Bupati Batang Ingatkan Ancaman Bullying dan Lunturnya Gotong Royong

Selasa, 08 September 2026 Jumadi Dibaca 22 kali Acara Pimpinan Daerah
Bupati Batang Ingatkan Ancaman Bullying dan Lunturnya Gotong Royong
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan usai melantik Duta Pancasila di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengingatkan para Duta Pancasila Kabupaten Batang agar ikut memperkuat nilai kegotongroyongan dan kepedulian sosial di tengah perubahan Kabupaten Batang menjadi kawasan industri. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Duta Pancasila Kabupaten Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (892026).

Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengingatkan para Duta Pancasila Kabupaten Batang agar ikut memperkuat nilai kegotongroyongan dan kepedulian sosial di tengah perubahan Kabupaten Batang menjadi kawasan industri. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Duta Pancasila Kabupaten Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (8/9/2026).

“Perkembangan industri, teknologi, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat membawa dampak positif. Namun, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, terutama potensi semakin berkurangnya interaksi sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, perubahan komposisi penduduk desa dan kota di Indonesia. Pada tahun 2000, masyarakat desa jumlahnya 57 persen, masyarakat kota 43 persen. Tahun 2020 masyarakat kota sudah 53 persen, masyarakat desa 47 persen. Menurut dia, pada 2045 jumlah masyarakat yang tinggal di perkotaan diprediksi mencapai 72 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa ada pertumbuhan ekonomi, peningkatan ekonomi yang semakin membaik, kemajuan teknologi, masyarakat yang semakin sejahtera. Tetapi di satu sisi lain kita memiliki ancaman serius terhadap potensi disintegrasi bangsa, kita memiliki ancaman serius terhadap kehidupan yang asosial,” jelasnya.

Kehidupan masyarakat perkotaan cenderung membuat hubungan sosial antarwarga menjadi lebih renggang dibandingkan kehidupan di pedesaan. Ia menggambarkan kondisi tersebut dengan perbedaan lingkungan permukiman desa dan kota.

“Di desa, masyarakat desa tidak ada gerbang, tidak ada pagar. Tetapi di kota, pagarnya tinggi-tinggi. Karena itu, keberadaan Duta Pancasila diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak untuk menjaga semangat gotong royong dan membangun dukungan sosial di tengah masyarakat,” terangnya.

Nah, ini yang akan dihadapi oleh teman-teman semuanya sebagai Duta-Duta Pancasila, bagaimana membangun kegotongroyongan, nilai-nilai Pancasila membangun support sosial di antara masyarakat bisa semakin membaik dan semakin kokoh, terutamanya di generasi muda.

“Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam hubungan antar pelajar di lingkungan sekolah. Maka Duta Pancasila ikut mencegah praktik bullying dan tindakan mendiskreditkan siswa di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Faiz juga menegaskan, perbedaan asal daerah, latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk memperlakukan siswa secara berbeda.

“Semua anak, semua siswa, semua siswi punya hak yang sama. Mereka semuanya sama, tidak boleh dilihat dari warna kulitnya, tidak boleh dilihat dari asal daerahnya, tidak boleh dilihat dari background orang tuanya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar siswa tidak menilai teman berdasarkan kendaraan yang digunakan untuk pergi ke sekolah ataupun kondisi ekonomi keluarganya. Sekolah seharusnya menjadi ruang bagi semua pelajar untuk tumbuh bersama, saling membantu dan membangun solidaritas.

Faiz berharap, para Duta Pancasila dapat menjadi contoh sekaligus penggerak dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, saling menghargai dan bebas dari perundungan.

“Ketika menjadi dewasa, ini adalah jejaring yang harus dijaga. Kegotongroyongan kita, jejaring kita sebagai anak bangsa, jejaring kita sebagai warga negara Republik Indonesia, inilah yang akan terus membantu kita satu dengan yang lain,” pungkasnya.

Menurut dia, pembangunan Batang sebagai daerah industri tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga masyarakat yang tetap memiliki kepedulian sosial dan memegang teguh nilai-nilai Pancasila. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah
Duta Pancasila Paskibraka Batang Dilantik, Diminta Aktif Kenalkan Nilai Pancasila ke Sekolah
Batang - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia melantik Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (892026).
08 Sep 2026 Jumadi 38
Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Bidik 400 Penyerapan per Bulan, Disnaker Batang Buka Layanan Walk-In Interview di Sekolah
Batang - Langkah Pemerintah Kabupaten Batang dalam menekan angka pengangguran makin agresif. Lewat program Dapat Kerja (DAKER), sebanyak 1.685 pencari kerja berhasil diserap dunia kerja per 7 September 2026. Dari angka tersebut, 1.616 orang masuk lewat pendanaan APBD, sementara 69 lainnya melalui jalur non-APBD.
08 Sep 2026 Jumadi 40
Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua
Peternak Lebah Asal Batang Tekuni Madu Sejak 1995, Kini Dipasarkan hingga Papua
Batang - Sangaji, peternak lebah asal Desa Timbang, telah mengenal dunia perlebahan sejak duduk di bangku SMP pada 1995. Kecintaannya terhadap lebah berawal ketika ia membantu mengelola koloni lebah milik pamannya. Sejak saat itu, berbagai aktivitas terkait lebah mulai ia tangani sendiri, mulai dari perawatan hingga menentukan lokasi penempatan koloni.
08 Sep 2026 Jumadi 44
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Batang Siapkan Langkah Mitigasi Kesehatan
Batang - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meruncing belakangan ini sempat memicu kekhawatiran warga. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik karena paparan abu vulkanik dipastikan belum menyentuh wilayah Batang maupun Jawa Tengah secara umum.
08 Sep 2026 Jumadi 63
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 112
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 338