Batang - Aksi kepedulian untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengalir dari Kabupaten Batang. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SDN Kauman 7 Batang dan PT Yamani Asuan Pacific yang bergerak cepat menyalurkan donasi. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bagi pihak sekolah lain maupun sektor swasta di Batang untuk turut mengulurkan tangan.
Batang - Aksi kepedulian untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengalir dari Kabupaten Batang. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif SDN Kauman 7 Batang dan PT Yamani Asuan Pacific yang bergerak cepat menyalurkan donasi. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik kepedulian bagi pihak sekolah lain maupun sektor swasta di Batang untuk turut mengulurkan tangan.
Ketua PMI Batang Achmad Taufiq mengungkapkan, bahwa penggalangan dana dari dunia pendidikan seperti yang dilakukan SDN Kauman 7 Batang memiliki nilai edukasi yang sangat berharga bagi generasi muda.
“Jadi kalau misalnya dari SD Kauman 7 Batang sudah memulai menggalang dana dari siswa untuk menanamkan sikap empati kepedulian para siswa, nah itu nanti bisa disampaikan ke kami dan akan kami lanjutkan ke PMI Provinsi,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (26/8/2026).
Tak hanya lembaga pendidikan, kepedulian juga datang dari sektor korporasi. Taufiq menceritakan momen unik saat menerima donasi dari PT Yamani Asian Pacific yang nominalnya cukup spesifik, yakni senilai Rp18.052.000,00.
“Bersamaan dengan kemarin kami dikumpulkan di provinsi itu, ada yang nyumbang. Dan kalau kita lihat angkanya itu, apa ini mungkin bagian dari zakat apa ya? Soalnya kok Rp18.052.000,00 gitu loh. Nah, tidak Rp18 juta genap atau Rp18.500.000,00 gitu,” jelasnya.
Taufiq menyarankan agar bantuan yang disalurkan masyarakat, sekolah, maupun perusahaan berupa donasi uang. Logistik tunai dianggap jauh lebih efektif dan fleksibel dibanding pengiriman barang darurat yang memakan waktu lama di perjalanan.
“Harapannya kemarin dari rapat itu harapannya uang, karena kemarin diinfokan PMI Provinsi itu sudah mengirim dua tronton. Itu sampainya lokasi berapa hari, 5 hari apa apa itu. Belum lagi nanti pulangnya nunggu kapal berlayar lagi. Nanti PMI Provinsi kan akan berkoordinasi dengan PMI NTT. Mungkin yang membelanjakan sana,” ujar dia.
Meskipun PMI Batang belum membuka posko fisik secara khusus, masyarakat maupun lembaga yang ingin berdonasi dapat menyalurkan kewajibannya secara langsung ke kantor PMI Batang. Seluruh dana yang terkumpul akan dihimpun dan disalurkan secara berjenjang melalui PMI Jawa Tengah menuju NTT. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)