Batang - Ribuan warga Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, memeriahkan karnaval kemerdekaan dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor Kelurahan Proyonanggan Selatan tersebut diikuti seluruh RT yang berada di wilayah kelurahan.
Batang - Ribuan warga Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, memeriahkan karnaval kemerdekaan dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor Kelurahan Proyonanggan Selatan tersebut diikuti seluruh RT yang berada di wilayah kelurahan.
Sebanyak 31 RT lebih dari 5.000 personel ambil bagian dalam karnaval dengan menampilkan berbagai kreasi, mulai dari miniatur atau ogoh-ogoh, maskot, kostum, pertunjukan musik, hingga performance panggung. Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang dibawa masing-masing RT. Rata-rata setiap RT mengikutsertakan lebih dari 100 orang, bahkan beberapa RT membawa hingga 300-400 peserta.
Lurah Proyonanggan Selatan Fariz Mukti mengatakan, karnaval tersebut mengangkat tiga tema utama yang dapat dikembangkan secara bebas oleh masing-masing RT. Tema yang pertama adalah kemerdekaan, untuk mengenang jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Kedua, adat dan budaya dengan mengangkat keberagaman Nusantara. Ketiga, potensi lokal, khususnya UMKM dari masing-masing wilayah RT.
“Selain 31 RT, karnaval juga dimeriahkan oleh sejumlah sekolah dan lembaga di sekitar wilayah Proyonanggan Selatan. Beberapa di antaranya adalah SMK Bakti Praja, SMA Yani, PGRI, serta lingkungan sekolah yang berada di sekitar Lapangan Dracik. PGRI turut berpartisipasi dengan menghadirkan maskot dalam kegiatan tersebut,” katanya saat ditemui di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu, (30/8/2026).
Kreativitas warga semakin terlihat melalui beragam atribut yang ditampilkan sepanjang karnaval. Masing-masing RT berusaha menyajikan konsep yang berbeda sesuai tema yang dipilih. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi dan kreativitas lingkungan masing-masing.
“Karnaval kemerdekaan tersebut juga dikemas dalam bentuk perlombaan. Peserta akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri independen yang dinilai memiliki kompetensi dalam bidang karnaval,” jelasnya.
Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek penampilan yang ditampilkan masing-masing peserta. Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.
Fariz Menyebutkan, rute karnaval dimulai dari Kampus Dracik Batang, kemudian melewati Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Ahmad Yani, kembali ke Jalan Gajah Mada, dan berakhir di Kampus Dracik. Pihaknya belum memastikan apakah karnaval dengan konsep serupa akan kembali digelar pada tahun depan.
“Panitia ingin menghadirkan suasana yang berbeda dan segar setiap kali peringatan kemerdekaan. Meski bentuk kegiatannya dapat berubah, semangat masyarakat Proyonanggan Selatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dipastikan tetap tinggi. Bentuk kegiatannya bisa saja berbeda setiap tahun. Namun, semangat warga Proyonanggan Selatan untuk menyambut dan memeriahkan kemerdekaan akan tetap all-out,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)