Kurangnya fasilitas olah raga menjadi PR dan kendala minimnya prestasi, sehingga Fasilitas menjadi PR bersama untuk kemajuan dan prestasi olah raga di Kabupaten Batang.
Hal tersebbut di sampaikan Bupati atang wihaji saat membuka Batang Basketball League ( BBL ) yang berlangsung di SMA N 1 Batang Sabtu, 7/10. Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Komandan Kodim 0736 Letkol Inf. Fajar Alinugraha dan Ketua umum Perbasi Kabupaten Batang Subiyanto.
“ pembangunan fasilitas olah raga seperti lapangan Basket atau GOR Indoor menjadai PR kami, untuk itu perlu komitmen bersama dan Insaalah tahun ketiga kami menjabat akan kita bangun GOR Indoor sport senter sebagai pusat kegiatan olah raga.” Kata bupati Wihaji
Ia juga mengatakan, Pembangunan GOR sebagai pusat kegiatan olah raga merupakan bagian dari semangat kita untuk berolah raga, yang berakhir pada hoby dan senang berolahraga yang mengarah pada olah raga professional.
“ olah raga itu penting, karena ketika butuh sehat dan dengan badan sehat kita menjadi produkti. Melalui BBL dapat lahir bibit pebasket Batang yang menjadi atlit professional.” Pinta Bupati
Bupati Juga menyampaikan di hadapan peserta BBL yang mayoritas pelajar mengatakan, peningkatakan penyalah gunaan Narkoba di Kabupaten Batang menjadi keprihatinanya, dan salah satu untuk meminimalisir penggunaan narkoa dengan berolah raga dan melakukan kegiatan – kegiatan positif.
“Kami ingatkan kepada pelajar. Jangan pernah coba coba Narkoba, karena bahaya narkoba akan merusaka generasi. Dan yang kita tidak sadari juga akan merusak generasi penerusnya, merusak moral dan kebangsaan.” Tegas Wihaji
Ketua Uumum PBSI Kabupaten Batang Subiyanto mengatakan, Batang Basketball League merupakan kompetisi basket tingkat pelajar terbesar di Kabupaten, hal ini di latar belakingi karena minimnya prestasi basket Batang yang dari tahun ke tahun tidak mengalami kemajuan yang signifikan.
“Jumlah Penduduk Batang Cukup Banyak 17 ribu lebih, namuan mencari atlit basket saja susah, padahal penggemar olahraga bola basket di Kabupaten Batang cukup besar terutama di kalangan pelajar.” Kata Suiyanto
Suiyanto juga menjelaskan, untuk leih menggairahkan lagi dan memasyarakatkan olah raga untuk mencari bibit atlit basket dan pengembangan olah raga prestasi, Perbasi menngelar BBL 20017.
“ BBL ini merupakan tahun pertama di selnggarakan turnamen basket pelajar yang akan menjadai agenda tahunan Perbasi untuk mencari biit atlit Basket.” Kata Subiyanto
Batang Basketball League diikuti oleh 15 sekolah dari total 24 Tim dan terbagi atas 9 tim basket putra SMA, 6 Tim basket putri SMA, 5 tim basket putra smp, serta 4 tim basket smp putri.
“ pelaksanaan BBL 2017 terbagi atas 6 seri seri pertama yaitu di SMA Negeri 1 Batang, seri kedua di SMA Negeri 1 Bandar, Seri ke 3 di SMA Negeri 2 Batang, Seri ke 4 di SMA Negeri l Subah, seri kelima di SMK Kandeman Batang, dan seri terakhir di MAN Batang.” Jelas suiyanto. (Edo/Humas/McBatang)
Sebanyak 30 pesepeda Ride for Palestine menempuh perjalanan 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta dengan melintasi Kabupaten Batang untuk mengampanyekan solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui olahraga bersepeda.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
MGMP Pendidikan Pancasila Kabupaten Batang menggelar LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan dengan melibatkan 64 sekolah SMP. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman empat konsensus kebangsaan, menumbuhkan patriotisme, membentuk karakter pelajar, serta melatih keberanian dan kemampuan berorasi. Panitia juga menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.