Menuju Batang Bebas Sampah Plastik

Selasa, 13 Agustus 2019 Jumadi Dibaca 1.250 kali Sosial
Menuju Batang Bebas Sampah Plastik

Batang - Menyikapi sampah plastik yang menjadi permasalahan semua kalangan dan sebagai langkah nyata mendukung Pemerintah mengurangi dampak sampah plastik, maka Gerakan Cerdas yang di dalamnya terdiri atas puluhan alumni SMPN 1 Batang angkatan tahun 1988, berupaya untuk menggunakan bahan ramah lingkungan berupa besek dan daun pisang sebagai tempat daging kurban di Posko Gerakan Cerdas Kelurahan Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, Selasa (13/8/2019).

Ditemui saat menata daging kurban di atas besek, Ketua Gerakan Cerdas, Sigit Dwi Prastyanto mengatakan, semua alumni menghendaki media yang digunakan untuk menyimpan daging kurban adalah besek dan daun pisang. Hal ini dilakukan untuk menuju Kabupaten Batang yang bebas dari sampah plastik.

“Kami menghindari kantong plastik sebagai wadah, karena kita semua tahu berdasarkan penelitian, kalau sampah plastik membutuhkan proses penguraian hingga 400 tahun. Jika kita terus melestarikan penggunaan kantong plastik sebagai kebutuhan pokok tempat penyimpanan, tentu akan merusak bumi, termasuk kesehatan anak cucu kita,” paparnya.

Sigit menerangkan, di sisi lain, penggunaan besek juga berdampak positif, karena dapat memberdayakan masyarakat pengrajinnya. Di samping itu, kita pun turut memanfaatkan alam yang dikaruniakan Allah kepada manusia, berupa pohon bambu dan daun pisang yang bermanfaaat bagi umat.

“Manusia jadi lebih sehat, karena bahan yang digunakan sangat ramah lingkungan,” tuturnya.

Dirinya sangat mendukung program Pemerintah yang mulai sedikit demi sedikit beralih menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita, tentu akan ikut membangkitkan perekonomian warga.

“Kami menyiapkan 600 buah besek dan 100 lembar daun untuk menjadi tempat daging kurban dibagikan kepada warga kurang mampu di lingkungan sekitar,” terangnya.

Ditambahkan oleh Imang Jasmin, salah satu anggota Gerakan Cerdas, bahwa masa kecil kita dulu mayoritas tempat makanan terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan. Salah satunya adalah besek yang mulai sebagian orang melupakannya. 

“Sederhana sekali teman-teman di Gerakan Cerdas ini merindukan masa lalu yang semuanya serba alami, tanpa merusak lingkungan. Apapun yang diciptakan Allah, berupa alam yang melimpah ini, tidak ada yang sia-sia,” harapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penggunaan besek sekarang ini masih menjadi isu yang masih hangat di tingkat lokal hingga nasional, karena ramah lingkungan. Kebetulan itu sejalan dengan yang akan dilakukan teman-teman Gerakan Cerdas, yaitu membiasakan diri dengan penggunaan bahan ramah lingkungan di segala rutinitas kita setiap hari.

“Menuju Batang yang bebas sampah plastik, harus diawali dari masing-masing pribadi dulu, seperti saat ini kami menggunkan besek berbahan dasar bambu yang banyak tersebar di Kabupaten Batang,” terangnya.

Momentum Idul Adha selain menjadi ajang untuk saling berbagi, tetapi juga dapat dijadikan sarana mengedukasi masyarakat, agar terbiasa menggunakan bahan ramah lingkungan di segala kegiatan, terutama yang berhubungan dengan perekonomian.

“Selain itu, menggunakan besek juga sebagai wujud penghargaan terhadap hasil kreativitas warga, karena saat ini sudah mulai jarang yang menggunakannya untuk media penyimpanan makanan. Secara ekonomi juga sangat menguntungkan pengrajinnya, mereka pun ikut merasakan dampak positifnya,” terangnya.

Imang menambahkan, Gerakan Cerdas juga sering mengundang para pemerhati lingkungan untuk mencari solusi agar alam Indonesia tetap lestari hingga anak cucu, karena masyarakat sadar akan lingkungan yang bersih dari sampah plastik.

“Ke depan kami juga berencana mengundang para stakeholder terkait di Kabupaten Batang, untuk berbincang, menyamakan persepsi dan bersama-sama mewujudkan Batang yang bebas sampah plastik,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 42
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Gelar Sarasehan Dialogis, Upaya FKUB Batang Berikan Ruang Diskusi Umat Beragama
Batang - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batang menggandeng unsur Forkopimda dengan menggelar Sarasehan Dialogis, sebagai garda terdepan dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama. Dialog tersebut menjadi ruang diskusi, untuk menemukan solusi tiap kali munculnya permasalahan antar umat beragama.
06 Sep 2026 Jumadi 48
Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z
Kembali Jabat Ketua FKUB Batang, Subkhi Diminta Dampingi Perilaku Gen Z
Batang - Kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah dikukuhkan oleh Bupati M Faiz Kurniawan dengan kembali memberikan mandat sebagai ketua kepada Subkhi untuk masa bakti 2026 - 2031, di Aula Kantor Bupati batang, Kabupaten Batang, Minggu (692026).
06 Sep 2026 Jumadi 49
Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial
Bupati Batang Minta, FKUB Perkuat Struktur Sosial
Batang - Perubahan zaman dan laju industrialisasi di Kabupaten Batang membawa tantangan baru bagi kehidupan bermasyarakat. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menekankan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk ikut menjaga stabilitas serta keutuhan sosial di tengah isu-isu publik yang kian kompleks.
06 Sep 2026 Jumadi 43
Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah
Diundang ke Darwin Australia, Perajin Batang Pamerkan Batik Rifaiyah
Australia - Warisan budaya Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, kembali melangkah ke panggung internasional. Dua perempuan pegiat dan perajin Batik Rifaiyah, Tri Handayani Mulyati dan Nandiroh, mendapat kehormatan memenuhi undangan untuk memperkenalkan, memamerkan, sekaligus berbagi pengetahuan tentang Batik Rifaiyah melalui kegiatan pameran dan workshop di Darwin, Australia, 1628 Agustus 2026.
05 Sep 2026 Jumadi 495
Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo
Dukung Pengembangan Wisata, Satpol PP Batang Bersih-Bersih Kawasan Hutan Tombo
Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batang menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Wisata Sidawung, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Sabtu (592026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Indonesia Asri yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Bina Wilayah. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong terwujudnya Satpol PP yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
05 Sep 2026 Jumadi 138