Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya

Jumat, 30 Oktober 2026 Jumadi Dibaca 29 kali Seni dan Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Seorang Penari melakukan ritual tradisi Nyadran Gunung Silurah wujud syukur kepada leluhur di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (30/10/2026).
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.

Batang – Warga Desa Silurah, kembali menggelar tradisi Nyadran Gunung Silurah. Tradisi tahunan yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar masyarakat dalam memohon keselamatan dan keberkahan desa.

Kepala Desa Silurah Suroto mengatakan, Nyadran Gunung merupakan tradisi yang memiliki rangkaian prosesi sakral dan harus dijaga sesuai warisan leluhur. Rangkaian kegiatan Nyadran Gunung ini sakral, artinya tidak bisa diubah dari tahun ke tahun.

“Ini merupakan peninggalan nenek moyang. Di antaranya ada ider-ider desa, yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa berdoa serta mengelilingi desa dengan harapan Silurah dijauhkan dari bala,” jelasnya saat ditemui di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jumat (30/10/2026).

Pada hari kedua, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan kambing kendit di lereng Gunung Ronggokusumo. Kambing kendit merupakan kambing berbulu hitam dengan lingkaran bulu putih di bagian dada. Pemotongan kambing tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian tradisi. Prosesi dipimpin sesepuh adat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus simbol harapan masyarakat untuk memperoleh keberkahan.

“Setelah prosesi pemotongan, kepala desa bersama perangkat dan tokoh masyarakat melanjutkan perjalanan menuju kawasan gunung, tepatnya ke petilasan para leluhur. Di lokasi tersebut, mereka memanjatkan doa khusus untuk para leluhur dan memohon keberkahan bagi Desa Silurah,” terangnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, rangkaian Nyadran Gunung juga dimeriahkan dengan kirab budaya gunung. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang diperoleh. Setiap dukuh di Desa Silurah mengeluarkan gunungan berisi hasil bumi. Tercatat ada enam gunungan yang diarak dalam kegiatan tersebut.

Suroto juga menjelaskan, setelah doa bersama, gunungan akan diperebutkan oleh masyarakat. Selain itu, panitia juga menyiapkan hidangan selamatan yang kemudian disantap bersama warga.

“Ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Harapannya masyarakat Silurah selalu gemah ripah loh jinawi. Gunungan ini membawa hasil bumi yang ada di Desa Silurah, kemudian setelah berdoa bersama akan diperebutkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan ritual ruwat bumi setelah salat Jumat. Menurut Suroto, pelaksanaan Nyadran Gunung dilakukan setiap tahun dan telah berlangsung selama ratusan tahun. Meski terdapat penambahan kegiatan pendukung, waktu serta prosesi sakral tetap dipertahankan sesuai tradisi.

Ia juga menyebutkan, pada putaran ketujuh tradisi tersebut terdapat prosesi penyembelihan kerbau bule. Sementara pelaksanaan tahun ini masih berada pada putaran ketiga. Pemerintah Desa Silurah juga berupaya melibatkan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan Nyadran Gunung. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi sarana edukasi agar tradisi leluhur tidak hilang seiring perkembangan zaman.

Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi penerus agar mereka memahami dan mengenal tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Kami dari pemerintah desa berharap kegiatan ini memberikan edukasi kepada anak-anak dan generasi yang akan datang, supaya tradisi yang baik ini tidak pudar dan selalu terjaga,” harapnya.

Salah seorang warga Desa Silurah Rohim (60) mengatakan, Nyadran Gunung telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dilaksanakan karena merupakan warisan yang sudah dijalankan secara turun-temurun.

“Berdasarkan cerita yang diwariskan para sesepuh, tradisi tersebut berkaitan dengan pengalaman masyarakat menghadapi pagebluk atau wabah penyakit pada masa lalu. Dalam cerita yang ia ketahui, masyarakat pernah mengalami wabah dengan kondisi warga jatuh sakit dan meninggal dalam waktu singkat. Para sesepuh kemudian melakukan ritual dan memohon petunjuk hingga muncul anjuran untuk menggelar selamatan dengan menyembelih kambing kendit,” ujar dia.

Setelah diadakan selamatan dengan memotong kambing kendit, alhamdulillah keadaan berangsur-angsur kembali. Meski demikian, Rohim mengaku tidak mengetahui secara pasti makna setiap perlengkapan atau sajian yang digunakan dalam prosesi karena hal tersebut merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan sejak dahulu.

“Melalui Nyadran Gunung, masyarakat Desa Silurah berharap nilai kebersamaan, rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, dan kepedulian terhadap budaya lokal tetap terpelihara. Tradisi ini sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Batang yang perlu dikenalkan kepada generasi muda agar terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 123
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 119
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 109
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 101
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, tidak takut gagal, terus belajar, dan mengukir prestasi. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ia menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pemuda diharapkan berperan aktif dalam pembangunan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 158
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 189