Batang - Edukasi seputar pemilu bagi pelajar dapat diselipkan dalam kegiatan pembelajaran agar mental calon pimpinan bertanggung jawab terbentuk sejak awal. Pembelajaran tersebut kini diaplikasi pelajar SMA Negeri 2 Batang yang sedang mencari calon ketua OSIS secara demokratis dengan menggelar debat para calon, hingga dijadikan jembatan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui kuota ketua OSIS.
Batang - Edukasi seputar pemilu bagi pelajar dapat diselipkan dalam kegiatan pembelajaran agar mental calon pimpinan bertanggung jawab terbentuk sejak awal. Pembelajaran tersebut kini diaplikasi pelajar SMA Negeri 2 Batang yang sedang mencari calon ketua OSIS secara demokratis dengan menggelar debat para calon, hingga dijadikan jembatan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui kuota ketua OSIS.
Sebanyak enam pasang calon beradu argumen untuk menarik simpatik para pemilih, demi memastikan kursi ketua dan wakil ketua OSIS di genggaman. Seluruh proses dilalui sejak beberapa pekan lalu, mulai dari kampanye para pasangan calon di hadapan pemilih, hingga digelarnya debat untuk membuktikan rencana kerja di hadapan pemilih.
Pilketos masa bakti 2026/2027 diikuti oleh calon ketua OSIS yakni Athaya Armanti Moza, Octa Fachrana dan Maulana Achmad Abdurrahman Habiballah. Sedangkan calon wakil ketua OSIS yakni Shevani Aisyah, Faiz Wirama Dani dan Atha Azzahra Yuanita.
Kepala SMA Negeri 2 Batang Yulianto Nurul Furqon mengapresiasi gelaran Pilketos karena sebagai media pembelajaran para siswa berorganisasi dan berlatih menjadi sosok pemimpin masa depan.
“Mereka jadi tidak memilih "kucing dalam karung ", dan ke depan yang terpilih bisa membawa SMA 2 menuju arah yang lebih baik,” katanya, saat ditemui di Aula SMAN 2 Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1/9/2026).
Sisi positif lainnya, dengan mengikuti pemilihan ketua OSIS, mereka yang terpilih nanti akan memperoleh kesempatan emas masuk ke perguruan tinggi melalui jalur Ketua OSIS.
“Ini sebuah penghargaan dari negara kepada siswa berpotensi untuk masuk universitas melalui kuota ketua OSIS,” jelasnya.
Diakuinya, hingga saat ini belum ada siswa SMAN 2 yang memanfaatkan jalur kuota tersebut untuk masuk ke perguruan tinggi. Namun, diyakini setelah melihat antusias yang tinggi, ke depan akan ada yang memanfaatkan kuota Ketua OSIS untuk masuk ke perguruan tinggi.
Usia debat, para calon ketua OSIS yakni Athaya Armanti Moza, Octa Fachrana dan Maulana Achmad Abdurrahman Habiballah pun mengungkapkan tanggapannya dengan keseruan debat. Ketiganya mengaku cukup puas dengan kesempatan yang diberikan, meski masih banyak ide yang ingin dipaparkan.
“Sebetulnya masih banyak yang ingin disampaikan tapi karena waktunya terbatas, tapi sebagian ide sudah mewakili apa yang diinginkan audien,” ungkapnya.
Menanggapi kuota Ketua OSIS dapat dijadikan jembatan masuk ke perguruan tinggi, mereka mendukung penuh bahkan ada pula yang termotivasi untuk lolos sebagai mahasiswa di salah satu universitas melalui kuota tersebut.
“Selain belajar berorganisasi dan menjalin komunikasi yang baik, saya juga sudah mendengar kalau di sejumlah universitas memang membuka kuota ketua OSIS. Makanya saya juga ingin masuk suatu perguruan tinggi tanpa tes, tapi melalui kuota ketua OSIS,” ujar dia.
Sementara, salah satu pelajar, Carolline sudah cukup puas dengan jawaban para calon meski belum maksimal.
“Pelajaran yang dipetik bisa melatih kepedulian karena yang datang tidak cuma anggota OSIS, tapi perwakilan siswa lain, jadi harapannya mereka mau membangun SMAN 2 jadi lebih baik lagi,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)