Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta

Jumat, 06 November 2026 Jumadi Dibaca 48 kali Seni dan Budaya
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Ketua Dekranasda Batang Faelasufa Faiz Kurniawan (kiri), memamerkan Batik Rifaiyah di Gang Gayam, Kelurahan Watesalit, Kabupaten Batang, Jumat (6/11/2026).
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.

Batang - Menemukan selembar kain batik bukan sekadar soal keindahan motif atau kehalusan tenunnya, melainkan tentang cerita, doa, dan napas spiritual yang dihidupkan oleh para pembuatnya di atas kain malam. Inilah pesona yang kini berhasil memikat jantung ibu kota: Batik Rifaiyah dari Batang.

Duduk berjam-jam di balik canting, jemari para perajin Batik Rifaiyah tidak hanya menorehkan lilin di atas kain. Alih-alih larut dalam kesunyian, mereka melantunkan syair-syair dan kidung Islami warisan turun-temurun dari para pengikut ulama besar KH Ahmad Rifa'i. Tradisi sakral inilah yang kini membawa karya luhur warga Batang menembus etalase paling bergengsi di Indonesia: Mal Sarinah, Jakarta.

Bagi Ketua Dekranasda Batang Faelasufa Faiz Kurniawan pencapaian ini adalah buah dari perjuangan panjang. Berhasil melenggang ke Sarinah berarti lolos dari saringan kurasi ritel premium yang sangat ketat.

“Jadi, ini pertama kalinya batik dari Batang bisa dijual di Sarinah. Itu kan adalah market yang premium ya di Indonesia, melewati filter juga, seleksi juga dari pihak Sarinahnya. Alhamdulillah kita berhasil lolos dan sekarang Batik Rifaiyah sudah bisa ditemukan di Mal Sarinah di Jakarta,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (6/11/2026).

Memasuki bulan kedua penjualannya, kehadiran Batik Rifaiyah di Sarinah membuka lebar pintu gerbang menuju pasar kelas atas serta wisatawan mancanegara. Destinasi belanja ikonis Jakarta ini selama ini memang menjadi jujukan para turis asing yang berburu mahakarya budaya Nusantara.

Faelasufa menuturkan bahwa, bidikan pasarnya sangat spesifik, yakni kalangan menengah ke atas ibu kota serta pelancong asing terutama dari Malaysia dan kawasan Timur Tengah. Nilai-nilai Islami yang melekat erat pada filosofi Batik Rifaiyah dinilai memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan para wisatawan tersebut.

“Nah, target pasarnya adalah kalangan orang-orang di Jakarta, menengah, menengah ke atas, juga turis-turis. Jadi banyak bule-bule kayak gitu kan, kalau nyari batik mereka ke Sarinah. Dan target market dari foreign customer ini terutama adalah customer yang berasal dari Malaysia, dari Timur Tengah, yang mana mereka juga Islami, sesuai dengan cerita Batik Rifaiyah yang Islami juga,” jelasnya.

Lebih dari sekadar komoditas fesyen, kekuatan utama Batik Rifaiyah terletak pada jiwanya yang autentik. Proses produksinya yang diiringi lantunan syair spiritual menjadikannya sebuah karya seni berbalut tradisi yang langka dijumpai pada batik daerah lain.

“Yang menarik, Batik Rifaiyah ini kan mungkin nggak banyak ya, batik yang pembatiknya itu membatik sambil berselawat. Batik Rifaiyah ini membatiknya sambil berselawat, dan ini sudah tradisi turun-temurun dari santri-santrinya Mbah Ahmad Rifa'i. Mereka, mungkin namanya nggak berselawat ya, tapi mirip berselawat, mereka punya syarat/lagu-lagu Islami, syair-syair Islami yang mereka lantunkan sambil membatik,” terangnya.

Meski langkah awal ini disambut antusias, Dekranasda Batang tidak lantas berpuas diri. Evaluasi berkala disiapkan demi memantau sejauh mana produk lokal ini merebut hati konsumen di lantai ritel Jakarta, sekaligus merumuskan strategi pemasaran yang lebih tajam ke depan.

“Nah, besok ini baru mau kita cek, karena kan ini baru bulan awal, kan. Jadi kita mau cek market-nya gimana, kita dapat posisi di mana di Sarinah, caranya nanti lebih mengoptimalkan strategi marketing-nya bagaimana. Besok insyaallah dengan pengurus Dekranasda kita akan monitor ke sana,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 44
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 44
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang menyiapkan pembenahan akses jalan dan pengembangan transportasi umum untuk mempermudah mobilitas pekerja menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pembangunan ruas Banyuputih-Kedawung telah dilakukan pada 2025, sedangkan jalan di depan area PTPN ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap layanan Trans Jateng dapat beroperasi pada 2028 dengan dukungan angkutan pengumpan atau feeder untuk menjangkau kawasan industri.
05 Nov 2026 Jumadi 106
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 146
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 116
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 107