Peringatan Tahun Baru Islam ada kebiasaan yang menarik di Desa Tersono Kecamatan Tersono, kebiasaan masyarakat berlomba - lomba memberikan amal jariah untuk menyantuni Yatim piatu, kaum dhuafa dan fakir miskin dan sabililah.
Tamir Masjid Rodhlotul Muttakin Sahid Lutfi mengatakan, kebiasaan masyarakat Tersono sudah berlangsung lama, hal ini karena masyarakat memiliki kesadaran yang sangat tinggi dalam beramal.
" Dana santunan yang mencapai Rp.42 juta bersumber dari penarikan pedagang pasar Tersono, penarikan zakat di Masjid dan donator Masyarakat Tersono yang memiliki kesadaran beramal." Kata Sahid Lutfi
Penyaluran santunan berlangsung di Masjid Rodhlotul Muttakin Munggu,8/10. yang di serahkan kepada 37 Yatim Piatu, 85 orang dhuafa, 134 fakir miskin, 42 Sabililah, Ustad TPQ, Imam Masjid, dan Amil Zakat dengan total jumlah santunan me'capai 313 orang.
" santunan bagi yatim dan yatim piatu sebesar Rp. 325ribu, Dhuafa Rp. 120ribu, fakir miskin Rp. 100ribu, sabililah Rp. 100ribu, Ustad TPQ Rp."200ribu dan Amim Zakat Rp.100ribu."Jelas Tamir Masjid
Wakil Bupati Suyono yang berkesempatan menyerahkan tersebut mengatakan,penyerahan santunan yatimpiatu dan kaum dhuafa merupakan bagain dari pengamalan pancasila yang harus terus diamalkan oleh masyarakat, selain itu juga menjadi idiologi bangsa yang harus di aplikasikan di tengah - tengah masyarakat.
"Pancasila mengajarkan kita semua dalam membangun Moral dan karakter bangsa yang saling asah dan asuh saling menghormati dan menghargai perbedaan." Kata Suyono
Ia juga berharap berharapa kepada masyarakat Kabupaten Batang untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan, karena tidak menutup kemungkinan anak yatim piatu dan kaum dhuafa di lingkungan kita yang perlu dan butuh perhatinan serta santunan dari kita.
" Mari kita tingkatkan kepedulian kita, jangan samapi kaum miskin dan yatim piatu tersia sia, karena berdosa jika kita tidak memberikan bentuan dan tidak peduli, itu merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama. bantu sesuai dengan kemampuan kita. " pinta Wabup
Wakil Bupati juga berpesan yatim piatu untuk jangan pernah pernah putus asa karena kita bersama - akan membantu kesulitan - kesulitannya dan anak yatim jangan di buat minder tapi jadilan anak yatim piatu menjadi sukses di masa masa yang akan datang
"Berikan motivasi dan dampingi mereka karena itu juga bagian dari mempertahankan negara kita, Belanegara tdk harus mengagkat senjata tapi peka terhadap lingkungannya dengan membangun kabupaten Batang dengang guyub rukun dan gotongroyong." Pinta Wabup.
Kebiasan pemberian santunan juga di lakukan masyarakat Desa Limpung Kecamatan Limpung, kecamatan Banyuputih, yang di hari yang sama muslimat dan fatauat menyerahkan santunan yatim piatu, kaum dhuafa dan beasiswa pendidikan. (Edo/Humas/McBatang)
Sebanyak 30 pesepeda Ride for Palestine menempuh perjalanan 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta dengan melintasi Kabupaten Batang untuk mengampanyekan solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui olahraga bersepeda.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.