Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (7/7/2026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
Kepala BPS Batang Heni Djumadi, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan dilakukan secara door-to-door untuk memastikan seluruh unit usaha dan karakteristik rumah tangga dapat tercatat secara akurat.
“Sensus kali ini merupakan sensus paket lengkap. Selain mendata pelaku usaha, petugas juga mendata usaha rumah tangga sekaligus karakteristik tempat tinggal, seperti kondisi atap, lantai, dan dinding rumah,” katanya usai meninjau pelaksanaan Sensus Ekonomi di Pasar Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (9/7/2026).
Menurut Heni, pendekatan tersebut bertujuan menghasilkan data yang lebih komprehensif sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Untuk mempercepat proses pendataan sekaligus memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat, BPS Kabupaten Batang menerapkan sejumlah strategi kolaboratif di lapangan.
“Salah satunya melalui metode Geruduk Bersama di Pasar (GEMPAR), yaitu pendataan secara serentak di kawasan pasar yang melibatkan petugas BPS dan mitra statistik dari tingkat kecamatan. Dalam satu kegiatan, jumlah petugas yang diterjunkan dapat mencapai 30 hingga 50 orang sehingga proses pencacahan pedagang dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat,” jelasnya.
Selain itu, BPS juga menerapkan metode Pengisian Bareng (NGIBAR), yakni pengisian data secara bersama-sama, baik melalui sistem offline maupun online. Pendekatan ini sebelumnya telah diterapkan pada sejumlah pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
“Sementara untuk perusahaan atau usaha berskala besar, BPS menggunakan metode Pengisian dengan Pendampingan (NGIDAM). Melalui pendekatan ini, petugas memberikan pendampingan langsung kepada responden agar proses pengisian data berlangsung lebih mudah, lengkap, dan sesuai dengan kondisi usaha yang sebenarnya,” terangnya.
Heni berharap, masyarakat dapat mendukung pelaksanaan SE26 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas di lapangan. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, peningkatan investasi, pengembangan dunia usaha, hingga perumusan berbagai program yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
“Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan sensus ini. Semakin lengkap dan akurat data yang diperoleh, semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang dapat disusun pemerintah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)