Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp81,9 miliar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur regional pada Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo ini disiapkan guna menuntaskan puluhan kilometer jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana air bersih warga.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp81,9 miliar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur regional pada Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo ini disiapkan guna menuntaskan puluhan kilometer jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana air bersih warga.
Porsi anggaran terbesar dalam program ini dialokasikan untuk perbaikan akses transportasi darat. Pagu sebesar Rp47,91 miliar disiapkan khusus untuk menangani jalan sepanjang 52,05 kilometer di berbagai titik wilayah Kabupaten Batang.
Kepala DPUPR Batang Endro Suryono menegaskan, bahwa penataan infrastruktur tahun depan sengaja dirancang secara terintegrasi guna memberikan dampak yang maksimal bagi kelancaran mobilitas serta perekonomian warga.
“Program pembangunan infrastruktur 2026 tidak hanya berfokus pada penanganan jalan, tetapi juga mencakup drainase, talud, trotoar, dan jembatan. Seluruhnya perlu direncanakan secara terpadu agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (21/10/2026).
Guna menopang ketahanan badan jalan, DPUPR mengalokasikan Rp4 miliar untuk drainase sepanjang 5,26 kilometer, Rp3,27 miliar untuk talud sepanjang 3,02 kilometer, serta Rp9,78 miliar untuk penataan trotoar seluas 2,042 kilometer. Selain itu, sektor jembatan menyedot Rp15,99 miliar untuk rekonstruksi sembilan jembatan dan Rp917 juta untuk pelebaran sembilan jembatan lainnya.
“Penentuan titik pengerjaan dilakukan berdasarkan evaluasi ketat di lapangan. Penanganan infrastruktur harus mempertimbangkan kebutuhan di lapangan, mulai dari kondisi jalan, sistem drainase, hingga kelayakan jembatan. Dengan begitu, pembangunan tidak sekadar menghasilkan pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Tak hanya pembangunan baru, perawatan berkala turut dianggarkan melalui pengadaan aspal drum senilai Rp1,914 miliar serta dua paket material pemeliharaan jalan bernilai Rp1,029 miliar dan Rp700,58 juta.
“Di sektor pertanian, kucuran dana Rp5,19 miliar diarahkan untuk mengairi 467,40 hektare lahan. Anggaran ini mencakup pembangunan sembilan bendung (Rp2,22 miliar), saluran irigasi sepanjang 1.422 meter (Rp1,92 miliar), bangunan air pendukung (Rp1,04 miliar), serta pemeliharaan irigasi dan normalisasi saluran sepanjang 8.700 meter (Rp641,08 juta),” terangnya.
Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, DPUPR Batang mengalokasikan anggaran sanitasi dan air bersih. Pembangunan tangki septik individual dialokasikan sebesar Rp1,28 miliar untuk 128 sambungan rumah (SR) di empat desa, serta Rp1,43 miliar untuk SPALD lembaga keagamaan di 11 lokasi. Untuk program air minum (SPAM) pedesaan, disiapkan pagu Rp2,049 miliar guna menyasar 127 sambungan rumah yang terbagi melalui metode kontraktual dan swakelola.
“Pembangunan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan air minum perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Target pekerjaan harus diikuti dengan kepastian lokasi penerima manfaat dan kualitas hasil pembangunan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)