Petani Gen Z Kembangkan Sale Pisang Tanduk dengan Topping Kacang

Rabu, 02 September 2026 Jumadi Dibaca 390 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Petani Gen Z Kembangkan Sale Pisang Tanduk dengan Topping Kacang
Petani Gen Z Kembangkan Sale Pisang Tanduk dengan Topping Kacang di Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
Batang - Memilih pulang ke kampung halaman dan menekuni pertanian bukan perkara mudah bagi generasi muda. Namun, M. Fata Ulinuha justru mengambil keputusan tersebut setelah melihat peluang dari hasil pertanian di Kabupaten Batang.

Batang - Memilih pulang ke kampung halaman dan menekuni pertanian bukan perkara mudah bagi generasi muda. Namun, M. Fata Ulinuha justru mengambil keputusan tersebut setelah melihat peluang dari hasil pertanian di Kabupaten Batang.

Pria yang pernah bekerja di Jakarta itu kini memilih menjadi petani pisang tanduk sekaligus mengembangkan produk olahan berupa sale pisang dengan inovasi topping kacang-kacangan dan biji-bijian.

Fata mengatakan, keputusan mengolah sendiri hasil panen berawal dari harga pisang tanduk yang dinilai memiliki batas ketika dijual kepada tengkulak. Sebagai petani pisang tanduk ini, harga pisang tanduk kalau dijual ke tengkulak itu kan semacam ada plafonnya. Ya akan mentok di situ-situ saja. Kondisi tersebut membuatnya berpikir untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dengan mengolah pisang yang ditanamnya sendiri.

“Akhirnya kita mulai memutuskan buat mengolah hasil tani kita sendiri yang kita tanam dari satu tahun lalu. Kemudian mengembangkan sale pisang menggunakan mesin dehydrator. Proses pengolahan dilakukan dengan suhu rendah agar nutrisi pisang tetap terjaga,” katanya saat ditemui di Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Rabu (2/9/2026).

Setelah melalui proses pengeringan, sale pisang diberi topping berupa kacang-kacangan dan biji-bijian sehingga menjadi alternatif camilan yang menurutnya lebih praktis. Bentuk produk juga dibuat berbeda dari sale pisang pada umumnya.

Fata menyebutkan, memotong sale pisang tanduk menjadi bentuk kotak berukuran sekitar 6 x 6 sentimeter. Menurut dia, inovasi tersebut dibuat karena ukuran pisang tanduk relatif besar sehingga kurang praktis apabila langsung disantap sebagai camilan.

“Kalau buat ngemil itu mungkin agak repot. Jadi kita coba bikin kotak-kotak sekitar 6 x 6 sentimeter supaya mudah buat cemilan. Produk tersebut dijual dalam dua pilihan. Kemasan besar berisi 10 potong dijual dengan harga Rp30 ribu per bungkus. Sementara versi fun pack berisi enam potong dijual dengan harga Rp20 ribu.

Meski masih tergolong usaha baru, penjualan sale pisang tanduk tersebut mulai mendapatkan respons dari konsumen luar daerah. Pemasaran dilakukan terutama secara daring melalui media sosial pribadinya. Pembeli paling banyak berasal dari luar kota, terutama Jakarta dan Surabaya.

“Penjualan per bulannya ini baru mulai tiga mingguan. Sampai sekarang di bulan ini sudah terjual sekitar 200 pack,” ungkapnya.

Fata mengaku, proses produksi masih berjalan lancar dan terkendali. Ketersediaan bahan baku juga tidak menjadi persoalan karena pisang tanduk yang digunakan berasal dari lahan yang dikelolanya sendiri.

“Kalau stok pisang jelas aman karena kita nanam sendiri itu di 3,8 hektar dan kapasitasnya 5.400. Jadi per minggu kita pasti rutin panen. Keputusan untuk menekuni pertanian juga tidak lepas dari pemanfaatan sumber daya yang sudah tersedia di keluarganya,” imbuhnya.

Ia mengaku memiliki kesempatan untuk mengelola lahan sewa yang sebelumnya digunakan untuk menanam sengon dengan sistem tumpangsari pisang. Lahan tersebut awalnya sekitar 2,5 hektar. Setelah melihat potensi hasil pisang, Fata mengubah pola tanam dengan menjadikan pisang sebagai tanaman utama, sementara sengon tetap dipertahankan untuk membantu membayar biaya sewa lahan.

“Untuk biaya operasional awal, menggunakan tabungan pribadi sekitar Rp25 juta. Dana tersebut digunakan antara lain untuk membayar tenaga kerja dalam proses penanaman. Sementara itu, bibit pisang tidak sepenuhnya harus dibeli karena diperoleh dari anakan tanaman pisang yang sudah ada di lahan,” ujar dia.

Seiring berjalannya usaha, sebagian hasil panen yang sudah dapat dipetik juga dimanfaatkan sebagai arus kas untuk membiayai operasional berikutnya.

“Dengan mengembangkan produk hingga tahap pengolahan dan pemasaran, hasil panen pisang tanduk tidak berhenti sebagai komoditas yang dijual kepada tengkulak, tetapi dapat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menjajal langsung kualitas jogging track baru di Lapangan Sepak Bola M. Sarengat dengan berlari bersama ratusan warga. Fasilitas olahraga anyar ini resmi dapat digunakan masyarakat secara gratis. Uji coba dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB untuk memastikan kenyamanan sarana penunjang, khususnya sistem pencahayaan di malam hari.
21 Okt 2026 Jumadi 18
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026 Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp81,9 miliar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur regional pada Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo ini disiapkan guna menuntaskan puluhan kilometer jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana air bersih warga.
21 Okt 2026 Jumadi 117
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Batang Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri dialog budaya antara Pemerintah Kabupaten Batang dan Pemerintah DIY di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026).
21 Okt 2026 Jumadi 143
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Batang - Sejarah Kabupaten Batang yang hingga kini masih terus digali oleh para pakar dan budayawan, mulai menunjukkan titik terang, tentang kisah Ratu Batang Sang Permaisuri Sultan Agung Hanyokrokusumo. Terbukti dengan kehadiran Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang membenarkan kesejarahan Mataram Islam tidak dapat dipisahkan dari kebesaran dua tokoh tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 112
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang, Rabu (21102026) malam. Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan lari bersama yang diikuti sekitar 600 pelari untuk menjajal lintasan baru tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 20
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Batang - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026). Tak butuh waktu lama, deretan kantong belanjaan warga langsung terisi penuh, menyapu bersih berbagai pasokan bahan pokok yang terpajang.
21 Okt 2026 Jumadi 74