Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736Batang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Lapangan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
Batang – Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736/Batang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Lapangan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13/10/2026).
Program tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan sepanjang hampir satu kilometer yang diharapkan menjadi akses alternatif bagi masyarakat Desa Sembung, khususnya warga yang bekerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, pelaksanaan TMMD mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari pembangunan fisik, kegiatan nonfisik, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
“Fisik utamanya untuk jalan dan itu nanti akan hampir satu kilometer. Kita berharap akses ini menjadi jalur utama baru warga Sembung, khususnya yang bekerja di KITB, sehingga mobilitas mereka bisa lebih efisien,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan tersebut didukung oleh anggaran dari berbagai sumber, yakni sekitar Rp700 juta dari pemerintah daerah, sekitar Rp300 juta dari pemerintah provinsi, serta hampir Rp300 juta dari Markas Besar TNI Angkatan Darat. Selain pembangunan jalan, TMMD Ke-130 juga mencakup program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mempermudah akses masyarakat dari dan menuju Desa Sembung. Dengan terbukanya akses baru menuju KITB, ia berharap potensi ekonomi desa dapat berkembang seiring meningkatnya konektivitas dengan kawasan industry,” terangnya.
Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengatakan, pelaksanaan TMMD merupakan program TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan di seluruh wilayah komando distrik militer (Kodim). Di wilayah Korem 071/Wijayakusuma, sembilan Kodim melaksanakan program TMMD dengan skema yang berbeda. Kabupaten Batang menjadi lokasi TMMD reguler, sedangkan wilayah lainnya melaksanakan TMMD Sengkuyung.
“Ini program dari Angkatan Darat yang didukung oleh Pak Bupati, Pak Ketua DPRD, dan seluruh komponen yang ada di sini. Sesuai dengan tema, satukan langkah berarti gotong royong. Semangat itulah yang akan kita bangkitkan lagi, membangun negeri Indonesia ini dari desa,” tuturnya.
Kegiatan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyasar kebutuhan sosial masyarakat. Sejumlah kegiatan nonfisik yang dilaksanakan antara lain pengobatan massal, pencegahan stunting, serta penyaluran bantuan sesuai kebutuhan warga.
“Program tersebut juga mencakup penanaman pohon sebanyak 5.000 bibit setelah musim hujan tiba dan penanaman jagung di lahan seluas satu hektare. Penentuan lokasi TMMD dilakukan melalui tahapan pembahasan di tingkat desa, pengajuan ke kecamatan, hingga pemerintah kabupaten. Selanjutnya, program tersebut mendapatkan persetujuan anggaran dari DPRD sebelum dilaksanakan,” tegasnya.
Ia berharap, hasil pembangunan fisik dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat, sementara kegiatan nonfisik mampu memperkuat semangat kebersamaan. Yang fisik digunakan dan dipelihara. Yang nonfisik, semangat gotong royong itulah yang harus diperkuat, karena bekerjanya TMMD ini dibantu oleh seluruh komponen.
Sidik juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Sembung dalam menyambut pembukaan TMMD ke-130. Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan desa.
Sementara itu, Ketua DPRD Batang Suudi mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan TMMD sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pedesaan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui persetujuan anggaran yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten Batang.
“Program ini mempercepat infrastruktur dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. Kami sebagai DPRD mendukung dengan menindaklanjuti persetujuan anggaran yang ada di APBD Kabupaten Batang,” ujar dia.
Ia berharap, pembangunan jalan di Desa Sembung dapat memperlancar akses menuju KITB sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar kawasan industri.
Menurut Suudi, konektivitas yang semakin baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, terutama bagi wilayah yang berada di sekitar kawasan industri. Melalui TMMD Ke-130, Pemkab Batang bersama TNI, DPRD, dan masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)