Batang - Sebanyak 74 dari 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Batang. Paguyuban tersebut resmi dideklarasikan sekaligus diresmikan oleh Wakil Bupati Batang serta selaku Ketua Satgas MBG Batang Suyono di Ruang Laguna Hotel Sendang Sari Batang, Kabupaten Btang, Senin (3182026).
Batang - Sebanyak 74 dari 91 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Batang. Paguyuban tersebut resmi dideklarasikan sekaligus diresmikan oleh Wakil Bupati Batang serta selaku Ketua Satgas MBG Batang Suyono di Ruang Laguna Hotel Sendang Sari Batang, Kabupaten Btang, Senin (31/8/2026).
Ketua Paguyuban Mitra MBG Batang Umar Abdul Jabar mengatakan, pembentukan paguyuban ditujukan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpengelola SPPG di Kabupaten Batang. Yang pertama, kita dalam rangka untuk membangun komunikasi, terutama komunikasi dengan teman-teman SPPG yang ada di Kabupaten Batang.
“Komunikasi dan koordinasi diperlukan agar pengelolaan program MBG dapat berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pengelolaan kita SOP-nya disesuaikan. Kemudian harapannya ke depan, dalam rangka komunikasi dan koordinasi, kita untuk menyolidkan para mitra-mitra yang ada di Kabupaten Batang agar program ini berjalan dengan baik sesuai dengan standar yang ada, yang diterapkan oleh BGN,” jelasnya.
Umar menyebut saat ini terdapat 91 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Batang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 SPPG telah tergabung dalam Paguyuban Mitra MBG. Sampai saat ini ada 74 SPPG yang tergabung dari 91 SPPG yang sudah beroperasi yang ada di Kabupaten Batang.
“Belum seluruh SPPG bergabung, karena sebagian mitra berasal dari luar daerah sehingga komunikasi masih menjadi kendala. Ya mungkin salah satunya karena mitranya banyak yang dari luar kota, jadi komunikasi agak terjadi kendala,” terangnya.
Meski demikian, Umar memastikan pihaknya tetap membuka komunikasi dengan SPPG yang belum bergabung. Ya, kita tetap komunikasi agar ini bisa nanti berjalan bersama-sama. Mungkin komunikasi selama ini belum nyambung, jadi biar kita satu wadah, satu wadah dalam mitra SPPG yang ada di Kabupaten Batang ini.
Ketua Satgas MBG Batang Suyono menyambut baik terbentuknya Paguyuban Mitra MBG tersebut. Paguyuban dapat menjadi wadah komunikasi ketika terjadi persoalan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Saya berharap, ini menjadi solusi ketika ada persoalan-persoalan untuk segera bisa dikomunikasikan, yang tentunya membuat dampak yang lebih baik. Selain menjadi wadah koordinasi, paguyuban dapat membantu mengurangi kritik masyarakat dengan mendorong adanya standardisasi dalam penyelenggaraan MBG,” harapnya.
Salah satunya terkait keseragaman standar makanan yang disajikan oleh seluruh SPPG di Kabupaten Batang. Bagaimana standardisasi makan yang hari itu di seluruh SPPG se-Kabupaten Batang bisa sama. Jadi jangan sini masak apa, sana masak apa.
Menurut Suyono, komunikasi antarpengelola juga dapat membantu mengatur kebutuhan bahan pangan sehingga produk petani maupun pemasok lokal dapat terserap secara lebih optimal. Karena sudah ada komunikasi itu kan setiap hari, apa yuk, ya sama. Biar yang sayur, sayurnya laku, yang telur, telurnya laku. Nah, ini menurut saya lebih bagus.
“Pemerintah tidak bermaksud memberikan tekanan kepada pengelola SPPG. Namun, dia meminta seluruh SPPG menjalankan kegiatan sesuai SOP yang telah ditetapkan. Saya tentunya tidak menekan, tapi saya agar SPPG ini melakukan sesuai dengan SOP yang ada, itu sudah terima kasih yang luar biasa,” pungkasnya.
Ia berharap, keberadaan Paguyuban Mitra MBG dapat memperkuat koordinasi seluruh SPPG sehingga pelaksanaan program MBG di Kabupaten Batang berjalan semakin tertib, seragam, dan sesuai standar. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)