Batang - Suara rampak rebana mengiringi para kaum ibu menunjukkan eksistensi dalam memeriahkan gelaran Wonotunggal Expo 2026. Dengan alunan nada yang merdu disertai syair pujian kepada Rasulullah, menjadi sarana 19 tim rebana beradu kemampuan di hadapan para juri untuk memperebutkan kejuaraan seni rebana tingkat Kabupaten Batang.
Batang - Suara rampak rebana mengiringi para kaum ibu menunjukkan eksistensi dalam memeriahkan gelaran Wonotunggal Expo 2026. Dengan alunan nada yang merdu disertai syair pujian kepada Rasulullah, menjadi sarana 19 tim rebana beradu kemampuan di hadapan para juri untuk memperebutkan kejuaraan seni rebana tingkat Kabupaten Batang.
Salah satu juri, Ahmad Zaenuri mengapresiasi lomba rebana khusus kaum ibu yang digelar untuk kesekian kalinya menjadi sarana menunjukkan eksistensi di tengah kesibukan mengurus keluarga. Perlombaan yang diinisiasi panitia berdampak positif karena memberikan ruang berekspresi kaum ibu menyalurkan potensinya dalam seni rebana.
“Sangat positif, karena selama ini kita hanya menyaksikan perlombaan seni rebana yang didominasi kaum pria. Tentu saja ada sedikit perbedaan, namun tidak mengurangi keindahan dari seni rebana itu sendiri,” katanya, usai mengamati tiap tim di RTH Alun-alun Wonotunggal, Kabupaten Batang, Sabtu (29/8/2026).
Peserta yang berkompetisi didominasi kaum ibu dengan rentang usia 30 hingga 40 tahun, pun menunjukkan kemampuannya di hadapan juri.
“Kami acungi jempol kemampuan peserta, tapi akan lebih baik lagi, jika ada keberlanjutan setelah perlombaan ini, dengan digelarnya even kejuaraan yang lebih besar,” jelasnya.
Ia bersama para juri mendukung agar perlombaan serupa kembali digelar, melihat potensi yang besar khususnya seni rebana bagi kaum ibu.
“Tidak jauh beda antara rebana kaum pria maupun wanita, karena secara kemampuan vokal juga bisa bersaing,” tegasnya.
Para juri meyakini meski para ibu memiliki kesibukan yang luar biasa dalam mengurus keluarga, asalkan memiliki konsistensi yang baik, dalam membagi waktu, tentu kualitas tidak kalah dengan yang lain.
Salah satu tim rebana, Anida Pesalakan Bandar, Kholifah bersama tim bersyukur mendapat kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuan memainkan alat musik rebana di hadapan warga Wonotunggal. Baginya kesempatan kedua ini tidak disia-siakan dengan berlatih selama tiga bulan demi kembali meraih juara.
“Tahun lalu sudah ikut lomba di Wonotunggal Expo, Alhamdulillah juara dua. Semoga bisa bertahan karena saingan bagus-bagus,” ujar dia.
Ia mengapresiasi gelaran Wonotunggal Expo dengan berbagai perlombaan dan bazar murahnya. Kami sangat mendukung sekali, apalagi ada lomba rebana, ini mendukung para emak-emak di Kabupaten Batang tetap berkesenian hadroh.
Untuk menjaga agar tetap istiqomah dalam seni Hadroh, ia bersama tim rutin berlatih termasuk sering diminta tampil saat ada acara kampung.
“Biasanya tampil waktu ada orang hajatan, dan bagi waktu untuk ngurus rumah juga bisa,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)