MGMP Pendidikan Pancasila SMP Kabupaten Batang akan menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan pada 7 November 2026 di SMK Negeri 1 Kandeman. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat nasionalisme, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air. Persiapan dilakukan dengan memberikan pembekalan kepada dewan juri agar penilaian lomba berlangsung objektif, transparan, dan profesional.
Batang - Semangat nasionalisme dan komitmen memperkuat karakter generasi muda kembali digelorakan oleh para pendidik. Untuk menjaga semangat tersebut, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila SMP Kabupaten Batang akan kembali menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan.
Acara yang mengusung tema "Meneladani Semangat Pahlawan untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Cinta Tanah Air" ini akan diselenggarakan pada Sabtu 7 November 2026, bertempat di SMK Negeri 1 Kandeman. Sebagai langkah persiapan, maka panitia turut menghadirkan para juri berkompeten, untuk menyamakan pandangan dalam teknik penjurian nantinya.
Koordinator MGMP Pendidikan Pancasila SMP Batang Siti Yulaekha menekankan pentingnya peran strategis guru Pendidikan Pancasila dalam merawat nasionalisme peserta didik di era modern.
“Kegiatan LCC dan Orasi Kebangsaan ini bukan sekadar ajang kompetisi akademis, melainkan instrumen penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sejak dini,” katanya saat ditemui di SMPN 1 Batang, Kabupaten Batang, Selasa (27/10/2026).
Ketua MGMP Pendidikan Pancasila Endang Budiasih mengimbau agar momentum ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual.
“Yang pastinya juga memiliki integritas moral yang kuat serta menjunjung tinggi kecintaan terhadap tanah air,” tegasnya.
Ketua Panitia LCC 4 Pilar Kebangsaan dan Orasi Kebangsaan M. Doni Afifudin Febrian menegaskan bahwa seluruh rangkaian lomba dirancang secara objektif, transparan, dan profesional guna menjaring bibit-bibit unggul pelajar Pancasila di Kabupaten Batang.
Sementara itu, Dewan Juri Orasi Kebangsaan, sekaligus Ketua Duta Pancasila Batang Satria Wahyu Kusuma memberikan pembekalan dan pemaparan khusus terkait standar penilaian orasi. Ia menekankan bahwa orasi bukan sekadar berpidato dengan suara lantang, melainkan bagaimana peserta mampu menyampaikan gagasan kebangsaan dengan penghayatan jiwa yang mendalam.
“Sampaikan retorika yang membakar semangat, serta argumen yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Para peserta mampu tampil natural, percaya diri, dan menjadi corong penyemangat jiwa nasionalisme di kalangan pelajar,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)