Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 345 kali Pendidikan dan Latihan
Festival Dolanan Anak, Disdikbud Batang Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Permainan Tradisional
Dua pelajar adu cepat dalam permainan egrang saat Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang.
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meluncurkan Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak) melalui Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (172026).

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meluncurkan Program Ketan Budaya (Kolaborasi Pelestarian Budaya melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Sekolah Dasar Ekstrakurikuler Dolanan Anak) melalui Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari 11 sekolah dasar tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Batang dalam menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Batang Nurlaili Endahwati mengatakan, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya pengetahuan anak-anak tentang budaya bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan penggunaan gawai.

“Program ini merupakan implementasi inovasi Ketan Budaya. Kami melihat anak-anak saat ini lebih mengenal permainan modern dan budaya luar dibandingkan dolanan tradisional yang menjadi warisan leluhur. Karena itu, kami ingin menghadirkannya kembali melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Festival Dolanan Anak menjadi bagian dari launching program yang nantinya akan diterapkan secara bertahap di sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sebanyak 11 sekolah ditunjuk sebagai pilot project yang berasal dari Kecamatan Batang, Kandeman, dan Tulis. Melalui sekolah percontohan tersebut diharapkan model pembelajaran berbasis permainan tradisional dapat dikembangkan ke seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang.

“Dalam festival tersebut, para peserta memainkan berbagai permainan tradisional yang selama ini mulai jarang dijumpai di lingkungan masyarakat. Sedikitnya terdapat 10 jenis dolanan anak yang diperkenalkan kembali, di antaranya Gobak Sodor, Egrang, Suda Manda, Semprangan, Bekelan, Nekeran, Yoyo, hingga permainan Das-dasan atau Dam-daman,” terangnya.

Menurut Nurlaili, permainan tradisional tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki banyak manfaat dalam tumbuh kembang anak. Selain melatih kemampuan motorik dan sensorik, permainan tradisional juga mengandung unsur olahraga yang mampu meningkatkan kebugaran fisik peserta didik. Setiap permainan mengajarkan nilai-nilai pendidikan karakter seperti kerja sama, gotong royong, sportivitas, kejujuran, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, hingga pengendalian emosi.

“Anak-anak belajar bekerja sama dalam kelompok, belajar mematuhi aturan permainan, menghargai teman, serta berkompetisi secara sehat. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin kami tanamkan sejak usia dini. Permainan tradisional juga menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget yang kini semakin mendominasi aktivitas sehari-hari,” tegasnya.

Melalui aktivitas bermain secara langsung bersama teman sebaya, anak-anak diharapkan memiliki kemampuan sosial yang lebih baik sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Program Ketan Budaya juga menjadi bagian dari upaya Disdikbud Batang untuk memasukkan unsur pelestarian budaya lokal ke dalam proses pendidikan di sekolah.

“Dengan pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami kekayaan budaya bangsa yang menjadi identitas daerah. Kami ingin anak-anak mencintai budaya sendiri sejak dini. Jangan sampai mereka hanya mengenal permainan digital, tetapi tidak mengenal permainan yang dulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Nurlaili berharap, pelaksanaan program ini dapat terus berkembang dan diadopsi oleh seluruh sekolah dasar di Kabupaten Batang. Apabila permainan tradisional kembali menjadi bagian dari aktivitas belajar, maka nilai-nilai budaya sekaligus karakter positif dapat diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan.

“Kami berharap, program ini mampu membentuk karakter anak-anak yang lebih baik, lebih aktif, memiliki kepedulian sosial, serta semakin mencintai budaya warisan luhur nenek moyang,” pungkasnya.

Melalui Festival Dolanan Anak, Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter serta pelestarian budaya daerah sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan masa depan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Gelar Evaluasi, Diskominfo Batang Upayakan Petugas Admin Hasilkan Data Berbasis Metadata
Batang - Diskominfo Batang mengundang para admin data dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Kecamatan untuk mengevaluasi hasil dari pendampingan dalam penyusunan data, tingkat kabupaten. Evaluasi tersebut merupakan upaya agar para admin dalam pengelolaan data sektoral harus berbasis metadata, sehingga menghasilkan keakuratan data.
15 Okt 2026 Jumadi 102
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Tingkatkan Literasi Digital, Diskominfo Batang Sosialisasikan Keamanan Siber kepada Kader PKK
Batang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar sosialisasi keamanan siber bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan perangkat desa di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu (14102026).
15 Okt 2026 Jumadi 181
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Jogging Track Stadion Moh Sarengat Batang Rampung, Miliki 8 Lintasan Berstandar Nasional
Batang Pembangunan jogging track di Stadion Moh Sarengat, Kabupaten Batang telah rampung dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Fasilitas olahraga tersebut kini tinggal menunggu waktu peresmian sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat.
15 Okt 2026 Jumadi 103
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
SPPG Bawang Tutup Permanen, Wabup Batang Usulkan Sampel Menu Harian Dikirim ke Puskesmas
Batang Wakil Bupati Batang Suyono mengusulkan agar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyimpan sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari dan mengirimkannya ke puskesmas terdekat atau dinas terkait untuk pemeriksaan laboratorium. Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat program MBG.
15 Okt 2026 Jumadi 141
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batang Kejar Perekaman KTP-el Pelajar Usia 16 Tahun
Batang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batang terus menggencarkan pelayanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula. Langkah ini menyasar para pelajar sekolah hingga masyarakat di berbagai wilayah untuk mempercepat cakupan kepemilikan dokumen kependudukan.
15 Okt 2026 Jumadi 145
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Peringati 1 Tahun Mageri Sogoro, BPI dan Pemprov Jateng Tanam 1.300 Mangrove
Batang PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove jenis Rhizophora di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (15102026).
15 Okt 2026 Jumadi 78