Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 257 kali Pendidikan dan Latihan
Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional
Dua pelajar adu cepat dalam permainan egrang saat Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meluncurkan Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak) melalui Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026).

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meluncurkan Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak) melalui Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari 11 sekolah dasar tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Batang dalam menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Batang Nurlaili Endahwati mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya pengetahuan anak-anak tentang budaya bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan penggunaan gawai.

“Program ini merupakan implementasi inovasi Ketan Budaya. Kami melihat anak-anak saat ini lebih mengenal permainan modern dan budaya luar dibandingkan dolanan tradisional yang menjadi warisan leluhur. Karena itu, kami ingin menghadirkannya kembali melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Festival Dolanan Anak menjadi bagian dari launching program yang nantinya akan diterapkan secara bertahap di sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sebanyak 11 sekolah ditunjuk sebagai pilot project yang berasal dari Kecamatan Batang, Kandeman, dan Tulis. Melalui sekolah percontohan tersebut diharapkan model pembelajaran berbasis permainan tradisional dapat dikembangkan ke seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang.

“Dalam festival tersebut, para peserta memainkan berbagai permainan tradisional yang selama ini mulai jarang dijumpai di lingkungan masyarakat. Sedikitnya terdapat 10 jenis dolanan anak yang diperkenalkan kembali, di antaranya Gobak Sodor, Egrang, Suda Manda, Semprangan, Bekelan, Nekeran, Yoyo, hingga permainan Das-dasan atau Dam-daman,” terangnya.

Menurut Nurlaili, permainan tradisional tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki banyak manfaat dalam tumbuh kembang anak. Selain melatih kemampuan motorik dan sensorik, permainan tradisional juga mengandung unsur olahraga yang mampu meningkatkan kebugaran fisik peserta didik. Setiap permainan mengajarkan nilai-nilai pendidikan karakter seperti kerja sama, gotong royong, sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, hingga pengendalian emosi.

“Anak-anak belajar bekerja sama dalam kelompok, belajar mematuhi aturan permainan, menghargai teman, serta berkompetisi secara sehat. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin kami tanamkan sejak usia dini. Permainan tradisional juga menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget yang kini semakin mendominasi aktivitas sehari-hari,” tegasnya.

Melalui aktivitas bermain secara langsung bersama teman sebaya, anak-anak diharapkan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Program Ketan Budaya juga menjadi bagian dari upaya Disdikbud Batang untuk memasukkan unsur pelestarian budaya lokal ke dalam proses pendidikan di sekolah.

“Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami kekayaan budaya bangsa yang menjadi identitas daerah. Kami ingin anak-anak mencintai budaya sendiri sejak dini. Jangan sampai mereka hanya mengenal permainan digital, tetapi tidak mengenal permainan yang dulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Nurlaili berharap, pelaksanaan program ini dapat terus berkembang dan diadopsi oleh seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang. Apabila permainan tradisional kembali menjadi bagian dari aktivitas belajar, maka nilai-nilai budaya sekaligus karakter positif dapat diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan.

“Kami berharap, program ini mampu membentuk karakter anak-anak yang lebih baik, lebih aktif, memiliki kepedulian sosial, serta semakin mencintai budaya warisan luhur nenek moyang,” pungkasnya.

Melalui Festival Dolanan Anak, Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter serta pelestarian budaya daerah sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan masa depan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Batang menyuguhkan tampilan spektakuler yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena bertabur cahaya. Untuk pertama kalinya Batang Night Carnival bertajuk "Shining Together" digelar, menciptakan suasana malam akhir pekan yang terasa lebih hidup dengan tampilan gemerlap cahaya dari 25 kontingen lewat keunikan masing-masing di sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2282026) malam.
22 Ags 2026 Jumadi 40
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Batang - Suasana peringatan HUT Ke-81 RI di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan buruh tampak antusias memadati area acara, melepaskan penat rutinitas pabrik demi merayakan hari kemerdekaan bersama sesama rekan kerja.
22 Ags 2026 Jumadi 72
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 55
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026 Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Batang - Gelap malam di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, mendadak sirna berganti kerlip cahaya dan riuk parade. Gemerlap lampu, gaun-gaun karnaval megah, serta derap langkah 20 kontingen sukses mengubah jalanan kota menjadi panggung pertunjukan terbuka yang menyedot perhatian ribuan pasang mata.
22 Ags 2026 Jumadi 34
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Batang - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang untuk menyaksikan Batang Night Carnival dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Warga memenuhi sepanjang jalur yang menjadi lokasi pelaksanaan karnaval untuk melihat beragam atraksi dari para peserta.
22 Ags 2026 Jumadi 67
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Batang Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang Prodi Informasi dan Humas Rosita Mevia Putri untuk mendukung komunikasi dan publikasi di Desa Kecepak. Melalui program kerja multidisiplin, mahasiswa mengembangkan branding Desa Kecepak Peduli Sampah dengan mengoptimalkan media sosial Instagram dan media informasi sebagai sarana edukasi mengenai kepedulian terhadap sampah.
21 Ags 2026 Jumadi 94