Batang PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15102026).
Batang – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15/10/2026).
Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmika mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan satu tahun program Mageri Segoro, program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir, memitigasi dampak perubahan iklim, serta memulihkan ekosistem pantai.
“Penanaman tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir, termasuk menghadapi ancaman banjir rob dan perubahan kondisi lingkungan. Pada 2026, BPI berkomitmen mendukung penyediaan 30.000 bibit mangrove. Hingga saat ini, sebanyak 17.300 bibit telah direalisasikan dan ditanam untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir,” jelasnya.
Sementara, di Desa Denasri Kulon, total mangrove yang telah ditanam mencapai sekitar 52.300 batang di lahan seluas 6,8 hektare. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat bagi berbagai biota, tanaman ini juga membantu mengurangi potensi dampak banjir rob serta menyerap dan menyimpan karbon.
“Untuk meningkatkan keberhasilan penanaman, saat ini dilakukan uji coba penggunaan media peninggi tanaman berupa lumpur yang dimasukkan ke dalam karung. Metode tersebut bertujuan meningkatkan posisi tanaman agar tidak sepenuhnya terendam saat terjadi banjir rob atau pasang air laut yang tinggi,” terangnya.
Hasil uji coba akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan metode penanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi pesisir, sekaligus mendukung pertumbuhan mangrove agar dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Mageri Segoro merupakan salah satu program unggulan Gubernur Jawa Tengah untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Pelestarian mangrove membutuhkan komitmen dan kerja sama yang berkelanjutan. Melalui program Mageri Segoro, kami mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan BPI yang telah mendukung program tersebut sejak awal. Menurutnya, upaya pelestarian mangrove tidak cukup hanya melalui penanaman, tetapi harus disertai pemeliharaan dan pemantauan secara berkelanjutan. Dengan demikian, bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
General Manager Stakeholder Relations PT Bhimasena Power Indonesia Aryamir H. Sulasmoro mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan di Kabupaten Batang. Sebagai bagian dari masyarakat Batang, BPI memandang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Bagi Bhimasena Power Indonesia, pelestarian lingkungan merupakan upaya bersama yang membutuhkan kolaborasi dan keberlanjutan. Melalui dukungan terhadap penanaman mangrove bersama DLHK Jawa Tengah dalam program Mageri Segoro, kami ingin berkontribusi dalam menjaga ekosistem pesisir,” ujar dia.
Ia berharap, sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjaga kawasan pesisir agar tetap lestari untuk generasi mendatang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)