Batang - Lebih dari 10.000 masyarakat memadati kawasan Amphitheater KEK Industropolis Batang, untuk menyaksikan Pagelaran Tari Nusantara yang digelar secara gratis sebagai puncak acara TENANT FESTA 2. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu upaya KEK Industropolis Batang menghadirkan ruang bagi aktivitas seni dan budaya di tengah perkembangan kawasan industri.
Batang - Lebih dari 10.000 masyarakat memadati kawasan Amphitheater KEK Industropolis Batang, untuk menyaksikan Pagelaran Tari Nusantara yang digelar secara gratis sebagai puncak acara TENANT FESTA #2. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu upaya KEK Industropolis Batang menghadirkan ruang bagi aktivitas seni dan budaya di tengah perkembangan kawasan industri.
Pagelaran berlangsung di Amphitheater KEK Industropolis Batang yang memiliki panorama Laut Jawa dan dilengkapi fasilitas helipad. Lokasi tersebut dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk berbagai kegiatan masyarakat maupun pertunjukan.
Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki mengatakan, pemanfaatan Amphitheater menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas industri.
“KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan untuk aktivitas industri, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Keberadaan Amphitheater diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki kawasan tersebut,” katanya saat ditemui di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Senin (31/8/2026).
Dengan adanya Amphitheater ini, kami ingin menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki KEK Industropolis Batang. Pagelaran Tari Nusantara mengusung semangat "Seni, Tradisi, Budaya, Warisan untuk Masa Depan".
“Sejumlah kesenian ditampilkan dalam acara tersebut, di antaranya Tari Kongkorongok, Tari Merak, Tari Mardika Nusantara, serta penampilan musik live Kusuma Wijaya oleh Pawestri. Pertunjukan melibatkan Sanggar Prastikasmara dan Sanggar Subah Batang. Perpaduan seni tari, musik, serta panorama kawasan yang berada di tepi Laut Jawa memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung,” jelasnya.
Masyarakat tidak hanya dapat menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga menikmati suasana kawasan dengan latar pemandangan Laut Jawa. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 10.000 orang. Mereka memenuhi area sekitar Amphitheater untuk menyaksikan pertunjukan hingga selesai.
“KEK Industropolis Batang menilai tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kawasan industri dapat berjalan beriringan dengan penyediaan ruang sosial, seni, dan budaya bagi masyarakat. Keberadaan Amphitheater pun diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung aktivitas kawasan, tetapi juga ruang terbuka yang dapat menjadi titik berkumpul Masyarakat,” terangnya.
Melalui berbagai kegiatan publik, fasilitas tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan wajah KEK Industropolis Batang kepada masyarakat dari berbagai daerah. Pemanfaatan fasilitas publik seperti Amphitheater menjadi bagian dari upaya menghadirkan kawasan yang terbuka dan dapat berinteraksi dengan masyarakat.
“Dengan demikian, perkembangan KEK Industropolis Batang tidak hanya ditandai dengan tumbuhnya aktivitas investasi dan industri, tetapi juga dengan hadirnya ruang untuk seni, budaya, hiburan, dan kegiatan Masyarakat,” ujar dia.
Momentum Pagelaran Tari Nusantara tersebut diharapkan semakin memperkuat daya tarik KEK Industropolis Batang sebagai kawasan yang dinamis serta memiliki ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)