Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (2682026).
Batang - Wakil Bupati Batang Suyono meminta anggota Pramuka untuk menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan kreatif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Pesan tersebut disampaikan Suyono saat menjadi pembina upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-65 di Lapangan Desa Pretek, Kabupaten Batang, Rabu (26/8/2026).
Suyono menekankan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Ia meminta para pelajar menyelesaikan pendidikan agar memiliki bekal ilmu untuk menghadapi perkembangan zaman. Di dunia yang akan datang, dunia yang modern ini, maka adik-adik semua kalau tidak sekolah sampai selesai, maka akan tertinggal oleh zaman.
Ia berharap, para anggota Pramuka dapat tumbuh menjadi pemimpin yang memiliki pengetahuan sekaligus bermartabat. Selesaikan sekolah adik-adik semua, agar besok pada masanya nanti menjadi pemimpin yang berilmu. Orang yang cerdas karena berpendidikan. Bermartabat karena berilmu.
“Selain pendidikan, anggota Pramuka harus membangun karakter tangguh dan tidak mudah bergantung kepada orangtua. Sikap mandiri diperlukan karena tantangan kehidupan ke depan akan semakin kompleks. Adik-adik semua jangan menjadi anak yang manja. Kalian semua Pramuka, harus menjadi anak yang tangguh,” tegasnya.
Ia kemudian mengajak peserta upacara meneriakkan komitmen untuk menjadi anak yang tangguh. Kalau adik-adik semua sudah cerdas, sudah tangguh, pasti kalian semua akan mempunyai kreativitas yang tinggi.
“Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), akan membuat persaingan di masa depan semakin ketat. Karena itu, kemampuan berpikir dan kecerdasan manusia harus terus diasah melalui pendidikan. Kecerdasan buatan sudah disiapkan, maka kecerdasan dari akal kita harus ditambah. Cerdas, tangguh, kreatif. Itu modal kehidupan yang akan datang,” jelasnya.
Suyono juga mengingatkan anggota Pramuka untuk menghormati dan menjaga sesama, termasuk menghindari perundungan atau bullying. Perundungan terhadap anak-anak, termasuk melalui media sosial, masih menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian.
“Hapus pembulian! Menghormati sesama, menghargai sesama, menjunjung tinggi harkat dan martabat kita semua,” tuturnya.
Suyono juga meminta para anggota Pramuka tidak berlebihan menggunakan gawai, terutama untuk mengakses konten yang tidak mendidik. Gunakan teknologi sebagai sarana belajar dan mendapatkan informasi yang bermanfaat.
“Jangan terlalu banyak memakai gawai. Karena berbagai konten negatif seperti kekerasan, narkoba, pembunuhan, perampokan, hingga perilaku seksual berisiko dapat ditemukan di internet dan berpotensi memengaruhi perilaku anak jika tidak disaring. Jika ingin menggunakan gawai, yang edukatif, untuk mendidik, bukan yang aneh-aneh,” ujar dia.
Suyono juga meminta para pelajar lebih banyak meluangkan waktu untuk belajar dan membaca kembali materi yang telah diberikan di sekolah.
“Yang penting belajar, membaca kembali yang saat di ruang sekolah diajarkan, pulang dibaca kembali, sehingga nanti adik-adik semua akan menjadi orang-orang yang hebat karena rajin belajar,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)