Batang - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang menargetkan masuk 10 besar klasemen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Retreat Atlet Porprov XVII bersama atlet berprestasi dengan tema Menuju Jawa Tengah Juara yang digelar di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1392026).
Batang - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang menargetkan masuk 10 besar klasemen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Retreat Atlet Porprov XVII bersama atlet berprestasi dengan tema “Menuju Jawa Tengah Juara” yang digelar di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (13/9/2026).
Sebanyak 157 atlet dari 31 cabang olahraga (cabor) mengikuti kegiatan pembekalan tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, optimisme para atlet menjadi modal penting untuk meraih prestasi dalam Porprov 2026.
“Saya bisa melihat wajah-wajah optimis. Dari sini saya bisa melihat wajah-wajah nantinya yang akan menghiasi podium di Porprov 2026. Pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras dan metode latihan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Atlet harus meningkatkan kualitas latihan, memperkuat mental, serta memiliki keyakinan untuk meraih kemenangan,” jelasnya.
Kalau kita ingin sesuatu yang beda, maka kita harus melakukan hal yang beda. Kalau kita ingin hasil yang lebih baik, maka lakukan metode yang lebih baik. Faiz juga mengungkapkan, pada Porprov 2023, Kabupaten Batang berada di peringkat ke-19 se-Jawa Tengah dengan perolehan 13 medali emas, 11 perak, dan 17 perunggu dari 144 atlet. Pada Porprov 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober, Batang menargetkan posisi 10 besar klasemen Jawa Tengah.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan para atlet, Pemkab Batang juga menaikkan bonus perolehan medali. Bonus medali emas yang sebelumnya sebesar Rp40 juta pada Porprov 2023, kini dinaikkan menjadi Rp45 juta,” ungkapnya.
Adapun rincian bonus medali Porprov 2026 sebagai berikut Medali emas sebesar Rp45 juta, Medali perak sebesar Rp35 juta, dan Medali perunggu sebesar Rp20 juta. Selain bonus, Pemkab Batang juga berupaya meningkatkan dukungan fasilitas bagi para atlet, termasuk anggaran pemberangkatan kontingen yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Kami juga berupaya supaya lebih beda daripada yang dulu. Sekitar Rp1 miliar untuk pemberangkatan. Jadi jangan sampai nanti adik-adik ini berangkat pakai bus odong-odong. Harus pakai bus yang bagus,” tegasnya.
Meski demikian, Faiz mengingatkan bahwa fasilitas dan bonus hanya menjadi faktor pendukung. Menurutnya, keberhasilan meraih prestasi tetap bergantung pada kerja keras, mental, dan keyakinan para atlet.
“Yang pertama, kuatkan niat kalian dan yakinlah bahwa kalian adalah juaranya. Para atlet agar dapat membangun sugesti positif dengan menanamkan keyakinan sebagai juara. Setiap malam sebelum tidur, teriak dulu, ‘Saya juara!’ Nanti tidur, bangun lagi, teriak lagi, ‘Saya juara!’ Harus begitu,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Batang Teguh Supriyanto menjelaskan, pihaknya menargetkan 32 medali emas dalam Porprov 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian 13 medali emas pada Porprov 2023.
“Dari 31 cabor yang diikuti, terdapat sembilan cabor potensial yang diharapkan mampu menyumbangkan medali, di antaranya panjat tebing, petanque, pencak silat, dan atletik. Training center (TC) sudah berjalan sejak April. Sekarang kami melanjutkan dengan kegiatan retreat untuk memberikan pembekalan psikologi olahraga, mental, serta materi bebas narkoba dan doping,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)