Batang - Menuju Hari Statistik Nasional (HSN), Badan Pusat Statistik (BPS) Batang, telah mengawali dengan berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah pawai jalan sehat yang diikuti oleh seluruh pegawai BPS dan perwakilan mitra serta relawan sebanyak 200 orang dari 15 kecamatan dengan start dari Kantor BPS Batang dan finish di Alun-alun Kabupaten Batang, Jumat (20/9/2019).
Kepala BPS Batang, Tina Wahyufitri melalui Ketua Panitia HSN, sekaligus staf BPS, Ali Fahrudin mengatakan, jalan sehat ini adalah media untuk menggelorakan semangat warga Kabupaten Batang supaya ikut berpartisipasi menyukseskan Sensus Penduduk 2020.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan HSN sidah dimulai sejak tanggal 13 September yang lalu dengan menyelenggarakan berbagai perlombaan tradisional, diikuti seluruh pegawai BPS.
“Puncak peringatan HSN akan diselenggarakan apel dengan Bupati Batang Wihaji yang bertindak sebagai pembina di halaman Pendopo Kantor Bupati pada 26 September mendatang,†tuturnya.
Apel itu, kata Ali, merupakan satu rangkaian dari kegiatan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020. Selain itu, untuk lebih mendekatkan kepada masyarakat, BPS juga akan membuka stan khusus saat tradisi Kliwonan.
“Kita sosialisasikan kepada pengunjung Kliwonan, sehingga partisipasi masyarakat pada saat Sensus Penduduk 2020 itu, semakin meningkat, karena di bulan Februari dan Maret akan kita selenggarakan Sensus Online,†terangnya.
Menurutnya, event Kliwonan yang sudah menjadi agenda wajib warga, adalah waktu yang tepat, karena menjadi tempat berkumpulnya semua masyarakat Kabupaten Batang.
Ali mengharapkan, partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Batang, karena data kependudukan sangat penting. Data kependudukan merupakan data dasar untuk pengambilan kebijakan pemerintah.
“Masyarakat diminta untuk mengupdate data kependudukan secara mandiri, yang dilaksanakan bulan Februari dan Maret,†pungkasnya.
Sememtara salah satu Mitra Statistik, Rusdiyanto menuturkan, begitu pentingnya masyarakat untuk mengikuti Sensus Penduduk 2020, karena semua akan terdata.
“Kalau masyarakat tidak tercatat, pemerintah nggak tahu jumlahnya berapa, kalau ada bantuan kesehatan atau energi, kan pemerintah bingung,†ungkapnya.
Manfaat utamanya, lanjut Rusdiyanto, pemerintah dapat mengetahui jumlah penduduk Indonesia, termasuk tingkat pendidikannya hingga latar belakangnya.
“Untuk generasi milenial yang biasa main hp, paket sudah punya, pacar juga sudah punya, malu lah kalau tidak ikut Sensus Online. Makanya ikut Sensus Online dulu biar ndak malu,†pungkasnya sambil tersenyum lebar. (MC Batang ,Jateng/Heri)