Lestarikan Keragaman Hayati, Bhimasena Power Indonesia Luncurkan Buku Biodiservitas PLTU

Selasa, 30 Juni 2026 Jumadi Dibaca 91 kali Lingkungan
Lestarikan Keragaman Hayati, Bhimasena Power Indonesia Luncurkan Buku Biodiservitas PLTU
Bhimasena Power Indonesia Luncurkan Buku Biodiservitas PLTU, Lestarikan Keragaman Hayati.
Batang PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan buku bertajuk "Biodiservitas PLTU Jawa Tengah", sebagai wujud perlindungan terhadap kehidupan flora dan fauna yang hidup di area proyek. Dibuktikan dengan memberikan ruang reforestasi di lingkup area BPI, dengan menggandeng masyarakat setempat bersinergi bersama Pemda Batang, hingga mampu mempertahankan bahkan menambah ragam flora dan fauna agar tetap terjaga kelestariannya.

Batang – PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) meluncurkan buku bertajuk "Biodiservitas PLTU Jawa Tengah", sebagai wujud perlindungan terhadap kehidupan flora dan fauna yang hidup di area proyek. Dibuktikan dengan memberikan ruang reforestasi di lingkup area BPI, dengan menggandeng masyarakat setempat bersinergi bersama Pemda Batang, hingga mampu mempertahankan bahkan menambah ragam flora dan fauna agar tetap terjaga kelestariannya.

Eksternal Relation Manager BPI Bagus Dona Doni bersama tim telah melakukan penelitian terhadap flora fauna secara intensif ke beberapa lokasi baik, di area PLTU maupun kawasan luar. Khusus di kawasan luar meliputi Desa Roban Barat, Ujungnegoro dan Pesisir Sigandu - Ujungnegoro yang termasuk kawasan konservasi.

“Kawasan ini memiliki kekayaan ekosistem yang meliputi 204 tumbuhan (flora), 108 jenis burung (aves) termasuk 17 jenis satwa dilindungi dan 16 jenis burung migran asal Australia dan Asia, 80 jenis kupu-kupu (lepidoptera). Ada pula 36 jenis capung (odonata), 30 jenis herpetofauna (reptil dan amfibi), serta 7 jenis mamalia,” katanya saat ditemui di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (30/6/2026).

Di buku itu dijelaskan tentang keberadaan Gelatik Jawa, Kepodang, kera ekor panjang, elang dan beberapa burung migran bisa ditemukan di kawasan konservasi PLTU. Dari hasil penelitian terjadi peningkatan jumlah spesies burung, capung, termasuk kupu-kupu yang membuktikan upaya yang dilakukan bersama tim dan masyarakat setempat sudah maksimal, meskipun masih dalam tahap awal, artinya masih akan ada penelitian lanjutan.

“Peneliti yang intens dilakukan merupakan bentuk keseriusan BPI dalam menjaga keberagaman hayati di tengah geliat pembangunan Kabupaten Batang yang cepat,” tuturnya.

Kapala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Heru Jatmika mengapresiasi keseriusan BPI dalam menjaga keragaman hayati melalui peluncuran buku tersebut. Buku tersebut merupakan bukti kerja keras BPI dalam menjaga keberlangsungan hidup flora fauna yang hidup di kawasan PLTU.

“Ini bukan sekadar buku, tapi ini bukti BPI telah melakukan reforestasi di daerah penyangga dan pelestarian lingkungan. BPI telah membuktikan mampu melakukan rehabilitasi di lahan daerah penyangga seluas sembilan hektar, yang tentunya bisa direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lain di Jawa Tengah,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengharapkan agar BPI memberi ruang bagi lembaga pendidikan supaya dapat belajar seputar keragaman hayati. Akan lebih baik jika BPI memberi kesempatan sekolah untuk mempelajari flora fauna di kawasan penyangga, yakni dengan menyiapkan satu zona untuk siswa mempelajari lebih dalam.

Pihak provinsi sebagai mitra akan melakukan pendampingan dan pengawasan, agar BPI dapat melakukan pembinaan terhadap masyarakat setempat. Termasuk edukasi kepada para siswa yang ingin mengetahui  keragaman hayati.

Sementara itu, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hidayat Ashari tetap memberikan penekanan agar BPI memberi ruang lebih luas terhadap keterlibatan masyarakat lokal dalam melakukan penelitian. Meskipun penelitian telah dilakukan maksimal, namun hal tersebut barulah hasil dari tahap awal.

“Itu artinya, masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut oleh BPI bersama masyarakat setempat. Saya akui hasilnya sudah menunjukkan suksesi ekologi, kawasan yang semula terdegradasi kini mulai menunjukkan bertambahnya keragaman hayati dan menarik kehidupan spesies flora dan fauna, untuk hidup di dalamnya,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Batang M Faiz Kurniawan membenarkan di setiap proses pembangunan yang masif, tentu akan berdampak pada lingkungan. Namun, BPI membuktikan untuk menyelaraskan antara pembangunan dengan pelestarian kehidupan hayati di kawasan proyek dan daerah penyangga.

“BPI sudah melakukan penelitian dan pantauan yang ketat, penanaman mangrove dan pengelolaan limbah, hingga pelestarian kehidupan hayati di dalamnya. Melalui pendokumentasian hasil penelitian bisa diselami lewat peluncuran buku Biodiservitas, yang membuktikan kesungguhan PLTU menjaga keragaman hayati,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 23
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 21
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180