Batang Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program Multidisiplin 2 bertajuk Edukasi Mikroplastik dan Upaya Pencegahannya untuk Mewujudkan Lingkungan Desa yang Bersih dan Berkelanjutan di Balai Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (1682026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Kedungsegog.
Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan program Multidisiplin 2 bertajuk “Edukasi Mikroplastik dan Upaya Pencegahannya untuk Mewujudkan Lingkungan Desa yang Bersih dan Berkelanjutan” di Balai Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Kedungsegog.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai permasalahan sampah plastik yang berpotensi terfragmentasi menjadi mikroplastik. Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, termasuk tanah dan perairan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi mengenai sumber, dampak, serta upaya pencegahan mikroplastik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Desa Kedungsegog Shofi menyambut baik pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Ia berharap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN dapat menambah wawasan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan oleh mahasiswa KKN. Semoga melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahaya mikroplastik dan lebih peduli dalam mengurangi serta mengelola sampah plastik di lingkungan sehari-hari,” jelasnya.
Sementara itu, Mahasiswa KKN Moch. Afifulloh Astra Nawa menyampaikan, harapannya agar edukasi yang diberikan dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat mengenai mikroplastik, tetapi juga dapat mendorong perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah dapat menjadi upaya bersama untuk menjaga lingkungan Desa Kedungsegog tetap bersih dan berkelanjutan.
“Program “Edukasi Mikroplastik dan Upaya Pencegahannya untuk Mewujudkan Lingkungan Desa yang Bersih dan Berkelanjutan” juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 12 – Responsible Consumption and Production melalui upaya mendorong konsumsi yang lebih bertanggung jawab, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah yang lebih baik,” terangnya.
Selain itu, program ini turut mendukung SDG 11 – Sustainable Cities and Communities melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan berkelanjutan. Program ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 14 – Life Below Water, karena pengurangan sampah plastik dari sumbernya dapat membantu mencegah pencemaran lingkungan perairan dan laut oleh sampah plastik maupun mikroplastik.
“Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pengurus Bank Sampah, ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Kedungsegog, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah pencemaran mikroplastik,” pungkasnya.
Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Kedungsegog semakin peduli terhadap pengelolaan sampah dan mampu mengambil langkah sederhana untuk mengurangi sumber mikroplastik. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Afifulloh Astra/Jumadi)