tapi sekarang masih sepi. Tak hanya ayam potong, ayam kampung pun ikut "terbang" harganya,” jelasnya.

Atun (40), pedagang lainnya, menyebutkan harga ayam kampung kini bertengger di angka Rp100 ribu per kilogram, naik sepuluh ribu rupiah dari harga sebelumnya.

“Naiknya sejak dua hari ini. Memang kalau mau puasa dan Imlek biasanya harga naik,” ungkapnya.

Ia bahkan memprediksi harga ini belum mencapai puncaknya. Jika sudah memasuki bulan Ramadan nanti, harga ayam kampung diperkirakan bisa menyentuh angka Rp125 ribu per kilogram.

Siasat Pembeli: Hanya Cari Daging Utama

Kondisi ini memaksa konsumen lebih selektif. Sri (58), pedagang lainnya, merasakan betul betapa sulitnya menjual bagian ayam selain daging. Saat harga melambung, pembeli enggan melirik bagian pelengkap.

“Ceker, balungan, kepala susah jualnya. Yang dicari kebanyakan dagingnya saja,” tutur.

Sri sangat berharap harga bisa segera mendarat di angka stabil, yakni sekitar Rp37 ribu hingga Rp38 ribu. Baginya, harga saat ini sudah tergolong mahal, bahkan jika dibandingkan dengan proyeksi harga saat Lebaran nanti.

“Sekarang mahal. Biasanya Rp37 atau Rp38 ribu sekilo. Kalau Lebaran paling Rp40 ribu,” ujar dia.

Kini, para pedagang di Pasar Batang hanya bisa berharap agar stabilitas harga segera kembali. Mereka merindukan keriuhan pasar di mana pembeli datang tanpa ragu, sehingga momen Ramadan dan Imlek tahun ini tidak menjadi beban bagi kantong rakyat kecil maupun keberlangsungan usaha mereka. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 12
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 139
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 60
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 81
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 19