Pemkab Batang Uji Coba Skema Retribusi Adil di Desa

Senin, 31 Agustus 2026 Jumadi Dibaca 288 kali Lingkungan
Pemkab Batang Uji Coba Skema Retribusi Adil di Desa
Gambar Ilustrasi Uji Coba Skema Retribusi Adil di Desa.
Batang - Sampah jadi masalah klasik yang harus selesai di desa. Berangkat dari keresahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang mulai tancap gas mendorong perubahan besar dalam pola pengelolaan sampah hingga tingkat tapak. Lewat konsep baru ini, warga tidak bisa lagi asal tumpuk sampah, melainkan wajib memilahnya langsung dari dapur rumah masing-masing.

Batang - Sampah jadi masalah klasik yang harus selesai di desa. Berangkat dari keresahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang mulai tancap gas mendorong perubahan besar dalam pola pengelolaan sampah hingga tingkat tapak. Lewat konsep baru ini, warga tidak bisa lagi asal tumpuk sampah, melainkan wajib memilahnya langsung dari dapur rumah masing-masing.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto menegaskan, bahwa perubahan ini dilakukan untuk merombak total kebiasaan lama masyarakat yang sekadar mengandalkan pola kumpul, angkut, lalu buang.

“Konsep paradigmanya yang sekarang di masyarakat itu ya sampah dikumpulkan, diangkut, dibuang. Ini yang nanti akan kita rubah melalui programnya Pak Bupati dengan layanan sampah itu,” katanya saat ditemui di Kantornya, Senin (31/8/2026).

Melalui skema anyar ini, layanan pengangkutan sampah akan dijangkau hingga ke tingkat RT dengan membentuk petugas khusus penjemput sampah. Namun, tidak semua limbah bisa langsung diangkut. Petugas hanya akan memboyong jenis sampah anorganik yang sudah rapi dipilah oleh warga.

“Desa itu masing-masing rumah tangga wajib melakukan pilah sampah. Kemudian nanti yang dibuang, itu nanti hanya sampah-sampah yang sifatnya anorganik,” jelasnya.

Rusmanto juga menekankan, kunci utama dari gerakan ini adalah menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab atas limbah yang dihasilkan sendiri. Prinsipnya sebenarnya kan sampah itu menjadi tanggung jawab penghasil sampahnya masing-masing.

Menariknya, perubahan paradigma ini juga diimbangi dengan sistem retribusi yang lebih adil. Warga bakal dikenakan skema bayar sesuai volume sampah, baik lewat iuran proporsional maupun pembelian kantong plastik khusus dari desa atau Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Di situ nanti akan muncul prinsip keadilan antara yang sampahnya sedikit dengan yang sampahnya banyak. Kalau yang sampahnya banyak berarti kan dia harus membeli plastik lebih banyak daripada yang sedikit,” ungkapnya.

Langkah berani DLH Batang ini diharapkan mampu memangkas volume limbah yang menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa urusan sampah adalah tanggung jawab bersama sejak dari sumbernya.

“Jadi bukan lagi sekadar kumpulkan, angkut dan buang, tetapi bagaimana sampah itu dikelola mulai dari sumbernya,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Uji Coba Jogging Track M. Sarengat Berstandar Jerman, Bupati Batang Pastikan Fasilitas Gratis untuk Warga
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, menjajal langsung kualitas jogging track baru di Lapangan Sepak Bola M. Sarengat dengan berlari bersama ratusan warga. Fasilitas olahraga anyar ini resmi dapat digunakan masyarakat secara gratis. Uji coba dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB untuk memastikan kenyamanan sarana penunjang, khususnya sistem pencahayaan di malam hari.
21 Okt 2026 Jumadi 35
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026 Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Siapkan Rp81,9 Miliar, Pemkab Batang Gaspol Perbaikan Jalan dan Jembatan pada 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelontorkan anggaran sebesar Rp81,9 miliar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur regional pada Tahun Anggaran 2026. Dana jumbo ini disiapkan guna menuntaskan puluhan kilometer jalan, jembatan, irigasi, hingga sarana air bersih warga.
21 Okt 2026 Jumadi 123
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Dialog Budaya Batang-DIY, Sri Sultan HB X Jejak Sejarah Peradaban Jawa Saling Terhubung
Batang Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri dialog budaya antara Pemerintah Kabupaten Batang dan Pemerintah DIY di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026).
21 Okt 2026 Jumadi 150
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Kunjungi Batang, Sultan Yogyakarta Berupaya Telusuri Jejak Mataram di Pantura
Batang - Sejarah Kabupaten Batang yang hingga kini masih terus digali oleh para pakar dan budayawan, mulai menunjukkan titik terang, tentang kisah Ratu Batang Sang Permaisuri Sultan Agung Hanyokrokusumo. Terbukti dengan kehadiran Raja Kasultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang membenarkan kesejarahan Mataram Islam tidak dapat dipisahkan dari kebesaran dua tokoh tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 120
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Bupati Batang Resmikan Jogging Track Stadion Moh Sarengat, Bisa Digunakan Gratis Setiap Hari
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang, Rabu (21102026) malam. Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan lari bersama yang diikuti sekitar 600 pelari untuk menjajal lintasan baru tersebut.
21 Okt 2026 Jumadi 39
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Warga Batang Serbu Pangan Bersubsidi: Minyak hingga Telur Ludes Sekejap
Batang - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21102026). Tak butuh waktu lama, deretan kantong belanjaan warga langsung terisi penuh, menyapu bersih berbagai pasokan bahan pokok yang terpajang.
21 Okt 2026 Jumadi 85