Batang - Peralatan dan sarana prasarana (sarpras) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Batang kini membutuhkan peremajaan mendesak. Di tengah melonjaknya kasus kebakaran, para personel di lapangan harus berjuang menjinakkan si jago merah dengan peralatan yang serba terbatas dan rusak.
Batang - Peralatan dan sarana prasarana (sarpras) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Batang kini membutuhkan peremajaan mendesak. Di tengah melonjaknya kasus kebakaran, para personel di lapangan harus berjuang menjinakkan si jago merah dengan peralatan yang serba terbatas dan rusak.
Kondisi keprihatinan ini disuarakan langsung oleh Wakil Bupati Batang Suyono usai menyampaikan Laporan Hasil Tindak Lanjut atas Evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026 saat Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9/10/2026).
Suyono mengungkapkan bahwa pengadaan sarpras Damkar justru luput dari anggaran tahun ini, padahal intensitas kejadian kebakaran sedang tinggi-tingginya.
“Ya itu di 2026 ini tidak teranggarkan. Keluhan-keluhan dari Damkar itu khususnya di lapangan, itu kan siang hari ini bulan-bulan ini pun kan setiap hari itu kejadian yang luar biasa. Kebakaran, alatnya semprot itu semua sudah bocor sehingga tidak bisa maksimal larinya air saat penyemprotan. Yang kedua, pakaiannya sudah rusak, sudah rusak semua. Ya pemerintah harus menganggarkan untuk itu, itu kan bagian dari keselamatan,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi mengenai alokasi anggaran penanganan tersebut, Suyono menjelaskan bahwa penganggaran baru disiapkan untuk tahun mendatang. Ya, 2027 sudah teranggarkan meskipun belum sepenuhnya.
Ditemui Secara terpisah Kepala Satpol PP Batang Haryono menegaskan pentingnya peremajaan sarpras mengingat tugas Damkar berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Pada prinsipnya karena Damkar merupakan pelayanan dasar, butuh peralatan Damkar yang memadai dan kondisi baik,” terangnya.
Ia juga menyebutkan, Armada Truk Pemadam: Dari total 6 unit, 4 unit dalam kondisi sedang (keluaran tahun 2002, 2003, dan dua unit tahun 2012), sementara hanya 2 unit yang berstatus kondisi baik (keluaran tahun 2009 dan 2024). (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)