Batang - Seiring dengan berjalannya transformasi digital Indonesia, semakin terhubungnya orang-orang dari berbagai belahan dunia berkat kemajuan teknologi dan globalisasi, dan meningkatnya peran Indonesia di ranah perdagangan internasional, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu aset penting bagi pembangunan nasional.
Batang - Seiring dengan berjalannya transformasi digital Indonesia, semakin terhubungnya orang-orang dari berbagai belahan dunia berkat kemajuan teknologi dan globalisasi, dan meningkatnya peran Indonesia di ranah perdagangan internasional, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu aset penting bagi pembangunan nasional.
Untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan kemajuan zaman, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro Semarang mengadakan Bimbingan belajar (Bimbel) untuk kelas 4, 5, dan 6 di SDN 1 Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (16/8/2026).
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris di Undip Semarang Ahmad Shafi Maulana mengatakan, Program Bimbel ini bertujuan memenuhi dua dari tujuh belas tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digalangkan PBB, yaitu SDG 4 (pendidikan yang bermutu) dan SDG 10 (memberantas ketidaksetaraan).
“Waktu Bimbel dialokasikan ke dua jam pelajaran pertama setiap kelas, dimana Shafi mengajarkan kosakata dan aturan-aturan tata bahasa bahasa Inggris, disela dengan kegiatan-kegiatan seperti menggambar dan bercerita,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala sekolah SDN 1 Kedungsegog Ratna Permanasari menyampaikan, bahwa menurut saya, program bimbingan belajar Bahasa Inggris yang dilaksanakan oleh Shafi sangat baik dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi peserta didik.
“Anak-anak terlihat antusias, lebih berani berkomunikasi, dan mengikuti kegiatan dengan suasana yang menyenangkan. Metode pembelajaran yang interaktif juga membuat anak-anak tidak merasa bahwa belajar Bahasa Inggris itu sulit,” ujar dia.
Ratna Permanasari berharap, dengan adanya bimbingan ini, pelajar SDN 1 Kedungsegog jadi senang bahasa Inggris, jadi mereka termotivasi untuk terus belajar bahasa Inggris setelah saya kembali ke Semarang nanti. (MC Batang, Jateng/Ahmad Shafi/Jumadi)