Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2082026). Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang berasal dari unsur Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana di Aula PMI Batang, Kabupaten Batang, Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang berasal dari unsur Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah mengatakan, pelatihan kali ini lebih difokuskan pada tahapan pra-bencana, khususnya kesiapsiagaan dan pencegahan. Hari ini kami BPBD mengadakan pelatihan terkait dengan pencegahan dan mitigasi bencana, lebih difokuskan di pra. Artinya, di bidang kami, Bidang 1 ini mengelola terkait dengan pra-bencana, kesiapsiagaan, dan pencegahan.
“Pelatihan serupa rutin digelar hampir setiap tahun. Namun, terdapat perubahan sasaran peserta pada tahun ini. Jika sebelumnya pelatihan lebih banyak menyasar relawan untuk meningkatkan kemampuan penanganan di lapangan, kali ini BPBD mulai memperkuat kapasitas masyarakat yang tergabung dalam Destana,” jelasnya.
Karena Destana di masing-masing desa ini sebagian sudah terbentuk, sehingga relawan yang sudah dibentuk oleh Pak Lurah ini kita coba latih di sini sebagai salah satu peserta pelatihan. Selain Destana, BPBD juga melibatkan unsur SPAB untuk meningkatkan kesadaran sekolah terhadap potensi bencana.
“Materi yang diberikan merupakan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan yang dilengkapi dengan praktik. Salah satu materi praktik adalah Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Di samping teori, nanti juga ada praktik. Praktik terkait dengan penanganan dasar P3K. Jadi bagaimana kita memberikan pertolongan kepada korban pada saat itu, misalnya pingsan ataupun apa pun itu,” terangnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memahami prosedur atau standar operasional prosedur (SOP) pertolongan dasar ketika menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, masyarakat yang tergabung dalam Destana maupun unsur sekolah memiliki kemampuan awal untuk memberikan pertolongan sebelum bantuan lebih lanjut datang.
“BPBD bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) terus mendorong pembentukan Destana di seluruh desa di Kabupaten Batang. Hingga saat ini, sekitar 100 Destana telah terbentuk di Kabupaten Batang. Namun, data tersebut belum seluruhnya tercatat dalam pembaruan data tingkat provinsi. Sampai saat ini, laporan dari Kabid kami sudah sekitar 100-an yang sudah terbentuk. Walaupun ternyata catatan yang di BPBD Provinsi, kita dianggap masih 20. Mungkin ini belum kita update,” imbuhnya.
Wawan juga mengatakan, pihaknya akan segera memperbarui data tersebut agar jumlah Destana yang telah terbentuk di Kabupaten Batang tercatat secara akurat. Pembentukan Destana idealnya dilakukan di seluruh desa dan kelurahan karena setiap wilayah memiliki potensi bencana masing-masing. Kalau bicara ideal, memang semuanya. Artinya setiap desa ini membentuk Destana, karena di setiap desa ini kan potensi bencana itu ada.
“Keberadaan Destana diharapkan mampu menjadi garda terdepan masyarakat ketika terjadi bencana, setidaknya dalam memberikan pertolongan pertama kepada warga yang membutuhkan. BPBD juga memberikan perhatian lebih terhadap desa yang memiliki objek wisata. Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Batang yang menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus pada 2027,” tegasnya.
Terlebih kalau desa yang mempunyai objek wisata, itu lebih kita dorong lagi. Karena kan seperti menjadi visi-misi kita, di tahun 2027 ini kita fokusnya kan di wisata. Pengembangan pariwisata harus dibarengi dengan kesiapsiagaan terhadap bencana. Desa wisata perlu memiliki kemampuan menghadapi kondisi darurat sehingga wisatawan maupun masyarakat dapat memperoleh perlindungan ketika terjadi bencana.
“Kalau kami penanganan kebencanaan, berarti ya kita bagaimana semaksimal mungkin bisa mendorong dan mendampingi desa supaya Destananya terlebih yang mempunyai objek-objek wisata ini bisa lebih tangguh lagi. Selain Destana, BPBD Batang juga mendorong seluruh satuan pendidikan membentuk SPAB.
Program tersebut terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Hari ini kita undang sebagian penyelenggara pendidikan dari unsur Kemenag maupun dari unsur Dinas Pendidikan kita. Kita undang supaya nanti secara bertahap semua sekolah harapan kami terbentuk SPAB.
“Penguatan SPAB penting untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Program tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi bencana,” tandasnya.
Untuk jumlah sekolah yang telah memiliki SPAB, Wawan mengaku belum dapat memastikan angka terbarunya. Pasalnya, program tersebut baru mulai digencarkan di Kabupaten Batang pada tahun ini. Sekarang kalau terkait dengan jumlah pasti saya belum bisa memastikan, tapi baru tahun ini kita memulai, sehingga kemungkinan masih sedikit. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)