Batang - Perubahan zaman dan laju industrialisasi di Kabupaten Batang membawa tantangan baru bagi kehidupan bermasyarakat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menekankan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut menjaga stabilitas serta keutuhan sosial di tengah isu-isu publik yang kian kompleks.
Batang - Perubahan zaman dan laju industrialisasi di Kabupaten Batang membawa tantangan baru bagi kehidupan bermasyarakat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menekankan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut menjaga stabilitas serta keutuhan sosial di tengah isu-isu publik yang kian kompleks.
?Faiz menyampaikan, bahwa kondisi toleransi dan kebebasan beribadah di Batang selama setidaknya dua tahun terakhir berada dalam situasi yang aman dan kondusif. Kendati demikian, daerah ini mulai menghadapi tantangan struktural akibat pergeseran demografi.
?“Pada tahun 2000, masyarakat desa jumlahnya 58 persen dan masyarakat kota 42 persen. Pada tahun 2025 kemarin, masyarakat kotanya sudah menjadi 57-58 persen dan masyarakat desanya 42 persen,” katanya usai Pengukuhan FKUB Masa Bhakti 2026-2031 di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (6/9/2026).
?Pergeseran menuju masyarakat perkotaan ini dinilai sebagai pertanda pertumbuhan ekonomi yang positif, namun di sisi lain membawa risiko merosotnya kepedulian sosial akibat gaya hidup yang cenderung asosial.
?“Di mana-mana daerah yang social support-nya semakin menurun, di situlah benih-benih konflik mulai,” tegasnya.
?Selain masalah interaksi sosial antarwarga, perhatian khusus juga disorot pada pola pengasuhan anak dan maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Penggunaan gawai berdurasi panjang serta kurangnya ruang interaksi langsung di luar rumah dinilai mengikis rasa empati anak-anak sejak dini.
?“Makin panjang dia (menggunakan gawai), makin asosial dia, makin minim empati terhadap teman-temannya. Anak-anak kecil ini juga menjadi bagian yang harus kita bahas,” ujar dia.
?Faiz juga mengingatkan potensi meningkatnya risiko disintegrasi sosial seiring pesatnya kemajuan industri di Kabupaten Batang.
“Kesenjangan ekonomi yang timbul akibat modernisasi kerap menjadi pemicu riak konflik jika tidak diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, FKUB diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam memperkuat ikatan sosial dan merawat kerukunan di tengah keberagaman warga,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)