Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan kesiapan penuh untuk mengeksekusi proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Seluruh kelengkapan administrasi hingga penyiapan fisik di lapangan telah tuntas, sehingga daerah kini hanya menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan kesiapan penuh untuk mengeksekusi proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Seluruh kelengkapan administrasi hingga penyiapan fisik di lapangan telah tuntas, sehingga daerah kini hanya menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial Batang Willopo menegaskan, bahwa seluruh kriteria kesiapan atau readiness criteria sudah dipenuhi sesuai standar yang ditetapkan. Untuk dokumen readiness criteria kita sudah komplit, sudah lengkap sebagai persyaratan untuk disetujuinya pembangunan Sekolah Rakyat. Itu yang pertama.
“Selain urusan berkas, lahan yang dialokasikan untuk area persekolahan juga dipastikan dalam kondisi siap bangun setelah melewati tahap perataan dan pembersihan. Kondisi lahan juga kita sudah selesai pematangan lahan. Pematangan lahan itu berupa cut and fill, dipotong kemudian dising legok-legok, kemudian land clearing,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (1/9/2026).
Ia menambahkan, bahwa area tersebut kini bersih dari rintangan fisik yang berpotensi menghambat konstruksi. Enggak ada pohon-pohon, sudah dibersihkan. Ada bangunan sudah dibersihkan, dirobohkan, dan sebagainya. Itu intinya pematangan lahan juga sudah siap.
“Langkah cepat ini diambil agar Pemkab Batang tidak kehilangan momentum saat pusat secara resmi menetapkan jadwal pengerjaan. Kita sudah siap menerima manakala dari pusat ada keputusan bulan ini dibangun atau bulan ini dibangun. Kita sudah siap secara administrasi maupun kondisi di lapangan,” tegasnya.
Persiapan ekosistem pendidikan juga menyasar pada pemenuhan tenaga pengajar. Seleksi guru telah bergulir secara transparan di bawah kendali langsung pemerintah pusat. Rekrutmen guru sudah berlangsung. Sudah ada tes tertulis, CAT beberapa waktu yang lalu. Itu langsung ditangani oleh Kementerian Sosial.
“Mengenai jumlah pendaftar, pihak daerah belum mengantongi angka pasti mengingat seluruh proses seleksi dikelola oleh pusat. Untuk jumlahnya saya enggak tahu, soalnya panitia penerimaannya langsung. Kerja sama dengan BKN kayaknya itu. Untuk jumlahnya ribuan kayaknya,” terangnya.
Di sisi lain, pergerakan untuk menjaring calon murid mulai digencarkan ke tingkat tapak. Dinas Sosial turun langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat desa agar data siswa sasaran tepat terpetakan.
“Kalau untuk penjangkauan siswa, untuk penerimaan itu namanya penjangkauan siswa Sekolah Rakyat. Kita sudah mulai sosialisasi ke desa,” ujar dia.
Program ini dirancang untuk menjangkau jenjang pendidikan dasar hingga menengah dengan alokasi kuota yang terbagi rata. Pemkab Batang mematok target kapasitas yang terstruktur untuk tiap tingkatan. SD, SMP, SMA masing-masing 90 targetnya itu, 90 siswa. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)