Batang - Kawasan Alun-alun Batang diprediksi bakal disesaki ribuan pengunjung menyusul gelaran acara besar yang berlangsung akhir pekan ini. Menanggapi potensi lonjakan massa tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang bergerak cepat menyusun rekayasa lalu lintas sekaligus menyiapkan kantong parkir demi menjaga arus kendaraan tetap terkendali.
Batang - Kawasan Alun-alun Batang diprediksi bakal disesaki ribuan pengunjung menyusul gelaran acara besar yang berlangsung akhir pekan ini. Menanggapi potensi lonjakan massa tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang bergerak cepat menyusun rekayasa lalu lintas sekaligus menyiapkan kantong parkir demi menjaga arus kendaraan tetap terkendali.
Penataan area parkir dipusatkan mulai Jumat, dengan prioritas pengelolaan pada momen puncak kunjungan di malam Minggu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Batang Agung Widodo menyebutkan, bahwa koordinasi erat terus dilakukan bersama pihak kepolisian untuk memetakan titik-titik krusial.
“Untuk kantong parkir kemarin dari Polres menyampaikan kalau kantong parkir itu di sisi sebelah timur alun-alun. Tapi kami juga nanti akan berkoordinasi supaya kantong parkir itu juga ditambah di sisi barat alun-alun, tetapi khusus untuk sepeda motor R2,” katanya saat ditemui di Kantornya, Jumat (9/10/2026).
Guna mencegah penumpukan kendaraan di pusat keramaian, petugas menyiapkan penyekatan bertahap jika kapasitas utama mulai meluap. Apabila sudah penuh, kami akan barikade, nanti akan kembali ke selatan, berarti sampai yang di Soto Kebo. Tapi itu khusus sepeda motor. Untuk yang mobil, kita coba arahkan dari Soto Kebo ke selatan.
“Mengenai daya tampung spesifik, Dishub mengaku belum mengkalkulasi angka pastinya. Pola penataan yang diterapkan bakal mengadopsi skema pengelolaan acara rutin Kliwonan dengan menyesuaikan dinamika di lapangan. Ya, berapa ya, kami juga belum menghitung. Cuma prinsipnya sama dengan seperti kegiatan di Kliwonan, intinya seperti itu,” jelasnya.
Akses masuk menuju ring satu alun-alun diprioritaskan bagi kendaraan roda dua, sedangkan mobil dan moda transportasi besar lainnya dialihkan melintasi jalur alternatif. Di luar urusan kelancaran lalu lintas, Dishub menggarisbawahi pentingnya menjaga ruang gerak bagi situasi darurat.
“Yang penting, apabila ada yang namanya darurat mobil, apakah itu ambulans dan lain sebagainya, akses jalan itu masih bisa terlewati dengan lancar,” tegasnya.
Sementara itu, regulasi terkait tarif parkir insidentil masih dalam tahap pematangan. Pengarahan kepada para juru parkir (jukir) yang bertugas juga terus dimaksimalkan agar pola pelayanan seragam dan tidak memicu pungli.
“Jadi untuk tiket ya nanti malam kami coba akan kolaborasi dulu terkait dengan itu. Yang penting kami sudah mendata para jukir yang saat ada kegiatan Kliwonan,” ungkapnya.
Seluruh persiapan teknis ini dikejar sebelum rangkaian agenda dimulai sejak sore hari. Kesiapan jukir serta kepatuhan pengendara menjadi kunci utama agar suasana di sekitar alun-alun tetap kondusif selama acara berlangsung.
“Untuk kantong parkir pastinya Jumat mungkin sudah mulai. Karena Jumat, seperti informasi kemarin panitia, itu sudah mulai adanya gladi. Jam 3 sore itu sudah mulai. Otomatis pastinya juru parkir-juru parkir itu sudah mulai untuk parkir,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)