Petani Gen Z Kembangkan Sale Pisang Tanduk dengan Topping Kacang

Rabu, 02 September 2026 Jumadi Dibaca 320 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Petani Gen Z Kembangkan Sale Pisang Tanduk dengan Topping Kacang
Petani Gen Z Kembangkan Sale Pisang Tanduk dengan Topping Kacang di Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Batang - Memilih pulang ke kampung halaman dan menekuni pertanian bukan perkara mudah bagi generasi muda. Namun, M. Fata Ulinuha justru mengambil keputusan tersebut setelah melihat peluang dari hasil pertanian di Kabupaten Batang.

Batang - Memilih pulang ke kampung halaman dan menekuni pertanian bukan perkara mudah bagi generasi muda. Namun, M. Fata Ulinuha justru mengambil keputusan tersebut setelah melihat peluang dari hasil pertanian di Kabupaten Batang.

Pria yang pernah bekerja di Jakarta itu kini memilih menjadi petani pisang tanduk sekaligus mengembangkan produk olahan berupa sale pisang dengan inovasi topping kacang-kacangan dan biji-bijian.

Fata mengatakan, keputusan mengolah sendiri hasil panen berawal dari harga pisang tanduk yang dinilai memiliki batas ketika dijual kepada tengkulak. Sebagai petani pisang tanduk ini, harga pisang tanduk kalau dijual ke tengkulak itu kan semacam ada plafonnya. Ya akan mentok di situ-situ saja. Kondisi tersebut membuatnya berpikir untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dengan mengolah pisang yang ditanamnya sendiri.

“Akhirnya kita mulai memutuskan buat mengolah hasil tani kita sendiri yang kita tanam dari satu tahun lalu. Kemudian mengembangkan sale pisang menggunakan mesin dehydrator. Proses pengolahan dilakukan dengan suhu rendah agar nutrisi pisang tetap terjaga,” katanya saat ditemui di Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Rabu (2/9/2026).

Setelah melalui proses pengeringan, sale pisang diberi topping berupa kacang-kacangan dan biji-bijian sehingga menjadi alternatif camilan yang menurutnya lebih praktis. Bentuk produk juga dibuat berbeda dari sale pisang pada umumnya.

Fata menyebutkan, memotong sale pisang tanduk menjadi bentuk kotak berukuran sekitar 6 x 6 sentimeter. Menurut dia, inovasi tersebut dibuat karena ukuran pisang tanduk relatif besar sehingga kurang praktis apabila langsung disantap sebagai camilan.

“Kalau buat ngemil itu mungkin agak repot. Jadi kita coba bikin kotak-kotak sekitar 6 x 6 sentimeter supaya mudah buat cemilan. Produk tersebut dijual dalam dua pilihan. Kemasan besar berisi 10 potong dijual dengan harga Rp30 ribu per bungkus. Sementara versi fun pack berisi enam potong dijual dengan harga Rp20 ribu.

Meski masih tergolong usaha baru, penjualan sale pisang tanduk tersebut mulai mendapatkan respons dari konsumen luar daerah. Pemasaran dilakukan terutama secara daring melalui media sosial pribadinya. Pembeli paling banyak berasal dari luar kota, terutama Jakarta dan Surabaya.

“Penjualan per bulannya ini baru mulai tiga mingguan. Sampai sekarang di bulan ini sudah terjual sekitar 200 pack,” ungkapnya.

Fata mengaku, proses produksi masih berjalan lancar dan terkendali. Ketersediaan bahan baku juga tidak menjadi persoalan karena pisang tanduk yang digunakan berasal dari lahan yang dikelolanya sendiri.

“Kalau stok pisang jelas aman karena kita nanam sendiri itu di 3,8 hektar dan kapasitasnya 5.400. Jadi per minggu kita pasti rutin panen. Keputusan untuk menekuni pertanian juga tidak lepas dari pemanfaatan sumber daya yang sudah tersedia di keluarganya,” imbuhnya.

Ia mengaku memiliki kesempatan untuk mengelola lahan sewa yang sebelumnya digunakan untuk menanam sengon dengan sistem tumpangsari pisang. Lahan tersebut awalnya sekitar 2,5 hektar. Setelah melihat potensi hasil pisang, Fata mengubah pola tanam dengan menjadikan pisang sebagai tanaman utama, sementara sengon tetap dipertahankan untuk membantu membayar biaya sewa lahan.

“Untuk biaya operasional awal, menggunakan tabungan pribadi sekitar Rp25 juta. Dana tersebut digunakan antara lain untuk membayar tenaga kerja dalam proses penanaman. Sementara itu, bibit pisang tidak sepenuhnya harus dibeli karena diperoleh dari anakan tanaman pisang yang sudah ada di lahan,” ujar dia.

