MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
Batang - Sukses menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila kembali mengulang kesuksesan itu dengan menambahkan cabang orasi kebangsaan dalam perlombaan. Mengusung semangat patriotisme bagi pelajar dalam menyuarakan nilai-nilai kebangsaan, lomba orasi itu sekaligus jadi upaya mencetak para orator ulung di masa depan.
Antusiasme yang tinggi di tahun sebelumnya, hingga menyedot 55 perwakilan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Batang, memotivasi panitia untuk menghadirkan lebih banyak peserta.
Ketua panitia LCC 4 Pilar M Doni Afifudin Febrian berupaya mengeksplorasi kemampuan pemahaman siswa seputar UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila melalui LCC maupun orasi yang mengusung tema meneladani semangat pahlawan, untuk membentuk generasi muda yang berkarakter yang mencintai tanah airnya.
“Alhamdulillah tahun kedua ini ada 64 perwakilan sekolah, meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Dengan hadirnya cabang lomba orasi kebangsaan itu, justru menambah semarak perlombaan, dengan bertambahnya jumlah peserta,” katanya, saat ditemui di Aula SMK Negeri 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Sabtu (7/11/2026).
Ia bersama tim panitia menargetkan even perlombaan serupa akan melebar hingga tingkat Jawa Tengah, melihat antusiasme peserta dari tahun ke tahun. Kami bersama Asosiasi Guru Pendidikan Pancasila Indonesia (AGPPI) Jateng, sedang mengupayakan agar LCC bisa digelar hingga tingkat provinsi.
“Hal itu dibuktikan dengan digelarnya even LCC di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, seperti Kabupaten Temanggung, Banyumas, Magelang, Pekalongan, Kota Salatiga, Pekalongan. Dari 35 kabupaten/kota se-Jateng belum merata, namun kami sedang berupaya untuk beraudiensi bersama Pak Gubernur, supaya 2027 mendatang bisa LCC bisa digelar di tingkat Jawa Tengah,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Sayidah Kamila Yumna, siswi SMP Negeri 1 Gringsing, sengaja mengikuti lomba orasi karena ketertarikannya untuk mengembangkan bakat berkomunikasi di hadapan publik. Sebelum berlomba, ia mendapatkan pendampingan khusus dari guru agar penyampaian orasi sesuai dengan tema yang diusung.
“Alhamdulillah lancar, walaupun sempat sedikit grogi, wajarlah karena berorasi di hadapan juri. Tadi memang menggebu-gebu banget karena harus semangat sesuai temanya kepahlawanan dan menjunjung kejujuran di masa sekarang yang tantangannya sangat berat,” tuturnya.
“Tak hanya di ajang perlombaan, namun orasi itu akan tetap disuarakan dengan memanfaatkan media sosial karena akan banyak orang yang perlu mengetahuinya. “Sekarang ini kan semua sudah bisa dinikmati di dunia maya, jadi sangat disayangkan kalau orasi saya cuma berhenti di sebuah perlombaan,” tegasnya.
Melihat antusiasme pelajar, mengikuti LCC 4 Pilar dan Orasi Kebangsaan, Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi digelarnya LCC 4 Pilar dan Orasi Kebangsaan karena menjadi media bagi generasi muda Batang berkesempatan menyampaikan ide dan gagasannya. Ia mengharapkan kedua lomba tersebut selayaknya dijadikan agenda tahunan, agar nilai dan karakter kebangsaan terbentuk dengan baik.
“Zaman sekarang serba canggih, yang justru kemudahan mengakses informasi itu menjadikan mereka kurang memahami cara bernegara dengan baik. Orasi kebangsaan juga sangat berdampak positif karena melatih mental anak untuk menyuarakan gagasannya tentang bangsa ini di hadapan teman-temannya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)