Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 187 kali Pendidikan dan Latihan
Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional
Dua pelajar adu cepat dalam permainan egrang saat Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meluncurkan Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak) melalui Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026).

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meluncurkan Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak) melalui Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari 11 sekolah dasar tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Batang dalam menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Batang Nurlaili Endahwati mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya pengetahuan anak-anak tentang budaya bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan penggunaan gawai.

“Program ini merupakan implementasi inovasi Ketan Budaya. Kami melihat anak-anak saat ini lebih mengenal permainan modern dan budaya luar dibandingkan dolanan tradisional yang menjadi warisan leluhur. Karena itu, kami ingin menghadirkannya kembali melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Festival Dolanan Anak menjadi bagian dari launching program yang nantinya akan diterapkan secara bertahap di sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sebanyak 11 sekolah ditunjuk sebagai pilot project yang berasal dari Kecamatan Batang, Kandeman, dan Tulis. Melalui sekolah percontohan tersebut diharapkan model pembelajaran berbasis permainan tradisional dapat dikembangkan ke seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang.

“Dalam festival tersebut, para peserta memainkan berbagai permainan tradisional yang selama ini mulai jarang dijumpai di lingkungan masyarakat. Sedikitnya terdapat 10 jenis dolanan anak yang diperkenalkan kembali, di antaranya Gobak Sodor, Egrang, Suda Manda, Semprangan, Bekelan, Nekeran, Yoyo, hingga permainan Das-dasan atau Dam-daman,” terangnya.

Menurut Nurlaili, permainan tradisional tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki banyak manfaat dalam tumbuh kembang anak. Selain melatih kemampuan motorik dan sensorik, permainan tradisional juga mengandung unsur olahraga yang mampu meningkatkan kebugaran fisik peserta didik. Setiap permainan mengajarkan nilai-nilai pendidikan karakter seperti kerja sama, gotong royong, sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, hingga pengendalian emosi.

“Anak-anak belajar bekerja sama dalam kelompok, belajar mematuhi aturan permainan, menghargai teman, serta berkompetisi secara sehat. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin kami tanamkan sejak usia dini. Permainan tradisional juga menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget yang kini semakin mendominasi aktivitas sehari-hari,” tegasnya.

Melalui aktivitas bermain secara langsung bersama teman sebaya, anak-anak diharapkan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Program Ketan Budaya juga menjadi bagian dari upaya Disdikbud Batang untuk memasukkan unsur pelestarian budaya lokal ke dalam proses pendidikan di sekolah.

“Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami kekayaan budaya bangsa yang menjadi identitas daerah. Kami ingin anak-anak mencintai budaya sendiri sejak dini. Jangan sampai mereka hanya mengenal permainan digital, tetapi tidak mengenal permainan yang dulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Nurlaili berharap, pelaksanaan program ini dapat terus berkembang dan diadopsi oleh seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang. Apabila permainan tradisional kembali menjadi bagian dari aktivitas belajar, maka nilai-nilai budaya sekaligus karakter positif dapat diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan.

“Kami berharap, program ini mampu membentuk karakter anak-anak yang lebih baik, lebih aktif, memiliki kepedulian sosial, serta semakin mencintai budaya warisan luhur nenek moyang,” pungkasnya.

Melalui Festival Dolanan Anak, Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter serta pelestarian budaya daerah sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan masa depan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
SMAN 1 Bandar, Ajak Murid Baru Kembangkan Potensi Melalui Demo Ekstrakurikuler
Batang - Suasana berbeda mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMA Negeri 1 Bandar. Salah satu kegiatan yang dinantikan adalah demo ekstrakurikuler, yang menampilkan berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri.
17 Jul 2026 Jumadi 23
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Geliat Investasi di Kabupaten Batang, Semester I Tembus Rp6,1 Triliun
Batang Kabupaten Batang terus membuktikan diri sebagai magnet investasi yang magnetis di Jawa Tengah. Berdasarkan hitungan mandiri sementara, realisasi investasi di Bumi Alas Roban pada Triwulan II tahun 2026 sukses menyentuh angka Rp2.316.314.589.523,00 (Rp2,3 triliun). Tak hanya membawa segar bagi roda perekonomian, capaian kuartal kedua ini juga berhasil menyerap 5.396 tenaga kerja lokal.
17 Jul 2026 Jumadi 13
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Saat Siswa Tak Lagi Berani Tampil : Menguatkan Performance Confidence Melalui Self-Efficacy dan AIK
Batang - Pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk menampilkan potensi dirinya. Di berbagai sekolah, guru sering menemukan siswa yang memperoleh nilai akademik baik, memahami materi pelajaran, bahkan mampu menjawab soal dengan benar, tetapi memilih diam ketika diminta menjelaskan hasil pekerjaannya di depan kelas.
17 Jul 2026 Jumadi 24
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Gebrakan Baru Bupati Batang: Hapus Tradisi Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersiap merombak total gaya belanja daerahnya. Langkah berani ini diambil demi menyembuhkan "penyakit" tahunan yang kerap melanda pengelolaan anggaran: menumpuknya proyek di akhir tahun yang berujung pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
16 Jul 2026 Jumadi 213
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Kembangkan Potensi Diri, SMPN 4 Batang Buka Peluang Ragam Ekstrakurikuler
Batang - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi media untuk mendekatkan siswa baru dengan seluruh warga sekolah. Namun, memberikan peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler, selain prestasi akademik.
16 Jul 2026 Jumadi 95
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Raja Udang Kalung Biru yang Terancam Punah Ditemukan di Batang
Batang - Kawasan hutan di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kembali menunjukkan pentingnya peran sebagai habitat keanekaragaman hayati. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan burung Raja Udang Kalung Biru (Alcedo euryzonaAlcedo peninsulae), satwa endemik Indonesia yang berstatus dilindungi dan sangat terancam punah.
16 Jul 2026 Jumadi 180