Batang Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyerahkan booklet Air Jernih, Desa Sehat berisi hasil uji kualitas empat titik mata air. Penyerahan dilakukan di salah satu RT Desa Jrakahpayung dan diterima langsung oleh Kepala Desa serta Sekretaris Desa, disaksikan perwakilan RT setempat.
Batang – Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyerahkan booklet “Air Jernih, Desa Sehat” berisi hasil uji kualitas empat titik mata air. Penyerahan dilakukan di salah satu RT Desa Jrakahpayung dan diterima langsung oleh Kepala Desa serta Sekretaris Desa, disaksikan perwakilan RT setempat.
Program ini digagas untuk merespons kekhawatiran warga mengenai potensi pencemaran sumber mata air desa. Sebagai mahasiswa Program Studi Oseanografi, FPIK Undip Semarang Ricky Purnomo Bayu Aji melakukan survei langsung ke empat titik mata air, mengukur suhu, pH, EC, TDS, dan salinitas menggunakan water quality tester portabel.
“Dibandingkan dengan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2023, TDS dan salinitas keempat mata air tercatat rendah sehingga tergolong aman untuk mandi dan mencuci. Namun pH keempatnya berada di kisaran 6,15–6,41, sedikit di bawah ambang bawah standar air minum 6,5, dan parameter mikrobiologi belum sempat diuji,” katanya saat ditemui di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa (18/8/2026).
Booklet ini memuat rekomendasi sederhana bagi warga, seperti merebus air hingga mendidih sebelum dikonsumsi dan membawa sampel ke Puskesmas atau Labkesda untuk uji laboratorium lengkap setiap enam bulan. Warga juga dianjurkan menjaga kebersihan area mata air serta memantau kualitas air secara berkala sebagai arsip desa.
Ricky Purnomo juga menjelaskan bahwa, booklet ini disusun agar warga memiliki data ilmiah yang jelas mengenai kondisi mata air mereka. Meski secara umum air di sini relatif bersih dari mineral, catatan soal pH dan mikrobiologi yang belum diuji tetap perlu jadi perhatian bersama sebelum dikonsumsi langsung.
Sementara itu, Kepala Desa Jrakahpayung Amat Rozokin menyambut baik booklet tersebut dan berencana menjadikannya arsip resmi desa. Booklet ini akan kami simpan sebagai arsip desa dan menjadi bahan informasi bagi warga.
“Program ini sangat linier dengan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) karena menyediakan data dasar kualitas sumber air warga. Program ini juga sejalan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab),” ujar dia.
Kegiatan penyerahan booklet ini turut didampingi Sekretaris Desa dan disaksikan perwakilan RT setempat. Program ini juga mendapat pengawasan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dul Muid yang berharap booklet ini menjadi acuan berkelanjutan bagi Desa Jrakahpayung. (MC Batang, Jateng/ Ricky Purnomo/Jumadi)