Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar kegiatan Sambang Desa putaran pertama di halaman Balai Desa Blado, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Kamis (22102026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta masukan terkait pembangunan dan pelayanan publik.
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar kegiatan Sambang Desa putaran pertama di halaman Balai Desa Blado, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta masukan terkait pembangunan dan pelayanan publik.
Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, Sambang Desa kembali dijadwalkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan informasi mengenai pembangunan yang telah dilaksanakan pada 2026 dan rencana pembangunan pada 2027.
“Seluruh pembangunan itu dipersembahkan untuk masyarakat, dari hasil pajak masyarakat. Kemudian, hal-hal lainnya menjadi masukan dan saran masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Batang ke depan,” jelasnya.
Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan penanganan sampah, termasuk usulan untuk menggerakkan kembali kegiatan bersih-bersih di kawasan Terminal Bratosan. Menanggapi hal itu, Suyono menilai usulan tersebut positif dan perlu ditindaklanjuti melalui gerakan yang melibatkan masyarakat secara lebih masif.
“Persoalan sampah saat ini membutuhkan perhatian serius karena kapasitas penampungan sampah juga menghadapi tekanan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memicu banjir saat musim hujan. Solusinya harus menggerakkan kembali masyarakat secara masif agar sadar bahwa sampah itu mengganggu. Bahkan, saat musim hujan bisa menyebabkan banjir,” terangnya.
Suyono menambahkan, dampak sampah sering kali turut dirasakan masyarakat di wilayah bawah, termasuk warga yang sudah berupaya menjaga kebersihan lingkungannya. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan. Selain persoalan sampah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kenaikan insentif bagi ketua rukun tetangga (RT).
“Pemerintah daerah sebelumnya telah menambahkan alokasi anggaran untuk insentif RT. Namun, kenaikan kembali saat ini perlu mempertimbangkan kondisi kemampuan keuangan daerah. Kalau untuk menaikkan kembali, kemampuan keuangan daerah saat ini sangat sulit. Kita belum tahu bagaimana kondisi keuangan pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Menurut Suyono, aspirasi masyarakat tetap menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan sesuai kemampuan anggaran.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Suyono juga membagikan susu kepada masyarakat. Kegiatan berbagi tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemimpin terhadap masyarakat. Ia menyebut, dirinya juga berupaya menyediakan beras di kendaraan untuk membantu warga yang membutuhkan.
“Kalau saya ke mana-mana, di mobil biasanya selalu ada beras. Ketika melihat masyarakat ada yang lapar, kita sudah menyiapkan makanan, tentu beras itu sendiri,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Suyono menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menunjukkan antusiasme dalam membayar pajak. Ia menilai, kesadaran membayar pajak menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami tentu mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah sadar pajak serta melihat hasil pembangunan yang kami sajikan. Melalui Sambang Desa, Pemkab Batang berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka sehingga berbagai aspirasi dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)