Melebur Perbedaan ke Dalam Kebhinekaan

Rabu, 21 Agustus 2019 Jumadi Dibaca 825 kali Sosial
Melebur Perbedaan ke Dalam Kebhinekaan

Batang - Menyikapi peristiwa yang terjadi di Manokwari Papua Barat, menurut Frater Diakon Andreas Buarlele, dari Paroki Santo Yusup Batang, ada segelintir orang yang masih memiliki pola pikir dan tindakan primordialisme dimana melihat perbedaan suku, agama, ras dan warna kulit yang ditonjolkan. Akan tetapi karena kita hidup di bumi nusantara, dengan segala keanekaragamannya, tentu semua adalah putra-putri ibu pertiwi, sudah sepantasnya meninggalkan politik identitas, dan meleburnya ke dalam kebhinekaan.

Ia berpesan kepada masyarakat Kota Batang khususnya dan rakyat Indonesia umumnya harus pandai menyikapi informasi yang beredar di dunia maya. 

“Ada berita yang benar-benar terjadi, tapi terkadang itu berita palsu, atau berita yang kedengarannya itu benar, tetapi karena dibungkus dengan baik, masyarakat melihatnya sebagai berita palsu. Sehingga perlu kita saring semua informasi yang beredar di media sosial, apakah berita benar atau hanya ingin memecahbelah bangsa,” papar Diakon Andre yang berasal dari Kepulauan Tanimbar di Paroki Santo Yusup Kabupaten Batang, Rabu (21/8/2019).

Diakon Andre mengimbau agar mempererat persatuan dan kesatuan, walaupun berbeda agama, suku, bahasa dan kebudayaan, tetapi tetap menjadi satu dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara, menurut Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang, Akhmad Handi Hakim, justru dengan negara Indonesia yang multi etnis, dapat menjadi potensi kekuatan luar biasa, terapi juga bisa menjadi potensi perpecahan jika tidak dirawat. 

“Maka sejak lama nenek moyang kita mengajarkan persatuan dalam perbedaan, melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika sudah didengung-dengungkan, kemudian merawatnya dengan cara saling menghormati,” terangnya.

Jangan hanya karena persoalan perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan, kemudian dibesar-besarkan, sebab hal itu akan merugikan Indonesia sebagai negara kesatuan. 

“Orang Papua itu ssbetulnya baik hatinya, jika kita mau lebih dekat dan santun dengan mereka, justru mereka akan jauh lebih bersahabat dengan kita, karena sebenarnya kita semua adalah saudara,” ujar Alumni IPDN tahun 1995 yang pernah menjabat sebagai Lurah Samkai Merauke. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Kontingen Kabupaten Batang menempati peringkat ke-30 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan raihan 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu, belum mencapai target 10 besar. Meski demikian, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh tim. Ke depan, KONI bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet dan fasilitas penunjang sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Batang pada kompetisi berikutnya.
31 Okt 2026 Jumadi 252
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa kelas XII SMK Bintara Batang, Ivan Slamet Kurniawan, berhasil meraih juara pertama kategori boxing putra kelas 51 kilogram dalam Kejuaraan Pekalongan Gladiator Season 3. Prestasi tersebut menjadi hasil dari latihan dan persiapan fisik, sekaligus menambah pengalaman serta melatih mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.
31 Okt 2026 Jumadi 96
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono menyerap aspirasi warga Desa Candirejo terkait perbaikan jalan desa dan bantuan RTLH. Pemkab Batang akan mempertimbangkan usulan tersebut dalam perencanaan anggaran 2027, sekaligus menyiapkan pemasangan 9.100 titik lampu penerangan jalan mulai Desember 2026. Bupati juga mendorong pemerintah desa mengoptimalkan anggaran melalui gotong royong masyarakat agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran desa terbatas.
30 Okt 2026 Jumadi 161
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 10184
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Pemkab Batang merencanakan pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan dengan mempertimbangkan Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada November 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
30 Okt 2026 Jumadi 124
Cegah Kekerasan di Sekolah, DP3AP2KB Batang Buka Ruang Bercerita Cegah Kekerasan di Sekolah, DP3AP2KB Batang Buka Ruang Bercerita
Cegah Kekerasan di Sekolah, DP3AP2KB Batang Buka Ruang Bercerita
DP3AP2KB Kabupaten Batang melalui program UPTD Menyapa menghadirkan Ruang Cerita dan Ruang Tumbuh sebagai wadah aman bagi pelajar untuk menyampaikan permasalahan, berkonsultasi dengan psikolog, serta mendapatkan edukasi hukum. Program ini bertujuan mencegah kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan keberanian remaja dalam menjaga kesehatan mental dan melaporkan tindakan kekerasan.
30 Okt 2026 Jumadi 90