Seiring berjalannya usaha, sebagian hasil panen yang sudah dapat dipetik juga dimanfaatkan sebagai arus kas untuk membiayai operasional berikutnya.

“Dengan mengembangkan produk hingga tahap pengolahan dan pemasaran, hasil panen pisang tanduk tidak berhenti sebagai komoditas yang dijual kepada tengkulak, tetapi dapat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Viralnya Taman KEK Industropolis Hadirkan Usaha Food Truk Viralnya Taman KEK Industropolis Hadirkan Usaha Food Truk
Viralnya Taman KEK Industropolis Hadirkan Usaha Food Truk
Batang - Viralnya taman tematik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. warga lokal melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) LKD Kecamatan Gringsing yang disokong program CSR pengelola kawasan membuka deretan food truck warna-warni jadikan peluang usaha yang bagus.
13 Sep 2026 Jumadi 71
Retreat Atlet, KONI Batang Targetkan 10 Besar Porprov Jateng 2026 Retreat Atlet, KONI Batang Targetkan 10 Besar Porprov Jateng 2026
Retreat Atlet, KONI Batang Targetkan 10 Besar Porprov Jateng 2026
Batang - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang menargetkan masuk 10 besar klasemen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Target tersebut disampaikan dalam kegiatan Retreat Atlet Porprov XVII bersama atlet berprestasi dengan tema Menuju Jawa Tengah Juara yang digelar di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1392026).
13 Sep 2026 Jumadi 84
KEK Industropolis Batang Jadi Tuan Rumah Sirkuit Sprint Rally Terpanjang 2026 KEK Industropolis Batang Jadi Tuan Rumah Sirkuit Sprint Rally Terpanjang 2026
KEK Industropolis Batang Jadi Tuan Rumah Sirkuit Sprint Rally Terpanjang 2026
Batang - Kabupaten Batang, resmi ditunjuk menjadi tuan rumah ajang kejuaraan nasional (kejurnas) balap mobil bergengsi. Bintang Otomotif berkolaborasi dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang untuk menggelar Kejurnas Sprint Rally Putaran 4 Tahun 2026. Sebanyak 130 pembalap dipastikan turun gelanggang untuk menaklukkan trek sepanjang 5,5 kilometer dengan jarak tempuh lomba 5,3 kilometer jadi terpanjang hingga sekarang.
11 Sep 2026 Jumadi 181
Gelar Kejurnas Sprint Rally di KITB, Pemkab Batang Bidik Potensi Wisata Baru Gelar Kejurnas Sprint Rally di KITB, Pemkab Batang Bidik Potensi Wisata Baru
Gelar Kejurnas Sprint Rally di KITB, Pemkab Batang Bidik Potensi Wisata Baru
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Bintang Automotif dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang resmi mengumumkan penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Putaran 4. Ajang balap tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2627 September 2026 mendatang di kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang. Acara persiapan dan pengumuman resmi kejuaraan tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di halaman KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (1192026).
11 Sep 2026 Jumadi 164
Gelar Khotmil Qur'an, SMA Wonotunggal Bentuk Karakter Siswa Berakhlak Gelar Khotmil Qur'an, SMA Wonotunggal Bentuk Karakter Siswa Berakhlak
Gelar Khotmil Qur'an, SMA Wonotunggal Bentuk Karakter Siswa Berakhlak
Batang - Pembentukan karakter anak didik untuk mendukung generasi emas di 2045, menjadi fokus para pendidik SMA Negeri 1 Wonotunggal, melalui digelarnya Khotmil Qur'an. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama dengan Jam'iyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Batang berupaya melahirkan generasi muda yang berakhlakul Karimah, agar siap menghadapi tantangan di masa depan.
11 Sep 2026 Jumadi 92
Raih Penghargaan Literasi Terbaik Jateng, Faelasufa Terus Tekankan Pentingnya Minat Baca Raih Penghargaan Literasi Terbaik Jateng, Faelasufa Terus Tekankan Pentingnya Minat Baca
Raih Penghargaan Literasi Terbaik Jateng, Faelasufa Terus Tekankan Pentingnya Minat Baca
Semarang Sukses dengan program Sak Minggu Sak Buku, Bunda Literasi Kabupaten Batang Faelasufa Faiz berhasil meraih penghargaan Gerakan Budaya Gemar Membaca Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Kategori Bunda Literasi dalam Festival Literasi Jawa Tengah di Uptown Mall BSB Kota Semarang, Jumat (1192026).
11 Sep 2026 Jumadi 148